Posts: 333
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
2
Soal kenapa tidak ada lok listrik, dan yang dipakai adalah KRL, sepertinya pertimbangan yang diambil adalah akselerasi. Dengan LAA yang jangkauannya terbatas pemanfaatannya pun terbatas hanya untuk angkutan komuter, yang sering berhenti di tiap stasiun. Alasan soal akselerasi ini membuat KRD tidak dipakai sebagai armada tambahan saat perbaikan LAA baru-baru ini yang menyebabkan kapasitas KRL yang bisa dijalankan berkurang (info dari teman yang tanya ke petugas). Untuk menarik KA penumpang/barang jarak jauh, sepertinya malah akan membuang waktu saat ganti lokomotif di ujung jalur dengan LAA.
visit my blog
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'
RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Posts: 23
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
1
(01-04-2011, 05:28 AM)WOODWARD Wrote: sebenarnya EMU atau DMU itu ada karena alat transpor kereta ini butuh Fleksibilitas. jika penumpang sedang banyak ya rangkaian jadi panjang, jika penumpang sedikit rangkaiannya pendek. kaitannya ke biaya.
beda dengan rangkaian di tarik lokomotif, mau panjang atau pendek, biaya operasionalnya sama atau beda hanya sedikit sekali.
fleksibilitas EMU atau DMU ini efektif menekan biaya operasional.
contoh saja di jepang, ada EMU atau DMU yang cuma 2 kereta, tapi ada juga yang sampai 10-12 kereta, tergantung kebutuhannya.
Kok jadi bingung, bukannya EMU/DMU malah tidak flexible, karena dalam satu rangkaian kan tidak bisa begitu saja ditambah kan? yang bisakan adalah satu trainset digabung dengan trainset yang lain.
Jadi kalau untuk lokomotif walau hanya dipakai untuk menarik beban ringan, biaya operasionalnya hampir sama ya dengan jika dipakai untuk menarik beban penuh?
(13-05-2011, 04:31 PM)Ken Aditya Wrote: Saya masih kurang paham, setiap EMU punya motor penggerak di setiap bogienya, jika ada motornya yang ngadat, apa operasionalnya kereta juga terpengaruh, artinya keretanya tambah pelan atau tak bisa bergerak sama sekali. Apa EMU biaya perawatannya lebih sulit atau lebih tinggi, karena jumlah motor penggeraknya lebih banyak daripada Lok?
Jika ada yang ngadat tentunya powernya berkurang, efeknya maksimum speednya akan berkurang/daya tampung berkurang. perawatannya mestinya lebih rumit karena komponennya jauh lebih banyak dibanding dengan lokomotif. cuma mungkin lokomotif itu komponen2nya ukuran raksasa dibanding dengan E/DMU.
Satu lagi deh pertanyaan, kenapa jika DMU itu tidak efektif dipakai untuk jarak jauh ya? apa karena daya jelajahnya yang lebih pendek?
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
kalau krd yang beredar di indonesia kapasitas tangki bbm nya berapa?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 1,200
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
19
untuk angkutan barang lebih condong ke lokomotif diesel sebagai penariknya, karena gaya adhesinya lebih baik (CMIIW)
sedangkan untuk penumpang, akan lebih baik menggunakan rangkaian listrik ataupun rangkaian diesel (KRD), selain lebih efisien, kecepatannya juga lebih baik (IMHO)...
Posts: 1,185
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
22
(03-03-2012, 02:10 PM)clodderes Wrote: (01-04-2011, 05:28 AM)WOODWARD Wrote: sebenarnya EMU atau DMU itu ada karena alat transpor kereta ini butuh Fleksibilitas. jika penumpang sedang banyak ya rangkaian jadi panjang, jika penumpang sedikit rangkaiannya pendek. kaitannya ke biaya.
beda dengan rangkaian di tarik lokomotif, mau panjang atau pendek, biaya operasionalnya sama atau beda hanya sedikit sekali.
fleksibilitas EMU atau DMU ini efektif menekan biaya operasional.
contoh saja di jepang, ada EMU atau DMU yang cuma 2 kereta, tapi ada juga yang sampai 10-12 kereta, tergantung kebutuhannya.
Kok jadi bingung, bukannya EMU/DMU malah tidak flexible, karena dalam satu rangkaian kan tidak bisa begitu saja ditambah kan? yang bisakan adalah satu trainset digabung dengan trainset yang lain.
Jadi kalau untuk lokomotif walau hanya dipakai untuk menarik beban ringan, biaya operasionalnya hampir sama ya dengan jika dipakai untuk menarik beban penuh?
(13-05-2011, 04:31 PM)Ken Aditya Wrote: Saya masih kurang paham, setiap EMU punya motor penggerak di setiap bogienya, jika ada motornya yang ngadat, apa operasionalnya kereta juga terpengaruh, artinya keretanya tambah pelan atau tak bisa bergerak sama sekali. Apa EMU biaya perawatannya lebih sulit atau lebih tinggi, karena jumlah motor penggeraknya lebih banyak daripada Lok?
Jika ada yang ngadat tentunya powernya berkurang, efeknya maksimum speednya akan berkurang/daya tampung berkurang. perawatannya mestinya lebih rumit karena komponennya jauh lebih banyak dibanding dengan lokomotif. cuma mungkin lokomotif itu komponen2nya ukuran raksasa dibanding dengan E/DMU.
Satu lagi deh pertanyaan, kenapa jika DMU itu tidak efektif dipakai untuk jarak jauh ya? apa karena daya jelajahnya yang lebih pendek?
Coba jawab deh...tapi maaf kalo saya masih belum bener karena saya sendiri masih belajar..
Mungkin yang di maksud itu EMU/DMU yang tiap kereta ada mesin dan motornya, dan bisa dirangkai-lepas karena pake fix coupler, bukan rangkaian yang fixed menggunakan Bar Coupler. Contohnya KRD Shinko, yang bisa dirangkai minimal 2 kereta..
Kalo DMU kurang efektif, mungkin bisa saja cooling sistemnya tidak sebesar lokomotif, dan juga bisa saja engine nya tidak untuk propulsi jarak jauh. Hal ini karena pada DMU dituntut ruang penumpang yang lebih banyak, beda dengan lokomotif yang hanya untuk mesin, propulsi dan sistem pendingin saja ( plus sistem angin dll ) dan bukan untuk penumpang..
Posts: 460
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
11
EMU design chusus yang tidak bisa dirubah, contoh, kereta commuter, TGV, Shinkanzen, etc. Jadi design optimal tapi tidak flexibel.
Sedang kalau pakai lok design tidak optimal tapi flexibel.
|