30-08-2012, 09:17 AM
Saya coba tanggapi keberadaan Komuter Malang Raya, dengan quote dari rekan Ady seperti ini:
Ditambah lagi info rekan bramony di link : http://www.semboyan35.com/showthread.php...654&page=4
seperti di bawah ini:
Design bases untuk pembahasan Komuter MALANG RAYA adalah:
(1) Hanya tersedia C-KRDE AC seperti yang dipakai Kelud Express serta C-KRDE yang pernah di-test ke lintas Malang tetapi gagal
(2) Lintas Jalur KA Lawang-Kepanjen melibatkan gradien yang melebihi daya gerak C-KRDE asli
(3) Mesin awal C-KRDE adalah 1500 HP (mohon koreksi) dan menggerakkan 5 kereta yang terangkai secara "rigit' memakai copler batang. Susunan rangkaian sementara: CTE-M-T1-T2-CT.
Target yang ingin dicapai:
(1) Tersedianya kereta komuter lintas Lawang-Kepanjen dengan konsep DMU (diesel multiple unit), bukan rangkaian kereta ditarik lok.
(2) Kapasitas awal kereta komuter ini untuk membawa penumpang tidak perlu terlalu besar, karena paling tidak dalam jangka waktu 1 tahun kedepan masih pada tahap sosialisasi dan edukasi.
[sebetulnya masih ada pembahasan lain, tapi diloncat saja]
Usulan saya, sebagai alternatif penyelesaian masalah:
(1) Jatah C-KRDE untuk Malang Raya dikembalikan ke rute Lawang-Kepanjen
(2) Tidak perlu dilakukan perubahan engine, karena akan memakan biaya besar.
(3) Untuk memperbesar rasio daya per kereta, maka salah satu kereta T dicopot, sehingga susunan rangkaian menjadi : CTE-M-T-CT.
Usulan saya kiranya dapat menjadi solusi sementara, setidaknya C-KRDE modifikasi ini bisa mengatasi medan jalur KA dengan gradien yang besar.
Barangkali sahabat-sahabat RF Malang dan sekitarnya dapat meneruskan ide ini kepada yang berwenang?
Salam kami
Nurcahyo
*******
(25-07-2012, 05:18 PM)ady_mcady Wrote: mungkin motor traksinya harus ditambah lagi misal 2 atau 4 buah supaya lebih kuat. tetapi apakah mesinnya mendukung bila ditambah 2 lagi?
lalu ada pertanyaan yang masih mengganjal. ckrde ini kan 4 buah TM nya ada di kereta 2 ya? kenapa tidak diletakkan di kereta 1 yang ada mesinnya? mungkin mempengaruhi tractive effortnya lebih kuat.
mohon pencerahannya...
Ditambah lagi info rekan bramony di link : http://www.semboyan35.com/showthread.php...654&page=4
seperti di bawah ini:
Quote:Malang Raya protes nih, kalo KRDE AC ini dibuat rute Sby - Kts - BL, kan sejatina dibuat komuter Kepanjen - Lawang.
Di koran Jawa Pos aka Radar Mlg edisi kmarin, 27 Agt 2012, nyebutin kalo dishub Kota Malang ngga terima kalo komuter ini dialihkan Tapi tetep saja ngga bisa dipaksain pake KRDE AC ini, solusinya perlu upgrade mesin, ato beli baru.
Sumber itu juga menyebutkan kalo komuter ini program dari pemerintah pusat untuk ke daerah, tapi daerah laen lum ada yang mau.
Idealnya komuter yang cocok itu buat Lawang-Kepanjen sejenis KRDH seperti Bumi Geulis, kalo KRDE ngga kuat sampe Lawang tapi sampe Singosari saja.
Design bases untuk pembahasan Komuter MALANG RAYA adalah:
(1) Hanya tersedia C-KRDE AC seperti yang dipakai Kelud Express serta C-KRDE yang pernah di-test ke lintas Malang tetapi gagal
(2) Lintas Jalur KA Lawang-Kepanjen melibatkan gradien yang melebihi daya gerak C-KRDE asli
(3) Mesin awal C-KRDE adalah 1500 HP (mohon koreksi) dan menggerakkan 5 kereta yang terangkai secara "rigit' memakai copler batang. Susunan rangkaian sementara: CTE-M-T1-T2-CT.
Target yang ingin dicapai:
(1) Tersedianya kereta komuter lintas Lawang-Kepanjen dengan konsep DMU (diesel multiple unit), bukan rangkaian kereta ditarik lok.
(2) Kapasitas awal kereta komuter ini untuk membawa penumpang tidak perlu terlalu besar, karena paling tidak dalam jangka waktu 1 tahun kedepan masih pada tahap sosialisasi dan edukasi.
[sebetulnya masih ada pembahasan lain, tapi diloncat saja]
Usulan saya, sebagai alternatif penyelesaian masalah:
(1) Jatah C-KRDE untuk Malang Raya dikembalikan ke rute Lawang-Kepanjen
(2) Tidak perlu dilakukan perubahan engine, karena akan memakan biaya besar.
(3) Untuk memperbesar rasio daya per kereta, maka salah satu kereta T dicopot, sehingga susunan rangkaian menjadi : CTE-M-T-CT.
Usulan saya kiranya dapat menjadi solusi sementara, setidaknya C-KRDE modifikasi ini bisa mengatasi medan jalur KA dengan gradien yang besar.
Barangkali sahabat-sahabat RF Malang dan sekitarnya dapat meneruskan ide ini kepada yang berwenang?
Salam kami
Nurcahyo
*******




