Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur KA di Jawa Barat Rawan Longsor
#41
Jalur commuter line Cilebut bogor yang dulu pernah longsor......menurut Penduduk sekitar ada sedikit retak. Mungkin bisa di cek lagi oleh pt.kai untuk diantisipasi agar tidak terulang lagi kejadian kemarin dulu. Semoga sekecil apapun info dari masyarakat sekitar cepat direspons dengan baik oleh pt.kai.
Kenangan manis jaman dulu bersama KRD........


[Image: JakartaKotatoCirebon.jpg]

Reply
#42
saran: bagaimana kalau di lereng kiri-kanan sepanjang jalur rel di buat undakan seperti undakan sawah atau terasering
nanti undakan itu bisa dibuat tanam pohon macam-macam
Bandung - Yogyakarta PP (2 & 4 Juli 2013, 31 Des 2013 & 5 Jan 2014, 9 & 11 Agustus 2014)
Bandung - Gambir PP (5 Oktober 2013)
Bandung - Cirebon PP (30 Maret 2014)
Bandung - Malang PP (TBA)
Reply
#43
Menanggapi masukan dari member forum
Chr.christianto.. Terima kasih mas.
Ok saya re-posting disini kembali.
seputar insiden fatal akibat longsor di jalur selatan...

Sedih
Turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi para Korban KA Malabar
Semoga diberi ketabahanNya & kekuatanNya.. Amin

Semoga tidak terulang kembali peristiwa seperti ini...dikemudian hari.
Karena seperti yang sudah-sudah apabila ada peristiwa, insiden apalagi fatal..
baru ada tindakan untuk menanggulangi/mengatasi.
Sebut saja insiden terakhir Bintaro II - Truk Tangki dgn Commuter Line di perlintasan sebidang jalur macet di Bintaro. Setelah insiden, baru ada perubahan arus Lalin jd 1 arah.

Memang "pengalaman/pengetahuan" sesuatu hal adalah guru yg terbaik.. tapi kenapa harus belajar terus kalo sudah "mengetahui /pengalaman" hal tsb ?

Terus terang saya awam dgn hal ttg :
- Jalur Selatan (daerah Tasikmalaya mulai menanjak menyisiri gunung benar tdk?). Tp masa kecil saya tahun 80-an sering naik Mutiara Selatan. Surabaya - Bandung pp. Yg saya paling ingat sejarahnya selalu berhenti di Jogya utk melepas / mengganti Loko BB dgn CC serie lamaatau jd double traksi klo menuju surabaya.
- Detail Teknis Lokomotif Terbaru di Indonesia seri CC 206

Sekedar tukar pikiran/info saja syukur2 ada yg tahu.. utk semua rekan di RF di semboyan35 ini. Yg jadi tanda tanya buat saya :
- Klo liat foto TKP memang daerah perbukitan/lereng.. Klo sdh ada "pengetahuan" daerah itu rawan longsor kenapa tdk ada TANGGUL / KONSTRUKSI beton di sisi-sisi Rel tsb ? Bukankah jalur selatan ini sudah lama ada ??
- Apakah tdk ada studi kelayakan Geologi kembali, apakah kontur tanah berubah di jalur tsb ? Jadi bukan hanya mengganti Bantalan Rel Beton saja.
- Loko CC 206, total beratnya (tonasenya) berapa ya ? Setahu saya dari visual saja paling besar di Indonesia, dibandingkan CC ato BB generasi sebelumnya. Pasti lebih berat.

Mudah-mudahan dari peristiwa fatal yg tdk diinginkan ini bisa jadi "pengalaman/pengetahuan" utk kedepannya.. bagi perkereta apian Indonesia, yg memang sangat pesat kemajuannya.
Insiden KA Malabar di jalur selatan adalah [insiden pertama utk loko CC 206 nya Indonesia ] dan jgn terulang kembali !
Masih ada Jalur2 lain selain Jalur Selatan ini.. Mengingat ngeri juga ngelihat sisi kanan/kiri Jalur tanjakan Padalarang. (Jembatan2 yg menempel di lereng2 peninggalan Belanda.. benar tidak? mohon rekan2 koreksi klo ada salah)

Ok sekedar uneg2 aja..
Safety First

Salam,
Kangen Naik Kereta Lagi
Reply
#44
(07-04-2014, 08:25 AM)dhevy1974 Wrote: Menanggapi masukan dari member forum
Chr.christianto.. Terima kasih mas.
Ok saya re-posting disini kembali.
seputar insiden fatal akibat longsor di jalur selatan...

Sedih
Turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi para Korban KA Malabar
Semoga diberi ketabahanNya & kekuatanNya.. Amin

Semoga tidak terulang kembali peristiwa seperti ini...dikemudian hari.
Karena seperti yang sudah-sudah apabila ada peristiwa, insiden apalagi fatal..
baru ada tindakan untuk menanggulangi/mengatasi.
Sebut saja insiden terakhir Bintaro II - Truk Tangki dgn Commuter Line di perlintasan sebidang jalur macet di Bintaro. Setelah insiden, baru ada perubahan arus Lalin jd 1 arah.

Memang "pengalaman/pengetahuan" sesuatu hal adalah guru yg terbaik.. tapi kenapa harus belajar terus kalo sudah "mengetahui /pengalaman" hal tsb ?

Terus terang saya awam dgn hal ttg :
- Jalur Selatan (daerah Tasikmalaya mulai menanjak menyisiri gunung benar tdk?). Tp masa kecil saya tahun 80-an sering naik Mutiara Selatan. Surabaya - Bandung pp. Yg saya paling ingat sejarahnya selalu berhenti di Jogya utk melepas / mengganti Loko BB dgn CC serie lamaatau jd double traksi klo menuju surabaya.
- Detail Teknis Lokomotif Terbaru di Indonesia seri CC 206

Sekedar tukar pikiran/info saja syukur2 ada yg tahu.. utk semua rekan di RF di semboyan35 ini. Yg jadi tanda tanya buat saya :
- Klo liat foto TKP memang daerah perbukitan/lereng.. Klo sdh ada "pengetahuan" daerah itu rawan longsor kenapa tdk ada TANGGUL / KONSTRUKSI beton di sisi-sisi Rel tsb ? Bukankah jalur selatan ini sudah lama ada ??
- Apakah tdk ada studi kelayakan Geologi kembali, apakah kontur tanah berubah di jalur tsb ? Jadi bukan hanya mengganti Bantalan Rel Beton saja.
- Loko CC 206, total beratnya (tonasenya) berapa ya ? Setahu saya dari visual saja paling besar di Indonesia, dibandingkan CC ato BB generasi sebelumnya. Pasti lebih berat.

Mudah-mudahan dari peristiwa fatal yg tdk diinginkan ini bisa jadi "pengalaman/pengetahuan" utk kedepannya.. bagi perkereta apian Indonesia, yg memang sangat pesat kemajuannya.
Insiden KA Malabar di jalur selatan adalah [insiden pertama utk loko CC 206 nya Indonesia ] dan jgn terulang kembali !
Masih ada Jalur2 lain selain Jalur Selatan ini.. Mengingat ngeri juga ngelihat sisi kanan/kiri Jalur tanjakan Padalarang. (Jembatan2 yg menempel di lereng2 peninggalan Belanda.. benar tidak? mohon rekan2 koreksi klo ada salah)

Ok sekedar uneg2 aja..
Safety First

Salam,
Kangen Naik Kereta Lagi

Yup, cc206 dan adik pribuminya cc300 memang berat, sama2 sekitar 90 ton. Sebagai pembanding, mbah cc200 sekitar 96 ton, namun dipasangi 2 pasang roda tambahan. Mungkin solusinya lok cc206 dan cc300 jangan dibawa ke jalur2 yang tanahnya (diduga) labil, atau mereka harus dipasang roda tambahan dulu, minimal 1 pasang. CMIIW
Reply
#45
LIPI: tata kelola air antisipasi longsor jalur kereta

Jakarta (ANTARA News) - Peneliti pada Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrin Tohari mengatakan perlunya tata kelola air yang baik di lembah-lembah yang menjadi jalur kereta api guna mengantisipasi terjadinya longsor."Untuk mengantisipasi longsor di jalur kereta api di kawasan lembah, kuncinya ada pada tata kelola air," kata Adrin di Media Center Jakarta, Kamis.Ia menjelaskan bahwa jenis batuan dan pola rekahan juga menjadi pemicu longsor. Batuan vulkanik merupakan batuan muda yang rentan menyebabkan longsor karena kekuatannya rendah. "Sehingga bila ada proses penjenuhan maka batuan menjadi rentan menyebabkan longsor. Sedangkan rekahan yang terisi air dapat menghasilkan daya yang juga memicu terjadinya longsor," ujar dia.Selain itu, Adrin mengatakan morfologi suatu daerah juga dapat memicu terjadinya longsor. Morfologi perbukitan dengan lereng yang terjal dan lembah juga menjadi tempat rawan yang menimbulkan longsor, terutama jika tata kelola air tidak dilakukan dengan baik. "Kejadian di Tasikmalaya, air mengalir mengarah ke lembah ke lokasi rel kereta api. Ini yang memicu longsor," ujar dia. Menurut dia, aktivitas manusia di sekitar jalur kereta api juga dapat menjadi pemicu terjadinya longsor. Sebagai contoh pembuatan kolam ikan, persawahan, perkebunan yang selalu membutuhkan air dalam jumlah banyak sehingga bisa memicu terjadinya longsor. Kepala Pusat Penelitian Fisika LIPI Bambang Widiyatmoko mengatakan antisipasi bencana melalui monitoring secara berkelanjutan menjadi hal yang harus terus dilakukan. Karenanya, menurut dia, peningkatan kemampuan memonitor dengan pengembangan peralatan monitoring yang mampu mendeteksi gejala fisis penyebab bencana seperti tanah longsor dapat dikehui secara dini menjadi penting, meski secara keekonomian tidak populer. "Sehingga korban akibat kecelakaan atau bencana bisa diminimalkan dan dicegah apabila dapat diprediksi secara akurat dengan sistem monitoring yang berkelanjutan," ujar dia.Sementara itu, Plt Direktur Keselamatan Dirjen Perkerataapian Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan pihaknya sudah melakukan beberapa upaya sebagai bentuk pencegahan yang sifatnya manual. Setiap hari, menurut dia, ada dua petugas yang akan mendatangi lokasi-lokasi yang dianggap rawan untuk pemeriksaan pada pagi dan malam hari. Bahkan untuk daerah-daerah yang benar-benar dianggap rawan terjadi longsor pengecekan dilakukan tiga kali dalam satu hari. "Caranya memang konvensional. Jika ada alat-alat yang dapat diinstal (mendeteksi dini bencana longsor) di sana kami harap kecelakaan tidak terjadi lagi," ujar dia.


Sumber: http://m.antaranews.com/berita/428819/li...lur-kereta
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)