Semboyan35 Indonesian Railfans
Mengoptimalkan rangkaian Idle - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (http://www.semboyan35.com)
+--- Thread: Mengoptimalkan rangkaian Idle (/showthread.php?tid=9033)



Mengoptimalkan rangkaian Idle - BAMBANG EKO - 26-11-2016

Rekan forumers di S 35 tercinta
Gemas rasanya melihat jalur KA Semarang - Solo yang terasa sepi di siang hari , tanpa lalu lalang dan deru mesin lokomotip yang melaju, Padahal jalur ini adalah cikal-bakal lintas KA yang dibangun dan sebagai pembuka trayek KA di Indonesia,
Saat masih Perusahaan KA ini bernama PJKA , lintas ini dilayani oleh 3 atau 4 rangkaian KA Pattas Pandanaran dengan rangkain Lokomotip BB 200 atau BB 301 membawa 4 K3 plus 1 B , Malang tak dapat ditolak dan mujur tak dapat diraih , sekitar th 1977 an jembatan yang menghubungkan Telawah - Karangsono hanyut diterjang banjir , Lintas ini menjadi mati suri , hidup segan mati tak mau.Hingga sekarang untuk KA Lokal hanya ada 1 rangkain yang melintas di petak ini , KA Kalijaga yang menggunakan rangkaian idle KA Bengawan relasi Solo - Pasar Senen
Di tahun 2014 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) gencar melakukan penambahan trayek KA di pelbagai Daop dengan cara memanfaatkan rangkaian idle seperti

1. KA Kertajaya dijalankan kembali sebagai KA Maharani. > Sukses dan bertahan sampai sekarang
2. KA Bangunkarta berjalan sebagai KA Gopakarta s/d sekarang
3. KA Harina berjalan sebagai KA Goparina s/d sekarang
4. KA Turangga berjalan sebagai KA Goparangga s/d sekarang
5. KA Progo berjalan sebagai KA Tegal Ekspres hingga sekarang.
6. KA Bengawan Beroperasi sebagai KA Kalijaga s/d sekarang
7. KA Senja utama Solo sebagai KA Sidomukti
8. KA Jaka Tingkir berjalan sebagai KA Joglokerto hingga kini.

 dan juga ada beberapa kegagalan seperti KA Mutiara Selatan Berjalan sebagai KA Sarangan Ekspres , KA Progo sebagai KA Ajisaka karena okupansinya minim.

Berangkat dari hal di atas , penulis ingin rasanya mengusulkan  beberapa rangkaian KA igle dioperasikan  kembali sebagai KA baru  untuk membangkitkan kembali masa kejayaan lintas SMT - SLO sbb.

1. KA Progo didaulat untuk berjalan sebagai KA EKSPRES PANDANARAN   LPN - SLO - SMT
tiba dari PSE istirahat sebentar .

KA PANDANARAN I

sta Lempuyangan   07.30 
sta Klaten                 08.00
Sta Purwosar       08.35
Sta Balapan             08.45
Sta Gundih              09.30
Sta Kedungjati        10.15
StaSMC                  11.00

Balikke YK

KA PANDANARAN II

sta SMC             11.30
sta Kedungjati  12.15
sta Gundih          13.00
sta Balapan        13.45
sta Purwosari    13.55
sta Klaten          14.25
sta Lempuyangan  15.00

Istirahat di LPN untuk pembersihan dan persiapan berangkat ke PSE sebagai KA PROGO  sekitar 2,5 jam
Ber  Lempuyangan  17.30 tiba di PSE  02.00


2. KA BENGAWAN di Resceduling  dengan menambah perka sbb

KA KALIJAGA I


Sta. Purwosari   05.30
sta. Balapan       05.36
Sta. Gundih   06.18
Sta. Kedung Jati   07,05
Sta. Semarang Tawang   07.50
Sta. Semarang Poncol   08.00

KA KALIJAGA II

Sta. Semarang Poncol   08.30
Sta. Semarang Tawang   08.37
Sta. Kedung Jati   09.20
Sta.Gundih  10.12
Sta. Solo Balapan  10.55
Sta. Purwosari  11.00
 
KA KALIJAGA III

Sta. Purwosari   11.30
Sta. Solo Balapan   11.36
Sta. Gundih   12.15
Sta. Kedung Jati   13.00
Sta. Semarang Tawang   13.45
Sta. Semarang Poncol   13.55

KA  KALIJAGA  IV

Sta. Semarang Poncol   14.30
Sta. Semarang Tawang   14.38
Sta. Kedung Jati   15.15
Sta. Gundih  16.00
Sta. Solo Balapan  16.50
Sta. Purwosari  17.00

Jam 19.00  berangkat ke PSE sebagai KA BENGAWAN  PWS - PSE

 tiba di PSE jam 04.30 merupakan waktu yang ideal bagi penumpang KA Bengawan untuk melanjutkan perjalanan ke rumah dengan berganti moda transportasi lain. Masih ada waktu sekitar 7 jam untuk perawatan , pembersihan rangkaian , karena jam 11.30 baru diberangkatkan kembali dari PSE menuju Solo


3. KA BATHARA KRESNA
Rangkaian ini diperpanjang sampai Semarang setelah bertugas menyusuri lintas yang sudah ada, Solo-Wonogiri 2 X PP

1 KA BATHARA KRESNA I
 sta Purwosari  06.00
 sta Wonogiri   07,35

2 KA BATHARA KRESNA II
sta Wonogiri   08.00
sta Purwosari  09.45

3.KA BATHARA KRESNA III
sta Purwosari  10,00
sta Wonogiri    11.45


4. KA BATHARA KRESNA IV
sta Wonogiri   12.15
sta Purwosari  14.00

Setelah sampai di Purwosari , Rangkaian ini didaulat berjalan sebagai KA PANDANWANGI relasi PWS - SMC sbb :

KA PANDANWANGI I

sta Purwosari               14.30
sta Semarang Poncol  17.00

KA PANDANWANGI II

sta Semarang Poncol  17.30
sta Purwosari               20.00

Kesimpulannya

Lintas SLO - SMC dan sebaliknya   dilayani oleh 4 KA LOKAL
sbb :

1. KA KALIJAGA I               PWS > SMC               05.30 - 08.00
2. KA PANDANARAN I       LPN  > PWS > SMC   07.30 - 08.45  - 11.00
3. KA KALIJAGA III           PWS > SMC                11.30 - 13.55
4. KA PANDANWANGI  I    PWS > SMC                14.30 - 17.00

1. KA KALIJAGA II            SMC > PWS                 08.30 - 11.00
2, KA PANDANARAN II     SMC > PWS > LPN     11.30 - 13.45 - 15.00
3. KA KALIJAGA IV            SMC > PWS                14.30 - 17.00
4. KA PANDANWANGI II  SMC > PWS                 17.30  - 20.00

Demi meramaikan kembali forum ini mohon para forumer memberikan tanggapannya
tq





RE: Mengoptimalkan rangkaian Idle - paulus - 26-11-2016

Saya komentar dikit ya...

Mengenai Bathara Kresna, kan wujudnya railbus, apakah cocok jalan jauh ke Semarang??


RE: Mengoptimalkan rangkaian Idle - BAMBANG EKO - 28-11-2016


coba sharing :

1. Untuk ke Semarang gradiennya ngga berat / hampir nggak ada tanjakan yang terjal , cenderung datar.
2. Jarak Solo - Semarang sekitar 110 km
3. Mesin Rail Bus dirancang mirip-mirip dengan KRD/KRDI
4. Pernah saya baca , pruduktifitas KRD per hari idealnya adalah 500 km, sedangkan total produktifitas RB Bathara Kresna baru sekitar 150          km per hari , masih ada peluang untuk ditambah. Jika saja diperpanjang sampai Semarang , pencapaian produktivitasnya baru sekitar 370 km perhari , masih ada waktu untuk beristirahat dan perawatan.
5. Stasiun kecil yang tidak disinggahi KA Kalijaga dapat dilayani oleh RB ini sehingga seluruh masyarakat yang berdekatan dengan Stasiun di     lintas Semarang-Solo dapat mengakses KA sebagai perwujudan keadilan sosial.
6. Pada saat KRD Nippon Sharyo baru datang , pernah diuji-coba menggantikan rangkaian KA Tawang Mas di lintas SMT > PSE , terbukti     dengan sangat gemilang , hampir tidak ditemukan masalah bahkan datang di stasiun tujuan hampir selalu on time , jika dibandingkan dengan   KA Tawang Mas yang menggunakan rangkaian biasa yang ditarik lokomotip.
7. Dapat membuka peluang terbukanya trayek baru Wonogiri - Semarang.

demikian , semoga menjadikan pertimbangan,


RE: Mengoptimalkan rangkaian Idle - BAMBANG EKO - 30-11-2016

Quote:Paulus

26-11-2016, 10:15 PM  
Saya komentar dikit ya...

Mengenai Bathara Kresna, kan wujudnya railbus, apakah cocok jalan jauh ke Semarang??

Rail Bus kan Setara dengan KRDI
KA Blora Jaya yang menggunakan rangkaian KRDI dalam sehari mampu menempuh jarak sekitar 140 km x 4 = 560 km.

 O iya . KA Kedung Sepur sepertinya juga masih ada slot kosong , sehingga masih dapat ditambah jadwalnya ,  btw sekarang baru menempuh jarak  60 km x 4 =  240 km
tinggal okupansi penumpang saja yang harus menjadi bahan pertimbangan


RE: Mengoptimalkan rangkaian Idle - forever.agus - 30-11-2016

Hihihi kalo diberlakukan gitu, rangkaian Progo sedikit lagi muterin Tegal-Cirebon-Purwokerto-Jogja-Solo Semarang tuh.
Sebagai Progo, Tegal Ekspres, sama usulan Pandanaran.

Kalo diliat dari jadwal yang diusulkan, rangkaiannya akan lebih lama istirahat di Jakarta, walaupun sebenarnya juga enggak lama banget. Kalo misal ada gangguan di lintas, alamat kacau balau tuh kalo ga punya rangkaian cadangan.


RE: Mengoptimalkan rangkaian Idle - Ardhani Muhad - 01-12-2016

[quote='BAMBANG EKO' pid='430810' dateline='1480161571'

1. KA Progo didaulat untuk berjalan sebagai KA EKSPRES PANDANARAN   LPN - SLO - SMT
tiba dari PSE istirahat sebentar .

KA PANDANARAN I

sta Lempuyangan   07.30 
sta Klaten                 08.00
Sta Purwosar       08.35
Sta Balapan             08.45
Sta Gundih              09.30
Sta Kedungjati        10.15
StaSMC                  11.00

Balikke YK

KA PANDANARAN II

sta SMC             11.30
sta Kedungjati  12.15
sta Gundih          13.00
sta Balapan        13.45
sta Purwosari    13.55
sta Klaten          14.25
sta Lempuyangan  15.00

Istirahat di LPN untuk pembersihan dan persiapan berangkat ke PSE sebagai KA PROGO  sekitar 2,5 jam
Ber  Lempuyangan  17.30 tiba di PSE  02.00


------------------------------------------

3. KA BATHARA KRESNA
Rangkaian ini diperpanjang sampai Semarang setelah bertugas menyusuri lintas yang sudah ada, Solo-Wonogiri  2 X PP

1 KA BATHARA KRESNA I
 sta Purwosari  06.00
 sta Wonogiri   07,35

2 KA BATHARA KRESNA II
sta Wonogiri   08.00
sta Purwosari  09.45

3.KA BATHARA KRESNA III
sta Purwosari  10,00
sta Wonogiri    11.45


4. KA BATHARA KRESNA IV
sta Wonogiri   12.15
sta Purwosari  14.00

Setelah sampai di Purwosari , Rangkaian ini didaulat berjalan sebagai KA PANDANWANGI relasi PWS - SMC sbb :

KA PANDANWANGI I

sta Purwosari               14.30
sta Semarang Poncol  17.00

KA PANDANWANGI II

sta Semarang Poncol  17.30
sta Purwosari               20.00

Kesimpulannya

Lintas SLO - SMC dan sebaliknya   dilayani oleh 4 KA LOKAL
sbb :

1. KA KALIJAGA I               PWS > SMC               05.30 - 08.00
2. KA PANDANARAN I       LPN  > PWS > SMC    07.30 - 08.45  - 11.00
3. KA KALIJAGA III           PWS > SMC                11.30 - 13.55
4. KA PANDANWANGI  I    PWS > SMC                14.30 - 17.00

1. KA KALIJAGA II            SMC > PWS                 08.30 - 11.00
2, KA PANDANARAN II     SMC > PWS > LPN     11.30 - 13.45 - 15.00
3. KA KALIJAGA IV            SMC > PWS                14.30 - 17.00
4. KA PANDANWANGI II  SMC > PWS                 17.30  - 20.00

Demi meramaikan kembali forum ini mohon para forumer memberikan tanggapannya
tq



[/quote

Ijin menanggapi,
1. Semisal rangkaian Progo didaulat menjadi Pandanwangi, ada kendala di pencucian rangkaian mengingat ada KA Bogowonto yang berangkat jam 9 pagi dari LPN. Sepengamatan saya, Bogo dulu yang dicuci baru rangkaian Progo. Makanya waktu pengoperasian KA Ajisaka sempat beberapa kali terlambat gegara antri cuci.
Sebagai solusinya mungkin bisa rangkaian Progo didaulat untuk kereta YK/LPN-MN. Ber LPN jam 10.00, tiba MN 12.30 kemudian Ber MN jam 13.00, tiba YK 15.30. Namun, IMHO mendingan nunggu  SLO-MN double track dahulu. Waktu tempuh jadi lebih singkat & semisal ada rinja tidak terlalu mengganggu jadwal KA yang asli
------------------
3. Menurut saya, KRD mending jangan terlalu diajak kerja keras. Saya kurang tahu bagaimana persisnya kesehatan KRD, tapi kayaknya perawatan KRD lebih intens daripada kereta jenis lain. Terus juga diperlukan rangkaian cadangan semisal ada kendala


RE: Mengoptimalkan rangkaian Idle - BAMBANG EKO - 03-12-2016

Quote: Ardhani Muhad


Ijin menanggapi,
1. Semisal rangkaian Progo didaulat menjadi Pandanwangi, ada kendala di pencucian rangkaian mengingat ada KA Bogowonto yang berangkat jam 9 pagi dari LPN. Sepengamatan saya, Bogo dulu yang dicuci baru rangkaian Progo. Makanya waktu pengoperasian KA Ajisaka sempat beberapa kali terlambat gegara antri cuci.
Sebagai solusinya mungkin bisa rangkaian Progo didaulat untuk kereta YK/LPN-MN. Ber LPN jam 10.00, tiba MN 12.30 kemudian Ber MN jam 13.00, tiba YK 15.30. Namun, IMHO mendingan nunggu SLO-MN double track dahulu. Waktu tempuh jadi lebih singkat & semisal ada rinja tidak terlalu mengganggu jadwal KA yang asli
------------------
3. Menurut saya, KRD mending jangan terlalu diajak kerja keras. Saya kurang tahu bagaimana persisnya kesehatan KRD, tapi kayaknya perawatan KRD lebih intens daripada kereta jenis lain. Terus juga diperlukan rangkaian cadangan semisal ada kendala

Ijin menanggapi juga

>  Kalau masalah antri cuci mungkin sarana untuk mencuci rangkaian yang harus ditambah baik emplasemen ,instalasi  air dan tenaga kerjanya atau pengaturan jadwal kerjanya yang harus diatur ulang

> Rangkaian RB / KRD / KRDE / KRDI memang telah mendapatkan perhatian khusus,tetapi selama masih dalam batas jam kerja dan daya jelajah sepertinya masih bisa dimaksimalkan

sebagai contoh 
> rangkaian yang ditarik Lokomotip semisal KA Kertajaya dalam1 hari mampu menjelajah :
PSE > SBI  ( 720 km ) + SBI > SMC ( 280 km ) + SMC > SBI ( 280 km ) =  1280 km

> Contoh untuk rangkaian KRDI  Cepu Ekspres
CU > SBI  ( 140 km )  + SBI > CU ( 140km ) + CU > SMC ( 140 km )  + SMC > CU ( 140km )
jadi untuk KRDI sudah terbukti mampu menjelajah sejauh 560 km per hari.

demikian tanggapan saya . mohon koreksi dan tanggapannya agar forum lebih semarak.


RE: Mengoptimalkan rangkaian Idle - BAMBANG EKO - 04-12-2016


Quote: Ardhani Muhad


Ijin menanggapi,
1. Semisal rangkaian Progo didaulat menjadi Pandanwangi, ada kendala di pencucian rangkaian mengingat ada KA Bogowonto yang berangkat jam 9 pagi dari LPN. Sepengamatan saya, Bogo dulu yang dicuci baru rangkaian Progo. Makanya waktu pengoperasian KA Ajisaka sempat beberapa kali terlambat gegara antri cuci.
Sebagai solusinya mungkin bisa rangkaian Progo didaulat untuk kereta YK/LPN-MN. Ber LPN jam 10.00, tiba MN 12.30 kemudian Ber MN jam 13.00, tiba YK 15.30. Namun, IMHO mendingan nunggu  SLO-MN double track dahulu. Waktu tempuh jadi lebih singkat & semisal ada rinja tidak terlalu mengganggu jadwal KA yang asli
------------------
3. Menurut saya, KRD mending jangan terlalu diajak kerja keras. Saya kurang tahu bagaimana persisnya kesehatan KRD, tapi kayaknya perawatan KRD lebih intens daripada kereta jenis lain. Terus juga diperlukan rangkaian cadangan semisal ada kendala
Quote:Ijin menanggapi juga

>  Kalau masalah antri cuci mungkin sarana untuk mencuci rangkaian yang harus ditambah baik emplasemen ,instalasi  air dan tenaga kerjanya atau pengaturan jadwal kerjanya yang harus diatur ulang

> Rangkaian RB / KRD / KRDE / KRDI memang telah mendapatkan perhatian khusus,tetapi selama masih dalam batas jam kerja dan daya jelajah sepertinya masih bisa dimaksimalkan

sebagai contoh 
> rangkaian yang ditarik Lokomotip semisal KA Kertajaya dalam1 hari mampu menjelajah :
PSE > SBI  ( 720 km ) + SBI > SMC ( 280 km ) + SMC > SBI ( 280 km ) =  1280 km

> Contoh untuk rangkaian KRDI  Cepu Ekspres
CU > SBI  ( 140 km )  + SBI > CU ( 140km ) + CU > SMC ( 140 km )  + SMC > CU ( 140km )
jadi untuk KRDI sudah terbukti mampu menjelajah sejauh 560 km per hari.

demikian tanggapan saya . mohon koreksi dan tanggapannya agar forum lebih semarak.


Oh iya
saat KA Cirebon Ekspres menggunakan stamformasi KRD Nippon Sharyo , dalam 1 hari mempunyai jarak jelajah
219 km x 4 = 876 km


RE: Mengoptimalkan rangkaian Idle - BAMBANG EKO - 06-12-2016

Program optimalisasi rangkaian dengan cara memanfaatkan rangkaian idle ini sudah dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) semasa masih jaman PJKA.
sebagai contoh sbb :

> Rangkaian KA Senja Utama Solo yang " bobok manis " di siang hari didaulat untuk berjalan sebagai KA Prambanan Ekspres 2 x sehari. Karena waktu tempuh yang menjanjikan membuat pemerjalan Solo - Yogya ini menjadikan andalan karena lebih cepat dari moda ban karet , okupansi merambat naik , pelan tapi pasti . Hitung punya hitung para Abdi dalem Daop 6 ini menyimpulkan bahwa tidak ada ruginya kalau KA Prameks ini mempunyai armada sendiri. Lahirlah KRD Nippon Sharyo sebagai armada KA Pramek yang pada awalnya melintas di petak Solo - Yogya 4 Trip perhari.

> Rangkaian KA Senja Utama SMT - PSE yang pada awalnya menikmati istirahat panjang di siang hari didaulat menjadi KA Fajar Utama SMT - PSE dengan rangkaian BB 200 - 4 K2 - KM2 - BP yang dioperasikan pada hari tertentu , Sabtu , Minggu dan Senin. Setelah sukses mendulang fulus maka rangkaian KA ini dijadikan KA Reguler dan pada akhirnya didaulat meluncur 1 minggu penuh atau 7 x per minggu.

demikian pula KA Fajar Utama Yogya yang juga menggunakan rangkaian KA Senja Utama YK dengan stamformasi CC 201 - 6 K2 - MP

mungkin ada yng mau nambahiin , monggo.