Semboyan35 Indonesian Railfans
K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (http://www.semboyan35.com)
+--- Thread: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa (/showthread.php?tid=9026)

Pages: 1 2 3


K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - 46rossi - 05-10-2016

Quote:

BANDUNG, suaramerdeka.com - Apalah arti kereta yang terlihat mewah  namun tak ada kenyamanan di dalamnya. Kesan itu cukup kuat tergelar pada produk terbaru PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Selepas Ultah Ke-71, pada 28 September 2016, operator plat merah itu meluncurkan rangkaian terbaru KA kelas ekonomi komersial guna menggantikan kelas bisnis.
Langkah ini sekaligus menandai mulai berakhirnya esksistensi kelas bisnis dalam lini pelayanan perseroan. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) hanya akan menawarkan kelas eksekutif dan ekonomi dalam produk KA penumpangnya.
KA-KA kelas bisnis yang “dihabisi” itu adalah KA Fajar Utama dan Senja Utama Yogya relasi Yogyakarta-Pasar Senen serta KA Mutiara Selatan rute Bandung-Surabaya.
Semuanya digantikan rangkaian baru kelas ekonomi buatan PT INKA. Seluruhnya ada 5 set, pemesanan tahun 2014. Dari luar, kereta gres itu memang bikin kagum. Interior pun mentereng.
Persoalan timbul pada kursi dan jarak antar kursi. Kursi memang empuk tapi terasa kaku alias tak bisa diatur (reclining seat) dengan sandaran yang begitu tegak.
Kerapatan antarbangku dengan formasi 2-2 itu membuat ruang kaki terasa sesak. Selonjoran terutama bagi sebagian penumpang bisa menjadi barang langka. Tak heran banyak keluhan yang dilontarkan.
“Ruangan sih oke. Tapi perjalanan kami ini berjam-jam Mas, tapi kaki susah digerakan. Sandarannya juga kaku. Harus tegak terus. Apalagi kami sudah tua. Turun-turun harus dipijat sepertinya buat meluruskan badan,” kata Praminingsih (58) yang bersama suaminya, Purwono (71) naik KA Mutiara Selatan ke Surabaya dari Bandung, sore itu.
“Ini sih kursi yang buat bus-bus umum. Sempit banget. Makanya kami komplain pas berangkat dari Surabaya ke petugas, kok kayak gini perubahannya, bukan tambah enak, kita di kereta 13 jam lho,” timpal penumpang lainnya.
Di sosial media, tata letak kursi kelas ekonomi komersial itu juga menjadi sorotan. Jarak antarkursi itu bahkan disamakan dengan kursi bus bumel, bus ekonomi yang tak jarang menumpuk penumpang. Kursinya pun kadang membuat susah bagi penumpangnya untuk keluar karena saking rapatnya.
Lay out kursi pada kelas ekonomi komersial, alias tanpa subsidi yang berkapasitas muat 80 penumpang itu bahkan dinilai masih kalah nyaman dibandingkan kereta ekonomi subsidi dengam formasi 3-2 untuk membagi total daya muatnya sebanyak 106 penumpang.


Bagaimana pendapat rekan-rekan sekalian. Saya memang belum pernah naik K3-2016.


RE: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - stasiunkastephanie - 05-10-2016

Kayaknya lebih cocok kalo pembahasan begini dipindah ke , soalnya juga masih menyinggung masalah kereta baru. Thx... Bye Bye


RE: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - BAMBANG EKO - 05-10-2016


>  Mohon ditinjau ulang untuk desain kemiringan jok tempat duduk penumpang
>  Desain ini  byw mirip dengan   K1 847 saat baru datang dari Rumania , mohon dirubah menjadi reckining seat.
Katanya mau memanjakan penumpang lha kalau begini apa namanya  hayyooo  ??????


RE: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - CC-201-23 - 06-10-2016

Mewah? ngga. Menyiksa? iya, terutama bagi mereka yang berkaki panjang


RE: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - Dana Komuter - 10-10-2016

Home » Nasional » PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Akui Rangkaian Baru KA Ekonomi Bermasalah
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Akui Rangkaian Baru KA Ekonomi Bermasalah
4 Oktober 2016 19:46 WIB
BANDUNG, suaramerdeka.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) tak membantah persoalan ketidak nyamanan dari rangkaian baru kereta kelas ekonomi komersial yang baru dioperasikan pasca HUT perseroan pada akhit September 2016. Meski demikian, operator plat merah itu tak mau menjadikannya sebagai sebuah masalah besar terlebih harus menilai performa produk PT INKA itu. “Kami tak mau berpolemik siapa yang mendesain bagian interiornya, bahwa kereta itu tidak nyaman seperti dikeluhkan, sudah kami ketahui,”kata Jubir PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Pusat, Agus Komaruddin. Dia menjelaskan bahwa pihaknya menerima rangkaian gres tersebut berdasarkan pemesanan yang dilakukan pada 2014. Pemesanan itu dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik. Bahwa kenyamanan akan menganggu citra perusahaan sekali pun gerbongnya mewah, Agus tak menampiknya. Karenanya, pihaknya langsung melakukan evaluasi terhadap keberadaan gerbong penumpang tersebut.

“Intinya keluhan itu kami terima dan kami siap melakukan evaluasi sekaligus melakukan perbaikan, termasuk opsi mengubah tata letaknya,”katanya. Opsi lain adalah menjadikan keluhan itu sebagai catatan mengingat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih banyak melakukan pemesanan terhadap INKA sehingga gerbongnya memberikan kenyamanan bagi penumpang. Pada 2017, pengadaan gerbong yang dipercayakan ke pabrik kereta yang berbasis di Madiun adalah sebanyak 438 unit. Rinciannya 210 kereta kelas eksekutif, 143 kereta kelas ekonomi dengan masing-masing 80 seat, 7 kereta kelas ekonomi 64 seat, 32 kereta makan kelas eksekutif, 7 kereta makan kelas ekonomi dan 39 kereta pembangkit.

Sebagai perusahaan yang terus mendapat apresiasi pasca perubahan atas pelayanannya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memang harus merespon cepat. Jangan sampai kemudian, penumpang dianggap angin lalu seperti kesan yang muncul pada lembar pengumuman di sebuah stasiun wilayah Daop VII Madiun. Isinya, “Kepada Penumpang yang Turun dari Kereta Api Kami Persilahkan untuk Keluar Maksimal 15 Menit Setelah Turun dari Kereta, Terima Kasih….!!!”. Padahal, penumpang sudah keluar banyak uang karena tiket tak lagi murah. Seorang penumpang meminta perbaikan itu dapat segera dilakukan. Minimal kenyamannya bisa menyamai kondisi kereta kelas bisnis yang oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bakal dilikuidasi sepenuhnya. “Masih lebih bagus kursi kelas bisnis yang dulu kalau lihat kereta yang baru ini, harusnya dipikir dulu, masa sempit kayak gini, percuma dalamnya bagus tapi kita tak menikmati perjalanan gara-gara kursi,” kata Elly Yunalia (63), penumpang KA Mutiara Selatan rute Bandung-Surabaya.

(Setyadi Dwi/CN34/SM Network)




RE: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - BAMBANG EKO - 11-10-2016


Quote:
Quote:PT Kereta Api Indonesia (KAI) tak membantah persoalan ketidak nyamanan dari rangkaian baru kereta kelas ekonomi komersial yang baru dioperasikan pasca HUT perseroan pada akhit September 2016.
Quote:Agus tak menampiknya. Karenanya, pihaknya langsung melakukan evaluasi terhadap keberadaan gerbong penumpang tersebut.

Quote:“Intinya keluhan itu kami terima dan kami siap melakukan evaluasi sekaligus melakukan perbaikan, termasuk opsi mengubah tata letaknya,”katanya.

Bethe Bethe

Quote:“Kepada Penumpang yang Turun dari Kereta Api Kami Persilahkan untuk Keluar Maksimal 15 Menit Setelah Turun dari Kereta, Terima Kasih….!!!”

SANGAT TERKESAN KALAU PENUMPANG DIUSIR DARI DALAM STASIUN

inikah yang disebut sebagai bagian dari peningkatan  pelayanan kepada penumpang KA

Ngakak Ngakak Ngakak



RE: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - Hungry Soul - 11-10-2016

Berhubung banjir protesnya sudah menyaingi arus yang sering menjebol bendung katulampa, sepertinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mulai sadar dan waras...



isi beritanya:
Diprotes Soal Kursi Tak Manusiawi, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Janji Akan Memperbaiki

BANDUNG, suaramerdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjanjikan perbaikan atas protes seribuan orang yang menandatangani petisi menuntut kursi yang manusiawi bagi perjalanan tiga KA Kelas Ekonomi Komersial yang disuarakan melalui change.org dan sosial media.

“Kami menilai itu sebagai masukan yang cukup menarik. Kami senang atas perhatian tersebut, perbaikan akan segera kami lakukan,” tandas Direktur Komersial PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (Persero), M Kuncoro Wibowo di Bandung, Senin (10/10).

Bahwa bukti operator plat merah itu menerima masukan tersebut adalah dengan cara mengembalikan rangkaian kereta kelas bisnis secara bertahap terhadap operasional ketiga KA tersebut.

Kuncoro menyebut perubahan itu membutuhkan waktu. Hal ini terkait dengan sifat operasional KA yang harus disiapkan secara terencana. BUMN transportasi itu menjadwalkan pergantian ini dilakukan mulai 15 Oktober 2016. “Untuk tahap pertama, Fajar dan Senja Utama, kemudian menyusul Mutiara Selatan. Semuanya bertahap, tak bisa serta merta mengingat kami pun mesti mempertimbangkan proses pemesanan sebelum perubahan,” jelasnya.

Dia pun menegaskan bahwa penggunaan rangkaian kereta kelas bisnis bersifat sementara. Akhir tahun, ketiga rangkaian KA tersebut bakal digantikan 3 train set anyar buatan PT INKA sebagai bagian program penyegaran armada uzur.

Tiga rangkaian KA yang dipermasalahkan itu pun sebenarnya masih bikinan INKA. Hanya saja, merujuk protes keras masyarakat, Kuncoro Wibowo menjanjikan konfigurasi kursi di kabin yang lebih nyaman. “Opsi meredesain sangat terbuka. Kami akan lebih detail termasuk pertimbangan sisi ergonomis-nya, dan bentuk kursi yang dianggap cocok untuk perjalanan jarak jauh,” katanya.

Sedangkan tiga rangkaian baru yang tak lagi digunakan itu akan dialokasikan untuk memperkuat perjalanan KA jarak pendek dengan lama perjalanan 3-4 jam. Ketiga KA tersebut adalah KA Argo Parahyangan relasi Bandung-Jakarta, KA Cirebon Ekspres relasi Jakarta-Cirebon, dan KA Sancaka rute Yogyakarta-Surabaya.

Sebelumnya, petisi yang menggugat pelayanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang digagas Sabiq Saputra pada akhir pekan lalu itu hingga Senin (10/10) Pukul 17.45 WIB, sudah menjaring suara 1.652 orang. Sebelumnya, bangku pada KA Ekonomi Komersial sebagai pengganti rangkaian KA Bisnis Mutiara Selatan rute Bandung-Surabaya, Fajar dan Senja Utama relasi Yogyakarta-Pasar Senen dinilai tak menawarkan kenyamanan sama sekali. Sebaliknya bentuk kursi yang tegak dan ruang kaki yang sempit dinilai bisa memicu resiko pada kesehatan. (Setiady Dwi/CN38/SM Network)


RE: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - dedy vh - 11-10-2016

tetap aja walaupun kai sudah sanggup mendatangkan laba yang cukup besar namun menurut saya untuk meningkatkan pendapatan pun kai tidak dapat memenjakan penumpangnya terbukti dengan kasus seprti ini. spt nya kai tidak rela dengan kappasitas yang 106 seat diganti dengan yang format 2-2


RE: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - Sinichikudo - 11-10-2016

gak setuju memang dengan kereta ini..sudah berapa kali KAI mengeluarkan kereta yang gak sesuai ekspetasi..dimulai dengan singosari yang gagal,lalu rangkaian ini lagi.
ayolah KAI,denger denger kemarin sudah dapat laba sangat besar saat mudik lebaran.kenapa kok jadi menurun gini pelayanannya Sedih

semoga cepat berbenah,sesuai motto "kepuasan anda,prioritas kami" Ngakak


RE: K3 Baru : Mewah tapi menyiksa - Ardhani Muhad - 13-10-2016


Berarti per 15 Oktober balik lagi ke K2 ya? ada penyesuaian tempat duduk ya di boarding pass penumpang sepertinya..
Kalau liat di situs pemesanan tiket, Senjut YK & Fajrut YK belum nampak untuk keberangkatan 15 oktober sampai tahun

Semisal dire-desain ada kemungkinan dibikin berhadap-hadapan seperti K3Plus yang lain.  Semacam pilihan yang sulit antara privasi terjaga tapi kaki pegel atau privasi terganggu tapi ga bikin kaki pegel. Untuk yang terbiasa naik K3 sih ga masalah ya (kecuali dengan tarifnya yang kayak K2  Ngeledek ), tapi untuk yang terbiasa naik K2 & ada kepentingan untuk menyusui tentu bisa merasa terganggu privasinya.