Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur mati seluruh RI
oh jadi begitu. Thanks kawan atas infonya. Bisa nambah pengetahuan soal persepuran Indonesi
Reply
(04-07-2010, 05:50 PM)sepur_lori Wrote:
(04-07-2010, 05:41 PM)raditiya Wrote: apakah benar ada jalur mati di daop 9 antara ambulu-puger? Mohon pencerahannya kawan. Suwun Xie Xie

Ane taunya malah jalur Balong-Ambulu. Kalo g salah disitu dulunya jalur trem 600mm lokonya semacam TC sama TD yg sekarang ada di PG Sragi. Mohon dikoreksi kalau salah Xie Xie

Benar. Sebelum ke Sragi, lok itu digunakan di lintas area Karawang-Rengasdeklok-Wadas. Bahkan plat SS itu masih terpasang ...

Lintas Balung (yang benar bukan Balong) ditutup antara tahun 1970-1976.
[Image: overstappen.png]
(04-07-2010, 11:21 PM)Den Baguse Wrote:
(04-07-2010, 08:58 PM)raditiya Wrote: apakah masih ada peninggalannya atau foto2nya?
Itu ko di peta simbolnya beda? Apa karena beda gauge dan buat trem ya?
wah terima kasih ya atas infonyaa Xie Xie

mungkin dibedakan simbulnya karena beda operatornya mas...Playboy

Bukan karena beda operator, tapi untuk menggambarkan perbedaan gauge.

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
mau nanya donk :
1. Waktu saya naik kereta dari arah Cirebon menuju BumiAyu, saya liat ada jalur bercabang lain di sekitar Prupuk. Itu arahnya kemana? Kereta apa saja yang lewat disitu dulunya?

2. Waktu lewat jalan di daerah Tanjung Priok, ada perbaikan jalan sambil nyopotin rel kereta (sekitar 3-4 thn yg lalu klo ngak salah). apakah stasiun Tanjung Priok udah ngak bisa disinggahi kereta lagi? Mengapa?

3. Pernah liat di daerah Baturaden, Banyumas (selatan Gunung Slamet) ada rel kereta di kawasan penduduk. Itu dulunya apa ya?

Makasih yang udah mau jawab pertanyaan niubie ini Pisss ahhh... Big Grin
wannabemyself
Reply
Mas jktpwt...

Tolong pergunakan SEARCHnya sebelum posting...

Pertanyaan Anda sudah terjawab di thread lawas, dan post anda yang ini saya gabung...
Silahkan luangkan waktu untuk baca-baca dan search.

Trims.

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
Den Baguse Wrote:04-Jul-2010, 11:21 PM

(04-Jul-2010 08:58 PM)raditiya Wrote: [ -> ]apakah masih ada peninggalannya atau foto2nya?
Itu ko di peta simbolnya beda? Apa karena beda gauge dan buat trem ya?
wah terima kasih ya atas infonyaa New_xiexie


mungkin dibedakan simbulnya karena beda operatornya mas...New_mawar

Maksudnya rel nya
coba kasih pencerahan
Rel yang pakai blok hitam merupakan rel lintas raya / jalur KA lintas utama , dulunya menggunakan rel type R 33 yang sekarang sudah diganti dengan type R 42 dan R 54 , tekanan gandarnya sekitar 12 ton dan lok mallet bisa melintas di sini dengan kecepatan lebih dari 60 km/jam tergantung lokasi medan , sedangkan rel tanpa blok hitam adalah rel lintas cabang yang dibangun menggunakan type R 25 terkadang penambatnya seperti pasak / paku .Type R 25 ini daya dukungnya dibawah 8 ton dan taspatnya juga rendah sekitar 20 s/d 30 km per jam , Lok mallet tidak direkomendasikan melintas di jalur ini. Jalur KA dengan simbul ini biasanya dilintasi KA dengan lok ringan dan kecil type B dan C untuk masalah lebar rel sama yaitu 1067 mm kecuali di Aceh dan Karawang - Rengadengklok . CMIIW
Reply
Penjelajah Wrote:
cc20x02 Wrote:untuk angkutan ke pindad tumpang kali mas.
Pindad Tumpang? Bukannya Pindad Turen? Kalau Pindad Turen disuplai dari jalur Malang - Dampit.


Mungkin jalur Malang (lebih tepatnya Blimbing, karena rel bercabang di Blimbing)-Tumpang, dulu mungkin salah satunya buat angkut avtur ke Lanud Abdurahman Saleh, karena ada jalur yang bercabang dan masuk ke kompleks Lanud

Maap ga ada gambarnya...
Kalo ada yang lebih tahu mohon pencerahannya....

[Image: 5427593089_0b33ee32b5_m.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)