Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Utara PLH, Jalur Yang Biasa DT Gimana Loknya?
#1
Sampai sekarang kita sebagian mungkin gak terpikirkan kalau saja di jalur utara / pantura ada PLH atau pun juga PL pastinya rangkaian KA pantura dialihin ke jalur selatan. Nah... beberapa yang sekiranya mesti dilalui semisal harus dilakukan DT / double transi pada lokomotifnya. Sebut saja itu petak rel antara stasiun Bumiayu - Purwokerto dan beberapa petak rel di lintas Bandung - Tasikmalaya. Khan pernah tuh kasus malah sempet sering di petak rel antara Cikampek - Jatibarang terjadi kecelakaan. Otomatis perjalanan dari dan ke Jakarta mesti via Bandung. Begitu pun kalau di petak antara Bandung - Kroya ada kejadian. Otomatis dialihin ke utara

Sengaja aku buat di forum khusus Lintas Selatan ini karena memang jalur selatan notabene yang berlilka - liku meliak - liuk di sekitar pegunungan. Nah... kalau di petak rel antara stasiun Bumiayu - Purwokerto saja si lok CC 201 yang biasa buat stand by buat narik rangkaian KA yang membutuhkan double traksi mesti kerja semisal 2x lipat karena semisal di petak rel antara Bandung - Kroya ada musibah, apakah dipo lok Purwokerto punya cadangannya? Kalau enggak punya bagaimana Daops V menyiasatinya yah biar si lok gak diforsir mengingat kalau DT di tanjakan itu pasti bebannya bisa berlipat - lipat. Berlaku juga buat petak rel yg lainnya yah...

Reply
#2
(03-09-2010, 09:37 AM)Dana Komuter Wrote: Sampai sekarang kita sebagian mungkin gak terpikirkan kalau saja di jalur utara / pantura ada PLH atau pun juga PL pastinya rangkaian KA pantura dialihin ke jalur selatan. Nah... beberapa yang sekiranya mesti dilalui semisal harus dilakukan DT / double transi pada lokomotifnya. Sebut saja itu petak rel antara stasiun Bumiayu - Purwokerto dan beberapa petak rel di lintas Bandung - Tasikmalaya. Khan pernah tuh kasus malah sempet sering di petak rel antara Cikampek - Jatibarang terjadi kecelakaan. Otomatis perjalanan dari dan ke Jakarta mesti via Bandung. Begitu pun kalau di petak antara Bandung - Kroya ada kejadian. Otomatis dialihin ke utara

Sengaja aku buat di forum khusus Lintas Selatan ini karena memang jalur selatan notabene yang berlilka - liku meliak - liuk di sekitar pegunungan. Nah... kalau di petak rel antara stasiun Bumiayu - Purwokerto saja si lok CC 201 yang biasa buat stand by buat narik rangkaian KA yang membutuhkan double traksi mesti kerja semisal 2x lipat karena semisal di petak rel antara Bandung - Kroya ada musibah, apakah dipo lok Purwokerto punya cadangannya? Kalau enggak punya bagaimana Daops V menyiasatinya yah biar si lok gak diforsir mengingat kalau DT di tanjakan itu pasti bebannya bisa berlipat - lipat. Berlaku juga buat petak rel yg lainnya yah...
Coba urun pendapat :
Di Stasiun Banjar kan ada satu lok yang stand by buat back up di petak BJR - BD ... jadi bagi lok KA Jalur Alihan yang perlu DT bisa diantisipasi ... itupun untuk yang darurat ...
Dan biasanya klo ada PLH untuk jangka waktu yang cukup lama ... beberapa KA malah dibatalkan keberangkatannya ... dan lok yang semestinya bertugas pada KA yang dibatalkan bisa mem back up KA yang yang dijalankan dengan lok DT ...
Reply
#3
di stasiun cibatu juga ada lok yg stand by buat nge back up bila ada kendala.. mohon diralat bila salah
Reply
#4
selalu ada persiapan lok cadangan di dipo2 induk.....jadi kalo membutuhkan DT siap2 aja......

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#5
Oww... begitu yah... Jadi tiap stasiun yang petaknya terjal alias mesti dibantu jadi double traksi / DT seperti salah satunya di stasiun Banjar juga ada cadangannya yah... Tapi mengingat panjang keretanya khan semisal kayak Serayu bisa mencapai 8 K3, 1 KMP dan 1 BP (ralat kalau salah) total jadi 10 kereta + 1 lok CC 201 apakah kalau lok cadangannya itu BB jadi gak keberatan tuh bebannya?

Reply
#6
(04-09-2010, 10:31 AM)Dana Komuter Wrote: Oww... begitu yah... Jadi tiap stasiun yang petaknya terjal alias mesti dibantu jadi double traksi / DT seperti salah satunya di stasiun Banjar juga ada cadangannya yah... Tapi mengingat panjang keretanya khan semisal kayak Serayu bisa mencapai 8 K3, 1 KMP dan 1 BP (ralat kalau salah) total jadi 10 kereta + 1 lok CC 201 apakah kalau lok cadangannya itu BB jadi gak keberatan tuh bebannya?

untuk daops II BD lok BB hanya didinaskan menarik argo peuyeum saja. Dan untuk lok yang stand by untuk back up petak BD- BJR ya minimal C201, dulu-dulu pernah di BJR stand by lok BB ... tapi belakangan karena kemampuan lok BB yang menurun, si Mbah BB didinaskan terbatas ...
Reply
#7
(04-09-2010, 10:52 AM)Eko Budy Santoso Wrote:
(04-09-2010, 10:31 AM)Dana Komuter Wrote: Oww... begitu yah... Jadi tiap stasiun yang petaknya terjal alias mesti dibantu jadi double traksi / DT seperti salah satunya di stasiun Banjar juga ada cadangannya yah... Tapi mengingat panjang keretanya khan semisal kayak Serayu bisa mencapai 8 K3, 1 KMP dan 1 BP (ralat kalau salah) total jadi 10 kereta + 1 lok CC 201 apakah kalau lok cadangannya itu BB jadi gak keberatan tuh bebannya?

untuk daops II BD lok BB hanya didinaskan menarik argo peuyeum saja. Dan untuk lok yang stand by untuk back up petak BD- BJR ya minimal C201, dulu-dulu pernah di BJR stand by lok BB ... tapi belakangan karena kemampuan lok BB yang menurun, si Mbah BB didinaskan terbatas ...

saya dulu pernah naek badra surya yang nge DT nya BB 304xx....
Reply
#8
(03-09-2010, 11:46 AM)kemal reza Wrote: di stasiun cibatu juga ada lok yg stand by buat nge back up bila ada kendala.. mohon diralat bila salah

di Cibatu emang ada lok stand by, tapi utamanya buat narik KA lokal Cibatu-Purwakarta, itu pun cuma dari jam 7 malem waktu baru dateng sampe berangkat jam 5 pagi, kalo di banjar emang dialokasiin ada lok khusus yang stand by, demikian kira2,,,

jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)