Semboyan35 Indonesian Railfans
Oleh2 Diklat Episode VI: Kereta Api Dan Sejarah Perjuangan Bangsa - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12)
+--- Thread: Oleh2 Diklat Episode VI: Kereta Api Dan Sejarah Perjuangan Bangsa (/showthread.php?tid=2285)



Oleh2 Diklat Episode VI: Kereta Api Dan Sejarah Perjuangan Bangsa - Lukman - 16-08-2009

Merdeka!!!

Salam Railfans,

Bulan ini adalah bulan Agustus, bulan yang pastinya selalu kita rayakan bersama saudara-saudara kita dari Sabang sampai Merauke. Ya, bulan ini, tepatnya tanggal 17, genap 64 tahun sudah negara kita berdiri. Seluruh suka-duka, hitam-putih dan pahit-manis-getir telah kita lalui bersama. Tapi pernahkan anda terpikirkan bahwa kereta api ternyata memainkan peranan besar bagi kemerdekaan bangsa ini?

Sejarah bangsa ini tak pernah lepas dari sejarah kereta api itu sendiri. Kereta api yang sudah 142 tahun berdiri malah sudah jauh lebih tua dari usia bangsa ini. Semula telah pula di ramalkan oleh Jayabaya bahwa negri ini akan merdeka setelah kereta beroperasi. Berikut ini adalah daftar catatan-catatan sejarah yang melibatkan kereta api:

Perjuangan Bangsa Dan Kereta Api Pada Masa Sebelum Perang Dunia 2 / Perang Kemerdekaan

Pembangunan jalur KA di Indonesia di maksudkan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya bagi bangsa penjajah dan menyisakan kemelaratan bagi bangsa jajahannya. Tetapi seperti 2 sisi mata uang, pembangunan tersebut ternyata juga membawa manfaat positif bagai kita. Mulanya hal ini tidak terlalu terasa, tetapi lambat laun semakin terlihat manfaatnya. Daerah-daerah yang tadinya terisolir dan juga membutuhkan waktu lama untuk di jangkau, kini keadaannya telah berbalik. Hal ini mengakibatkan terjadinya pertukaran arus informasi dan rasa senasib sepenanggungan sebagai bangsa terjajah yang pada akhirnya menumbuhkan benih-benih perlawanan pada para imperialis.

Pertumbuhan kota-kota di Indonesia, tak pelak juga merupakan andil dari kereta api. Beberapa kota tumbuh dan berkembang karena dibukanya jalur kereta atau pun di karenakan ramainya dinamika kehidupan yang dibawa oleh sang ular besi. Sawahlunto adalah salah satunya. Dari semula hanya perkampungan kecil, berubah menjadi kota tambang yang besar setelah di temukannya cadangan batu bara oleh Ir. Williem Hendrik de Greve sekitar tahun 1880an. Jalur KA akhirnya terbangun di Ranah Minang dan tidak hanya mengangkut batu bara tetapi juga tekad dan semangat perlawanan untuk merdeka. Pun demikian yang terjadi di kota-kota lain di Indonesia.

Pada masa-masa itu, tokoh-tokoh perjuangan dan pergerakan kemerdekaan kita banyak pula yang melakukan mobilisasi dengan KA karena selain menjadi moda transportasi yang paling modern saat itu, juga memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih banyak dengan rakyat sesama dalam kaitannya untuk menularkan semangat nasionalisme menuju kemerdekaan.

Perjuangan Bangsa Dan Kereta Api Saat Pendudukan Jepang Dan Selama Revolusi Fisik

Perjuangan bangsa ini mencapai era puncak mendekati pertengahan abad ke 20. Serangkaian peristiwa yang terjadi berujung pada proklamasi kemerdekaan 64 tahun lalu. dalam masa ini, peran kereta api tidaklah kecil. Dan berikut adalah beberapa diantaranya:
• Mengangkut sejumlah ribuan pengungsi yang akan meninggalkan kotanya karena amukan perang. Sebaliknya dalam perjalanan pulang, kereta-kereta tersebut penuh berisi pejuang yang hendak bertempur habis-habisan mengusir penjajah. Sementara prasarana telekomunikasi milik KA juga dimanfaatkan untuk komunikasi perjuangan antar daerah
• Berperan sebagai pesan berjalan karena kereta-kereta tersebut dipenuhi coretan-coretan yang membangkitkan gelora semangat anti imperialisme
• Pengambil alihan sejumlah kantor kereta api yang disertai dengan perjuangan bersenjata yang mengorbankan banyak nyawa pegawai-pegawai KA. Dengan diambil alihnya kantor-kantor tersebut, bukan hanya urusan dinasan saja yang akan berjalan, tetapi juga sebagai sinyal kepada dunia luar bahwa bangsa ini masih ada dan terus berjuang. Pengambil alihan tersebut berlangsung terpisah, yakni:
o Kantor Pusat pada 28 September 1945 (selanjutnya dijadikan hari jadi KA)
o Kantor Eksplotasi Barat (kini Daop I) pada 4 September 1945
o Kantor Eksplotasi Tengah (kini Daop IV) pada 19 Agustus 1945
o Kantor Eksplotasi Timur (kini Daop VIII) pada 1 Oktober 1945
o Kantor Eksplotasi Sumsel (kini Divre III) pada 1 Oktober 1945
o Kantor Eksplotasi Sumbar (kini Divre II) pada 1 Oktober 1945
o Kantor Eksplotasi Sumut (kini Divre I) pada 3 Oktober 1945
Cat: pada perjalanannya, kantor-tersebut berpindah-pindah dan silih berganti dikuasai oleh pihak pejuang dan penjajah hingga akhirnya benar-benar dapat dikuasai secara penuh oleh pihak pejuang beberapa waktu kemudian (1 Januari 1950). Kemudian mulailah terjadi metamorfosa perusahaan menjadi DKA, DKARI, PNKA, PJKA, Perumka dan PT. Kereta Api (Persero).
• Dijadikannya rel kereta yang membelah kota Bandung (utara dan selatan) sebagai batas pembumihangusan kota tersebut dalam peristiwa Bandung Lautan Api pada 23 Maret 1946
• Peristiwa Palagan Ambarawa, dimana kereta api berperan mengangkut dan memobilisasi tentara untuk menaklukkan pendudukan tentara sekutu (Inggris) di kota tersebut. Dipimpin oleh Panglima Besar Jendral Soedirman, kereta beserta para kru dengan gagah berani ikut pula berjuang (dan salah satu peninggalannya dapat dilihat dari monumen Palagan Ambarawa berupa lok B 25-01)
• Pengangkutan 35.000 tentara Jepang dan pembebasan 28.000 tahanan perang (Allied Prisioners of War and Interness/APWI) dengan KA. Peristiwa ini dikenal dengan POPDA (Panitia Oerosan Pengangkoetan Djepang dan APWI) yang berlangsung antara Desember 1945 s/d Mei 1947. Selain itu, KA juga sering digunakan sebagai transportasi untuk menukar tawanan antar kedua belah pihak.
• Peristiwa ini mungkin adalah pencapaian yang paling dikenal banyak orang dan dianggap paling berhasil, yakni pemindahan Presiden Soekarno dari Jakarta ke ibukota sementara di Yogyakarta. Peristiwa ini terjadi pada 3 Januari 1947 malam hari. Dengan ditarik olah lok C 28-49 dengan kru Husein (masisnis), Murtado dan Suad (Stoker/Juru Api/Ass. Masinis) dan Sapei (PLKA/Pelayan KA) dari Manggarai menuju Yogyakarta, Presiden berada di Kereta IL-7 dan IL-8 dan disambut oleh Sri Sultan HB IX setibanya di Yogya.
• Digunakannya kereta untuk mengangkut gabah sebanyak 500.000 ton untuk diekspor ke India yang sedang kelaparan. Hal ini adalah startegi Perdana Mentri Sutan Sjahrir yang menawarkan bantuan kepada India agar india merasa tertolong dan menjadi kawan yang mendukung Indonesia di pentas diplomasi politik internasional, terutama saat berkofrontasi dengan Belanda di meja perundingan.
• Gerbong Maut Bondowoso yang menewaskan 46 orang pejuang Indonesia pada 23 November 1947 yang semakin menyulut semangat menentang penjajah di dada para pejuang
• Ditengah perjuangan membebaskan diri dari belenggu penjajahan, SM kartosuwirjo dan Muso malah melakukan pemberontakan DI/TII dan PKI di Priangan Timur dan juga Madiun. Akibatnya, selain personil yang berkurang dan gedung-gedung kantor terganggu, rel kereta pun di buat tidak aman. Tetapi untunglah hal tersebut dapat diatasi dan KA kembali lancar untuk mendukung perjuangan Indonesia.
• Dan banyak peristiwa lain yang tidak terakam dalam catatan sejarah, seperti perjuangan perebutan komando kantor Lawang Sewu di Semarang, perjuangan di Aceh, Sumbar, Sumut dan Sumsel yang juga melibatkan KA, dll.

Perjuangan Bangsa Dan Kereta Api Pasca Kemerdekaan Dan Era Modern

Tak hanya sebatas menemani perjuangan saat era revolusi fisik saja, ternyata kereta api juga berperan dalam perjuangan lanjutan di era modern. Hal-hal tersebut diantaranya adalah:
• Dalam peristiwa pemberontakan G30S/PKI, sekali lagi jasa kereta api digunakan untuk mengangkut para pengungsi dan juga para tentara ABRI/TNI dalam upaya pemberantasannya. Namun sangat disayangkan, peristiwa ini justru juga berefek fatal terhadap perusahaan kereta api. Banyak sekali pekerja-pekerja kasar/pegawai rendahan yang tersangkut secara langsung maupun tidak terhadap gerakan ini maupun onderbow nya. Akhirnya banyak dari mereka yang terpaksa harus diberhentikan dari pekerjaannya atau bahkan kehilangan nyawa dalam penyelesaian proses politik paling kelam dalam sejarah negri kita itu. Kekurangan pegawai dalam jumlah besar ini berakibat pada pelayanan yang menurun dan kekacauan kepegawaian yang masih terasa akibatnya sampai hari ini.
• Peran kereta api dalam pembangunan negara secara tidak langsung semakin besar sejak era pasca kemerdekaan. Pengangkutan, meskipun dangan kondisi dan volume sarana maupun prasarana yang belum maksimal, menjadi koridor utama perusahaan. Ratusan ribu manusia maupun jutaan ton komoditi telah di angkut untuk menggerakkan roda perekonomian bangsa. Sepur-sepur simpang maupun jalur-jalur baru telah dibangun untuk tujuan itu. Sekalipun akhirnya di masa-masa setelahnya, kereta api harus bernafas megap-megap bersaing dengan moda transportasi lain yang juga tumbuh semakin cepat (dan bahkan di sebagian tempat harus benar-benar kalah dengan ditutupnya jalur KA), kereta api tetap menjadi primadona rakyat jelata dan gantungan hidup banyak orang.

Jadi jelaslah sudah betapa penting arti kereta api bagi perjalanan hidup bangsa ini. memang peran kereta api tidak masif dikarenakan memang saat itu hanya terkonsentrasi di Jawa-Sumatra-Madura, tetapi memiliki peran yang benar-benar vital. Sayangnya, saat ini kondisi kereta api kita seolah menjadi anak tiri karena arah kebijakan pengembangan dari regulator (pemerintah) cenderung tidak mendukung dan lebih senang bermain di jalan raya dan tol. Tapi biar apapun itu, sudah selayaknya lah kita sebagai generasi kereta api saat ini untuk selalu melakukan yang terbaik untuk dunia perkeretaapian yang kita cintai ini. Romansa-romansa sejarah yang tersimpan di sarana, prasarana dan yang lain agar selalu kita pertahankan dan rawat, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan menghargai sejarahnya sendiri.






Wassalam

Dikutip dan diolah dari berbagai sumber
NB: sori kalo ada nama lokasi, pelaku sejarah, tanggal dan kejadian yang tidak tepat. Maklum, ga jago-jago amat sejarahnya, hehe. Merdeka!!!


RE: Oleh2 Diklat Episode VI: Kereta Api Dan Sejarah Perjuangan Bangsa - CC-201-23 - 17-08-2009

hmmmm...bagus juga ya....


RE: Oleh2 Diklat Episode VI: Kereta Api Dan Sejarah Perjuangan Bangsa - we supratman - 17-08-2009

POST yg sangat berkualitas

makasih kang lukman


RE: Oleh2 Diklat Episode VI: Kereta Api Dan Sejarah Perjuangan Bangsa - Boy Daniel - 14-06-2010




RE: Oleh2 Diklat Episode VI: Kereta Api Dan Sejarah Perjuangan Bangsa - Boy Daniel - 23-06-2010