Semboyan35 Indonesian Railfans
Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (http://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Hobby (http://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=6)
+--- Forum: Mblusukan (http://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=24)
+--- Thread: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara (/showthread.php?tid=7773)

Pages: 1 2 3


RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Mr.tupolev - 15-11-2012

Coba tanyain ke sesepuh di daerah situ , mungkin tau kang


RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - herupendowo - 17-11-2012

(14-11-2012, 05:01 PM)zainal Wrote:  Sebaiknya diadakan acara mblusukan dech. Sayang banget ya, jejak sudah raib.Sakit
masuk ke FB grup jalur KA non aktif di indonesia atau ke http://www.banjoemas.com....Xie Xie


RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Spoorlijn - 19-11-2012



Mohon pencerahan dari para railfans semua, apa dalam perkeretaapian jaman belanda dulu, ada istilah STOPPLAATS ? apakah itu nama lain dari halte/stasiun kereta api ?
Saya melihat istilah itu di peta Mandiradja tempo doeloe dari http://www.kit.nl.
Kalaupun itu halte kereta, kok letaknya tidak sejajar rel ya ? malah di seberang jalan ...


RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Warteg - 27-11-2012

Stopplaats atau Spoorweghalte,,,
Yap, semacam halte pemberhentian kereta api Xie Xie


RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Disa Poeang - 28-11-2012

(19-11-2012, 02:12 PM)Spoorlijn Wrote:  

Mohon pencerahan dari para railfans semua, apa dalam perkeretaapian jaman belanda dulu, ada istilah STOPPLAATS ? apakah itu nama lain dari halte/stasiun kereta api ?
Saya melihat istilah itu di peta Mandiradja tempo doeloe dari http://www.kit.nl.
Kalaupun itu halte kereta, kok letaknya tidak sejajar rel ya ? malah di seberang jalan ...

Istilah itu ada mas, bahkan sampai jadi nama suatu daerah (walau tdk resmi) seperti di St. Tanjung Barat (Jakarta) dikenal dgn nama STOPLAS atau TOPLAS. Tks atas foto2 yang padat info dari mas Spoorlijn. Trims


RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Spoorlijn - 28-11-2012

Di depan Stasiun Bandjarnegara ( sekarang sudah tidak aktif ) ada perempatan namanya Koplak ( mohon koreksi kalau salah karena saya sudah meninggalkan daerah tsb 20 tahun-an yang lalu ), bisa jadi ini berasal dari istilah stopplaat itu ya ...

ini foto perempatan tsb, stasiunnya di pojokan kanan foto, tidak terlihat.


sumber foto : http://www.tripmondo.com/indonesia/central-java/banjarnegara/picture-gallery-of-banjarnegara/


RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Warteg - 30-11-2012

Bekas Stasiun Banjarnegara juga sekarang mangkrak tidak terurus
Tapi disitu ada Gerbong Ketel bergandar satu peninggalan SS
SedihSedih


RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Spoorlijn - 30-11-2012


[/quote]

Insyaalloh kalau saya pulang kampung, saya bakal berfoto persis di tempat orang bule yang lagi berkacak pinggang itu, dan berpose dengan gaya yang sama juga.


RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Warteg - 12-01-2013

"Sumber Berita"

SedihMengenang Jalur KA Wonosobo - Banjarnegara - PurwokertoSedih
Lebih dari seabad yang lalu, kereta api uap masuk ke Kota Wonosobo. Pada 1912, pembangunan rel kereta api berhasil mencapai ibu kota kabupaten tertinggi di Jateng. Hal itu merupakan prestasi tersendiri yang cukup luar biasa yang dibangun oleh maskapai perkeretaapian SDS (Serajoedal Stoomtram Maatschappij). Rintisan untuk mewujudkan sarana transportasi massal maupun angkutan barang di daerah pegunungan tersebut, sudah bisa direalisasikan sejak 100 tahun silam.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, tatkala sarana transportasi darat (jalan raya) semakin padat dengan tingkat kecelakaan yang relatif tinggi sehingga memerlukan alat transportasi yang aman dan nyaman, ternyata keberadaan kereta api di sejumlah daerah, saat ini hanya tinggal kenangan. Termasuk di antaranya kereta api yang menghubungkan Wonosobo-Banjarnegara-Purwokerto.

Mantan Kepala Stasiun kereta api Wonosobo, Sudjono (73 tahun), menceritakan perjalanan kereta api antara Wonosobo-Purwokerto, pada awalnya dilayani oleh kereta api uap. Rangkaian gerbong ditarik lokomotif berbahan bakar kayu atau batu bara. Dalam perjalanan, kereta tua ini mengisi air untuk ketel lokomotif. Tetapi karena kesulitan bahan bakar, maka pada 1970-an, lokomotif tua/uap diganti dengan lokomotif diesel.

Sudjono menyebut, kereta api untuk angkutan penumpang, yang melayani rute Wonosobo-Banjarnegara-Purwokerto, hanya bertahan sampai 1976. Meski tak lagi melayani angkutan penumpang, kereta api di jalur tersebut masih bertahan sampai 1982. Waktu itu, kereta api melayani angkutan barang untuk proyek pembangunan PLTA Telaga Menjer Garung Wonosobo.

Tatkala pembangunan PLTA Garung berakhir, maka transportasi yang disebutnya sangat aman itu juga berhenti beroperasi. Walau tak lagi jalan sejak 1982, tetapi pemantauan atau pengamanan jalur rel kereta api masih terus dilakukan menggunakan kereta Lori sampai 1984.

Dia yang mengabdikan diri sejak 1960 dan pensiun 1995, mengatakan, perjalanan kereta api Wonosobo-Banjarnegara-Purwokerto PP, tiap hari dilakukan dua kali. Waktu tempuh untuk jarak 98 Km dicapai selama lima jam lebih. Hal itu disebabkan banyaknya stasiun pemberhentian di sepanjang perjalanan.

Selama menjabat sebagai kepala stasiun kereta api di Wonosobo (1978), ditandaskan tidak pernah terjadi kecelakaan. Perjalanan kereta api sangat aman. Sebelum di Wonosobo, dia pernah menjabat sebagai kepala stasiun kereta api di Mandiraja, Purwonegoro, Mantrianom Banjarnegara.

Kakek dua anak, lima cucu dengan dua cicit yang masih energik ini, mengisi masa tuanya dengan berbagai kegiatan sosial. Dia yang menempati rumah dinas di kompleks Stasiun, sejak delapan tahun silam dipercaya menjadi Ketua RW 4 Kampung Stasiun Kelurahan Wonosobo Barat.

Disewakan Heran

Sementara itu, Sudiono (60) -karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto yang kini dipercaya mengelola bekas stasiun Wonosobo dan Banjarnegara-, secara terpisah mengatakan, setelah tak lagi beroperasi, aset milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di sepanjang jalur tersebut disewa masyarakat.

Dalam perjanjian sewa disebutkan, jika PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membutuhkan atau menghidupkan lagi rel, maka penyewa dengan suka rela mengembalikan tanpa syarat.

Sudiono yang resmi pensiun pada 2008, menyebut jumlah penyewa aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Wonosobo berkisar 1.000 orang. Pelayanan kepada mereka dilaksanakan masing-masing tiga hari di Wonosobo dan tiga hari di Banjarnegara.

Disinggung tentang wacana untuk menghidupkan lagi jalur kereta api Wonosobo-Purwokerto, dia mengaku pernah mendengarnya. Namun untuk kepastiannya, sampai sekarang belum ada follow up atau pembahasan yang lebih serius.

Sudiono menyebut, jalur Wonosobo-Banjarnegara pemandangannya cukup indah dan eksotis. Rel memanjang di tepian Sungai Serayu dengan alam pegunungan yang elok. Sehingga sangat menarik bagi wisatawan maupun ajang nostalgia.

Kompleks stasiun kereta api Wonosobo, saat ini telah menjadi pemukiman warga. Tercatat lebih dari 100 keluarga, tinggal di Kampung Stasiun Wonosobo. Selain untuk pemukiman, kompleks Stasiun KA juga dimanfaatkan untuk Sub terminal mikro bus jurusan Dieng-Batur dan Wonosobo-Watumalang.

Kini kawasan tersebut telah berubah menjadi toko/kios dan terminal. Aset lain berupa lokomotif dan gerbong/CW, tak ada lagi yang tersisa. Bahkan untuk loko tua atau loko uap, sebagian sudah dimuseumkan di Amsterdam.

Suara Merdeka, Selasa 8/1/12



RE: Foto Jalur SDS Tempo Dulu di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara - Spoorlijn - 14-01-2013

Terakhir melihat kereta di jalur ini tahun 83-an, sewaktu masih kelas 2 atau 3 SD