Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mblusukan di jalur aktip dan yg tidak aktip
#51
(10-04-2010, 08:06 PM)BAMBANG EKO Wrote:
Kemungkinan Besar Cost Down dibidang perawatan kali atau memang Strategi Perusahaan untuk memprioritaskan bidang2 usaha yang " Dianggap " mendatangkan keuntungan atau Break event pointnya singkat , sehingga kondisinya ya seperti inlah , prioritas lebih rendah untuk lapisan bawah. namanya juga nebak2 aja Mas.

Ya bisa juga seperti itu wah akan tetapi teknologi electrik yang sudah terpasang bisa2 mubadir total lost.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#52
Bekas lokasi stasiun ( Halte ) Cibitung yang sudah dipindahkan dan digeser 400 meter di sebelah barat .


[Image: 2zi22bn.jpg]

Tanaman ini adalah tanaman hias yang dulunya saat masih ada bangunan halte Cibitung merupakan tranaman pemanis yang pada saat musim kemarau disirami oleh para petugas jaga yang bergiliran agar tidak mati , kini tak seorangpun peduli,


[Image: sl31ww.jpg]

Banyak terdapat bantalan yang patah atau penambat yang hilang di bekas area halte Cibitung ini . dan kayaknya sudah berlangsung lama tapi belum di ganti


[Image: 2e0nsly.jpg]
Reply
#53
Quote:
Pengantar Kata
Jalur KA Semarang - Demak - Godong - Purwodadi - Wirosari - s/d Blora yang sudah tidak aktip sejak sekitar th 1980 akibat diterjang banjir di sana - sini ini menyimpan sejarah yang cukup indah untuk dikenang.
Rangkaian KA Lokal yang ditarik Lok D 301menghela rangkaian 1 sampai 2 kereta penumpang ditambah setidaknya 2 gerbong barang selalu mewarnai indahnya pemandangan di koridor ini. D 301 , 2 CR 363 . 3 GR 90xx yang membawa sekitar seratus penumpang masih hilir mudik melintas di petak Purwodadi - Semarang pada pagi hari dan kembali pada sore hari
Duh kenangan ini beitu indah

Untuk kembali mengenang ada beberapa pic hasil mblusukan , sayang sekali hanya ada 5 persen saja bekas2 keberadaan transportasi berbasis reladi koridor ini , yang 95 persen hilang dan hanya ada bekas2 yang hampir punah pula.

Quote:Inilah wajah kota kecamatan GODONG
Di sebelah kanan jalan terpendam jaringan rel KA petak DEMAK - GOGONG - PURWODADI sepanjang 38 km . Pada th 1980 ada sekitar 4 x dalam sehari dilintasi oleh 2 KA
KA Penumpang Campuran Purwodadi - Semarang PP D 301 . 2 CR . 3 GR
dan KA Fajar Demak - Purwodadi yang bersilang di kota Godong ini

[spoiler]
[Image: CIMG2432.jpg][/spoiler]

Quote:
Pertigaan Kota Godong
ke arah barat laut menuju Demak , Brata daya menuju Semarang dan ke Timur menuju Blora . Namun rel KA hanya membentang ke arah Demak dan Blora. Tepat di bwah papan petujuk arah ini terbujur bisu rel KA type R 25 yang terpendam.
[spoiler]
[Image: CIMG2433.jpg][/spoiler]

Quote:
Saat2 rangkaian KA Penumpang Campuran yang dihela lok D 301 53 dengan rangkaian 1 - 2 kereta penumpang type CR plus beberapa gerbong barang ini melintas , tentu saja kondisinya agak berbeda dengan yang ada pada pic ,karena saat itu belum ada mobil yang parkir yang disebabkan jalur rel masih terlihat dan masih aktip . tetapi toko2 malahan sudah ada dan mepet dengan dinding KA dan hanya bejarak sekitar 1 sampai 2 meter saja.

[spoiler]
[Image: CIMG2434.jpg]


[Image: CIMG2435.jpg]

Bahkan Jembatan KA yang dulu selalu dilintasipun sudah hilang tak berbekas tak tentu rimbanya.


[Image: CIMG2437.jpg]

[/spoiler]


Quote:
Pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Purwodadi dengan Demak dan Semarang ini yang dulunya terbujur rel KA , kini kian ramai dengan pertokon sehingga mengakibatkan lahan kereta api menjadi lahan perdagangan / perniagaan seiring dengan menggeliatnya roda2 kehidupan.

[spoiler]
[Image: CIMG2438.jpg]


[Image: CIMG2439.jpg]


[Image: CIMG2440.jpg][/spoiler]


Quote:
Tampak terlihat pada pic Sinyal Masuk Stasiun Godong dari arah barat { Demak } masih terlihat berdiri dengan gagahnya seolah memberitahukan kepada kita bahwa " beliau " masih ada dan akan terlahir kembali.

[spoiler]

[Image: CIMG2441.jpg]

Siapa berani " menurunkan " kau , serentak " RF " membela , Oh sinyal yang sangat berjasa semoga engkau hidup kembali .


[Image: CIMG2442.jpg]

Cukup banyak Toko2 baru yang dibangun dan berdiri dipinggir jalur KA di sebelah barat stasiun Godong ini bahkan terkesan kian marak , tumbuh dan berkembang dengan pesatnya.


[Image: CIMG2445.jpg]
[/spoiler]
Reply
#54
Quote:
Jaringan rel KA yang menghubungkan antara kota Demak dengan Purwodadi ini hampir dapat dikatakan sulit ditemukan , tetapi masih ada sedikit2 yang bisa dijadikan saksi sejarah perkeretaapian di koridor ini.

[spoiler]

[Image: CIMG2447-1.jpg]



[Image: CIMG2448.jpg]


[Image: CIMG2449.jpg]


[Image: CIMG2451.jpg]

Bangunan Stasiun KA Godong ini sudah berubah fungsi menjadi Pasar dan Pertokoan


[Image: CIMG2452.jpg][/spoiler]

Quote:
Tampak pada Pic2 di bawah . walaupun berubah fungsi tetapi terlihat terawat dan masih dapat memasukkan kocek ke pundi2 Perusahaan . Bermacam2 dunia usaha , Bengkel , Dealer , Toko sembako , Warung Makan , Koperasi telah memanfaatkan bangunan Stasiun KA Godong , 18 km di sebelah barat kota Purwodadi dari pic terlihat memang sangat terawat bangunan tua yang seharusnya masuk konservasi ini
.

[spoiler]

[Image: CIMG2453.jpg]


[Image: CIMG2454-1.jpg]

Dan Stasiun ini termasuk Stasiun Pulau , bangunan diapit oleh Rel dan pada pic dulu terdapat 1 Rel KA untuk arah rangkaian menuju ke Purwodadi sampai Blora { ke timur } dan 2 rel lagi yang ada di bagian utara menuju arah Demak sampai Semarang


[Image: CIMG2455.jpg][/spoiler]

Quote:Bagian Timur Stasiun Godong ternyata tumbuh pohon besar yang tadinya merupakan jalur rel KA menuju halte LEKOK

[spoiler]

[Image: CIMG2456-1.jpg]


[Image: CIMG2458.jpg]


[Image: CIMG2459.jpg]

Sekitar 1 kilo meter dari Stasiun Godong ke arah Purwodadi ternyata jalur rel KA memang sudah " Licin Tandas " hilang tak tentu rimbanya.


[Image: CIMG2460.jpg][/spoiler]




Reply
#55
tu stasiun godong sekarang di bikin jadi kaya gitu? Sad emang kenapa si kok di matiin?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)