Semboyan35 Indonesian Railfans
Mblusukan: Misteri Jalur Mati di Daerah Kediri (selain jalur mati Kediri-Pare-Jombang) - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (http://www.semboyan35.com)
+--- Thread: Mblusukan: Misteri Jalur Mati di Daerah Kediri (selain jalur mati Kediri-Pare-Jombang) (/showthread.php?tid=6263)

Pages: 1 2 3 4 5 6


Mblusukan: Misteri Jalur Mati di Daerah Kediri (selain jalur mati Kediri-Pare-Jombang) - rapih_dhoho - 09-08-2011

Kediri Stootram Maatschapphij (KSM) Tahun 1915

Keterangan:
- Garis Merah tebal adalah jalur milik Kediri Stootram Maatschapphij (KSM)
- Garis Hitam tebal adalah jalur milik Staats Spoorwegen (SS)

Kediri Stootram Maatschapphij (KSM) Tahun 1930

Keterangan:
- Garis Hitam tebal adalah jalur milik Staats Spoorwegen (SS)
- Garis Hitam tipis adalah jalur milik Kediri Stootram Maatschapphij (KSM)


Misteri seputar jalur KSM


Rekan2 RF pasti sudah mengenal dg jalur mati Kediri-Pare-Jombang. Jalur yg mulai ditutup pada tahun 1981 ini adalah milik Kediri Stootram Maatschapphij (KSM). Sampai sekarang bekas jalur dan bekas insfrastruktur masih dapat ditelusur dg jelas. Jalur Kediri-Pare-Jombang dibangun tepat di sebelah jalan raya Kediri-Pare-Jombang, dan mungkin inilah salah satu penyebab matinya jalur ini, seperti matinya jalur2 pinggir jalan lainnya.

Akan tetapi selain jalur Kediri-Pare-Jombang ada banyak jalur mati lain milik KSM yg pernah dibangun di daerah Kediri. Anehnya tidak selain jalur KD-PE-JG jalur2 mati lain milik KSM seakan2 benar2 sudah hilang ditelan bumi. Meliputi jalur:
- Pesantren-Wates
- Papar-Bogo-Pare
- Gurah-Brenggolo-Kawarasan dan Djengkol
- Pare-Kepung
- Pare-Kencong
- Puluredjo-Kandangan

Oleh sebab banyak sekali jalur di dareah Kediri yg masih menjadi misteri, silakan agan2 RF pada kasih pencerahan disini.

Adakan rekan2 RF yang mengetahui seluk beluk jalur ini? Yg seakan2 tidak pernah dibahas


RE: Mblusukan: (Misteri) Jalur Mati di Daerah Kediri - rapih_dhoho - 07-09-2011

JALUR MISTERIUS (GOERAH-KAWARASAN-DJENGKOL)

Mblusukan dimulai dari bekas St. Goerah, pertama saya masih bingung arah percabangannya karena diantara bekas St. Goerah ada 2 buah jalan raya ke arah timur, disebelah selatan dan utara stasiun. Berdasar peta jadul, bekas jalur KA melalui jalan yg sebelah selatan bekas St. Goerah. Jalur ini menurut peta jaman kolonial berada disamping jalan raya Goerah-Kranggan lalu bertemu dg jalan raya Goemoel-Plosoklaten. Bisa dilihat seperti dibawah ini:




Sampai beberapa kilometer menyusuri jalan beraspal ini saya sama sekali belum menemukan penampakan rel ata bekas bangunan kereta api. Akan tetapi terdapat tanda2 bekas rel berupa ada space lumayan lebar antara jalan raya dengan perumahan penduduk dan persayahan di sebelah utara rel. Jadi dari jalan raya tidak langsung sawah tapi ada space tanah kosong sepanjang jalan baru kemudian saluran irigasi kemudian sawah. Seperti yg ditunjukkan foto dibawah ini:




Saya terus menelusuri jalan raya ini sampai hampir bertemu pertigaan jalan raya Goemoel-Plosoklaten. Perkiraan saya rel mulai berbelok disekitaran daerah ini. Benar saja, sebelum pertigaan jalan raya, ada jalan desa yg konturnya melengkung ke dari arah utara ke timur persis dg gradien belokan rel. Saya pun mencoba masuk ke jalan desa tak beraspal ini:



Setelah masuk menelusuri jlan desa ini ternyata jalan desa ini memang aneh, tidak lurus, akan tetapi memiliki gradien berbelok di awal, kemudian mulai lurus ke timur. Ujung jalan desa ini akhirnya bertemu dengan jalan raya Goemoel-Plosoklaten. Bisa dilihat dibawah ini foto jalan desa (foto bagian kanan) mulai bertemu dengan jalan raya Goemoel-Plosoklaten (foto bagian kiri):



Sebelum lanjut menelusuri jalan raya Goemoel-Plosoklaten saya sempatkan dulu melihat jembatan kecil di bawah jalan desa yg saya lalui. Saya temui keanehannya, jembatan kecil ini gabungan dari arsitektur modern dan arsitektur jaman Belanda. Jadi jembatan kecil ini adalah bekas bangunan jembatan Belanda yg di rehab. Bisa dilihat di foto di bawah ini, bagian jembatan berwarna hitam adalah yg dibangun Belanda, kuat dugaan adalah bekas jembatan KA:



Penelusuran saya lanjutkan menyusuri jalan raya Goemoel-Plosoklaten. Disamping kiri jalan (sebelah utara) masih ditemui fenomena yg sama dg jalan raya dari arah Goerah, sebelah kiri jalan ditemui space kosong yg memisahkan jalan raya dg sawah dan pemukiman penduduk. Tapi ada suatu yg baru, di sepanjang space kosong ini dikanan kirinya ditemui patok dari semen yg dicat merah dg jarak antar patok sekitar 100 meter. Coba perhatikan bagian yg saya lingkari merah:
(ternyata patok tersebut juga ada di jalan raya dari Goerah, akan tetapi sebelumnya saya kurang memperhatikan)



Karena keterbatasan waktu dan bandwidth posting ane sampai disini dulu, ntar kalo udah luang saya lanjutkan lagi hasil blusukan dijalur misterius ini.


RE: Mblusukan: (Misteri) Jalur Mati di Daerah Kediri - Toentang - 07-09-2011

Petanya ambil dari situs mana?


RE: Mblusukan: (Misteri) Jalur Mati di Daerah Kediri - ojat_bk - 07-09-2011

wuah mantabs... lanjutkan Bro....
gw kmrn pernah dines di pare selama sebulan n tinggal di jombang. setiap brgkt kerja selalu melewati jalur jombang-cukir-blimbing-badas-pare. memang sepanjang jalan raya disampingnya masih ada sisa2 rel.


RE: Mblusukan: (Misteri) Jalur Mati di Daerah Kediri - rapih_dhoho - 07-09-2011


Lupa mas, pokok d google cari colonial historical map. Sampean bakal terkejut dg jalur2 rel yg pernah ada.


RE: Mblusukan: (Misteri) Jalur Mati di Daerah Kediri - rapih_dhoho - 08-09-2011


Kalo jalur kediri-pare-jombang memang sudah banyak dikenal karena:
- jejak fisiknya masih terlihat jelas baik rel, stasiun, serta bekas insfrastruktur lainnya.
- jalur ini masih aktif sampai tahun 1981
- diberbagai peta jalur ini masih dicantumkan

Padahal, selain jalur KSM 1067mm kediri-pare-jombang, ternyata KSM juga memiliki jalur2 rel 1067mm lain yg selama ini kurang diekspos, bahkan tidak pernah dibahas di semboyan35.com ini. Entah mungkin jalur2 itu telah dicopoti sebelum masa kemerdekaan, kemungkinan besar pada masa penjajahan jepang.


RE: Mblusukan: Misteri Jalur Mati di Daerah Kediri (selain jalur mati Kediri-Pare-Jombang) - rapih_dhoho - 08-09-2011

Lanjut blusukannnya....

Perjalanan diteruskan menyusuri jalan raya Goemoel-Plosoklaten akan tetapi saya belum juga bisa menemukan bukti otentik yg bisa benar2 meyakinkan atas keberadaan bekas jalur ini. Minimal bisa ditemukan bekas jembatan yg benar2 utuh secara fisik.

Secercah harapan muncul saat saya akan melintas sebuah sungai besar sebelum masuk ke desa Brenggolo (Ibukota kecamatan Plosoklaten). Akan tetapi setelah saya amati hasilnya nihil. Sama sekali tidak ada bekas bangunan jembatan di sungai besar ini. Malahan terlihat bangunan plengsengan tanggul sungai yg terlihat masih baru. Mungkin karena untuk pembanunan jembatan dan plengsengan tanggul ini lah jejak jembatan KA tidak tersisa lagi. Akan tetapi yg tetap membuat optimis adalah keberadaan patok berwarna merah dikanan kiri space tanah yg saya curigai sebagai bekas rel.

Ok, lanjut lagi perjalanannya, akhirnya saya hampir sampai ke pertigaan menuju utara ke arah desa Kawedusan tempat terdapat bekas P.G. Kawarasan. Tapi anehnya tidak ada tanda2 belokan rel seperti sebelumnya. Pertigaan jalan membentuk siku 90* dengan kanan kirinya perumahan penduduk. Mungkin saja bekas spoorbed-nya sudah jad pemukiman.

Berlanjut belok menuju utara ke jalan raya menuju Kawarasan. Setelah beberapa ratus meter melewati kanan kiri pemukiman penduduk, saya mulai masuk area persawahan. Eureka!!! akhirnya saya menemui bekas jembatan diatas sungai kecil disebelah kiri jalan. Dilihat dari arsitekturnya saya yakin ini adalah bekas jembatan KA gauge 1067mm. Ini penampkan jembatannya:



Beranjak lebih ke utara lagi ditengah sawah ditemui lagi bekas jembatan kecil di atas aliran irigasi:



Maju sekitar 500m di utara ditemui bekas seperti bangunan spoorbed dipinggir jalan:



Tepat di depan bangunan mirip spoorbed saya menemui jembatan lagi:



Dan sebuah jembatan kecil lagi tepat di pinggir jalan plus patok merah yg selalu mengikuti:



Kemudian perjalanan blusukan berlanjut ............


RE: Mblusukan: Misteri Jalur Mati di Daerah Kediri (selain jalur mati Kediri-Pare-Jombang) - zilog80 - 09-09-2011

wah menarik ini, baru tau ada jalur lain selain kediri-pare-jombang. Kemarin mudik sempat lewat pesantren-wates dan juga papar-pare. Sayang ga tau info ini jadi ga perhatikan apakah ada sisa2 jalur di situ.


RE: Mblusukan: Misteri Jalur Mati di Daerah Kediri (selain jalur mati Kediri-Pare-Jombang) - p4ch3lbel - 09-09-2011

weee....padahal lebaran kmaren ke gurah ma wates...
klo yg di gurah sih masi ad bekas rel depan rumah tp blom sempet cari yg di wates....


RE: Mblusukan: Misteri Jalur Mati di Daerah Kediri (selain jalur mati Kediri-Pare-Jombang) - rizky nur adrianto - 09-09-2011

salut buat mblusukannya..terus mblusuk mas...sejarah bisa tercatat dengan foto sisa2 peninggalan jika memang itu bener2 rel yg pernah ada...