Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
jalur mati rambi-balung(bekas narrow gauge)
#41
Setelah browsing sana-sini, saya menemukan daftar stasiun/ halte yang terkait dengan Rambi-Balung. Sumber: http://www.studiegroep-zwp.nl/halten.stu...ep-zwp.nl/

I. Rambipuji - Balung - Puger (dibuka 3 Mei 1913) :

1. Rambipuji
2. Rawatamtu
3. Balung
4. Tutul
5. Kasiam lor
6. Krenden
7. Puger

II. Percabangan Balung - Ambulu (dibuka 3 Mei 1913) :

1. Balung
2. Curahtepas
3. Ambulu

III. Percabangan Balung - Lumajang (1928) :

1. Balung
2. Gurukmas
3. Yosowilangun
4. Tikung
5. Lumajang

Mendahului jalur-jalur di atas, SS membuka rute Klakah - Pasirian pada 16 Mei 1896. Stasiun dan haltenya :

1. Klakah
2. Grobogan
3. Sukodono
4. Lumajang
5. Labruk
6. Tempeh
7. Mujur
8. Condro
9 Pasirian

Jika melihat daftar urutan di atas, mungkin kita sudah dapat menduga rute mana yang sejak awal 1067 dan mana yang memang 600 mm. Stasiun Balung juga merupakan percabangan jurusan Ambulu dan Lumajang. Ini mungkin juga menjawab teka-teki tentang rel di St Balung.

Mohon pencerahan bila ada rekan-rekan yang lebih valid datanya.

Salam Spoor,
Reply
#42
Information 
Salam kenal, aku newbie dari bandung.

Aku liat di peta belanda koleksi leiden university, rel rambipuji-balung 600mm selalu berada di pinggir jalan raya, sementara rel yang 1067mm yang ditutup tahun 1986 letaknya jauh dari jalan raya...

Bingung

Jadi menurutku rambipuji-balung ada 2 LINTAS YANG BERBEDA, yang 1067mm dan 600mm.

Ternyata waktu peta itu dibuat, rel Lumajang-Rambipuji 1067mm belum dibuat, tapi rel yang 600m yang dipinggir jalan raya, termasuk cabang ke puger dan ambulu sudah dibuat.
Heran
Jadi, kusimpulkan ada 2 stasiun balung yang berbeda. Yang ditutup tahun 1986 tidak mempunyai cabang, sementara yang ditutup tahun 1945 (600mm) yang bercabang. Stasiun Balung yang ke Lumajang letaknya 100M DARI JALAN RAYA, sementara menurut peta belanda, Stasiun Balung yang 600mm yang bercabang ke Puger letaknya di PASAR BALUNG.

liat petanya disiniii http://maps.library.leiden.edu/cgi-bin/i...ng=1#focus

Mohon bantuannya dari RF-RF sekalian meredakan pusing kepala akibat temuan ini...
Sakit
Reply
#43
(12-06-2014, 09:22 PM)dealka97 Wrote: Salam kenal, aku newbie dari bandung.

Aku liat di peta belanda koleksi leiden university, rel rambipuji-balung 600mm selalu berada di pinggir jalan raya, sementara rel yang 1067mm yang ditutup tahun 1986 letaknya jauh dari jalan raya...

Bingung

Jadi menurutku rambipuji-balung ada 2 LINTAS YANG BERBEDA, yang 1067mm dan 600mm.

Ternyata waktu peta itu dibuat, rel Lumajang-Rambipuji 1067mm belum dibuat, tapi rel yang 600m yang dipinggir jalan raya, termasuk cabang ke puger dan ambulu sudah dibuat.
Heran
Jadi, kusimpulkan ada 2 stasiun balung yang berbeda. Yang ditutup tahun 1986 tidak mempunyai cabang, sementara yang ditutup tahun 1945 (600mm) yang bercabang. Stasiun Balung yang ke Lumajang letaknya 100M DARI JALAN RAYA, sementara menurut peta belanda, Stasiun Balung yang 600mm yang bercabang ke Puger letaknya di PASAR BALUNG.

liat petanya disiniii http://maps.library.leiden.edu/cgi-bin/i...ng=1#focus

Mohon bantuannya dari RF-RF sekalian meredakan pusing kepala akibat temuan ini...
Sakit

Betul pada awalnya jalur Rambipuji - Balung ini memiliki gauge 600mm, dengan jalur cabang Balung - Puger dan Balung - Ambulu, namun seiring perkembangan zaman, maka akhirnya jalur Rambipuji - Balung ini di regauge menjadi 1067mm dengan membuat trase baru seperi yg sekarang ini dan disambungkan ke Lumajang via Balung - Kencong - Lumajang. Namun untuk jalur Balung - Ambulu tetap 600mm. Stasiun Balung (BUG) melayani 2 gauge yg berbeda, di sisi timur terdapat gauge 600mm sedangkan di sisi baratnya gauge 1067mm.
Oya masih terdapat 1 buah lokomotif eks jalur ini yang masih aktif, sekarang berada di PG Sragi
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)