![]() |
|
Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5) +--- Forum: Lintas Selatan (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=15) +--- Thread: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) (/showthread.php?tid=1108) |
RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - Bayyu kurniawan - 12-05-2016 (12-05-2016, 01:16 PM)dtRAiNeR Wrote:(12-05-2016, 01:01 PM)Bayyu kurniawan Wrote: masih agak bingung kolaborasi antara dwipangga fakultatif dengan lawu fakultatif kenapa ngga dibuat satu nama aja kalo emng rangkaiannya cuman satu? misal hari ini7F kenapa bsknya jadi 9F? heheee oohh, jadi buat mengcover para pekerja yg wirawiri kearah SLO maupun sebaliknya, jadinya di sesuaikan dgn hari . oke copy kalo soal dinas bareng keknya tahun2 lalu belum pernah ada, tau sendiri kan dipo SLO cuman punya 1 set artam RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - hogwarts_express - 26-05-2016 mau tanya dong, rangkaian K1 0 16xxx kalo dari arah SLO ke GMR di pake Argo Dwipangga apa Argo Lawu ya? ane pengen nyobain dri YK ke CN
RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - Bimantara - 26-05-2016 (26-05-2016, 01:08 PM)hogwarts_express Wrote: mau tanya dong, rangkaian K1 0 16xxx kalo dari arah SLO ke GMR di pake Argo Dwipangga apa Argo Lawu ya? ane pengen nyobain Kalo dari YK , biasanya jadi Argo Dwipangga om. Berangkatnya Sabtu Malam biasanya om
RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - hogwarts_express - 26-05-2016 (26-05-2016, 08:28 PM)Bimantara Wrote: Kalo dari YK , biasanya jadi Argo Dwipangga om. Berangkatnya Sabtu Malam biasanya om oke om makasih infonya
RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - Hungry Soul - 29-07-2016 KA 9 ARGO DWIPANGGA
SOLO BALAPAN - JAKARTA GAMBIR
EKSEKUTIF 8/4D
24 Juli 2016
=================================
(sebuah review singkat tentang Eksekutif keluaran 2016)
Quote:Pada awalnya saya tidak ada pikiran sama sekali buat ke Solo. Namun sebuah acara berjudul Solo Batik Carnaval yang dipromosikan saat berlangsungnya Caruban Mask Festival di Cirebon, membuat saya jadi tertarik untuk melihatnya langsung. Kebetulan sekali di Jakarta Fair ada stand pemesanan tiket kereta dengan diskon 20%, jadilah saya memilih tiket KA Argo Dwipangga ini sebagai pilihan untuk kembali ke rantau tempat bekerja. Kenapa? Yaaa karena Solo Batik Carnivalnya itu. Berhubung terselenggara pada Sore hari, kemungkinan bakal selesai kala senja hendak berganti malam. Jadi saya lupakan pilihan Senja Utama Solo atau kereta yang lebih siang. Sebenarnya ada KA yang lebih malam lagi dari Argo Dwipangga, yaitu Bima. Namun dengan pertimbangan harga dan value for money (boso opo iki ) dll, pilihan pun jatuh ke Argo Dwipangga. RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - dixtra - 24-10-2016 (29-07-2016, 05:55 PM)Hungry Soul Wrote: Saya juga bulan lalu (tgl 17 Sept) naik KA 9 SLO-GMR, kereta yang saya naiki ACnya pas dan iklan Pesona Indonesia tidak sesering pas saya naik Bima bulan sebelumnya, ada kali tuh iklan diputer sampai 10 kali berturut2.. Anyway perjalanan KA 9 bulan lalu ini adalah perjalanan jarak jauh pertama saya dengan K1-16, sebelumnya saya sudah bolak-balik naik K1-16 Bima tapi hanya koridor SGU-ML pp saja. Secara garis besar sih lumayan nyaman, guncangan ya begitulah, kalah jauh dengan K1 orisinalnya ABA dan lampunya kabinnya terlalu silau tapi beruntung saya dapat tidur ditengah lampu super terang itu. Untuk film di perjalanan diputar film Hachiko, tapi saya tidak menontonnya penuh karena saya sudah pernah nonton film itu jaman dulu banget dan saya lebih tertarik melihat pemandangan malam hari dari jendela. Menjelang tengah malam saya ingat diputar film "Le Grande Voyage", menurut saya ini film wajibnya KATV karena saya sudah pernah menonton film ini di Argo Wilis, Bima, dan ABA. Sama seperti pengalaman Om Arwah kereta ini masuk YK langsung penuh keretanya, dan karena lepas YK tidak ada prami/a yang menjajakan makanan, saya terpaksa ke M1 untuk makan, saya beli Paket Nasi Goreng Reska "tahan lama", lumayan lah rasanya meskipun harganya masih kemahalan. Oh ya saya juga senang ada papan penunjuk yang dapat menunjukkan lokasi dan kecepatan di K1-16, berbeda dengan Bima yang hanya muncul tulisan "Anda adalah prioritas kami". Dibandingkan dengan GPS HP saya akurasinya cukup lah, dan untuk mengetahui sudah sampai mana saya tidak perlu bersusah2 cari sinyal GPS di HP atau membuka mata lebar2 ke jendela.. Foto2: Penunjuk lokasi dan kecepatan yg berfungsi: ![]() Di SLO: ![]() Kereta Makan M1: ![]() Sampai GMR hanya telat 10 menit, disebelahnya sudah ada Gopar keberangkatan jam 05:00 ![]() Berikut lapkanya yg sempat tercatat ketika saya bangun: Slo 20.00 Kt 20.25 20.28 Yk 20.52 20.57 Kta 21.45 21.52 Sinyal masuk kr. Anyar 22.25 22.26 Kr. Amyar 22.27 // holcim X. Mutsel Pwt berangkat 23.33 X sawunggalih Jng 4.18 4.20 Gmr 04.38 RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - Ardhani Muhad - 01-11-2016 Gegara PLH di Cikaum, rangkaian dwipangga tukeran sama sembrani ya? Duh sampai kapan ya tukar menukar rangkaian? padaha pekan depan rencana mo naik ni kereta, nyobain trainset 2016. Ya biar dikata berisik tapi tetep penasaran nyobain
RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - Ardhani Muhad - 08-11-2016 Setelah sekian waktu K1 2016 beredar, akhirnya weekend kemaren kesampaian juga nyobain ni K1 di Argo Dwipangga GMR-YK. Niat untuk naik ni kereta engga surut walaupun banyak yang bilang ni kereta ga enak, berisik, & lebih enak K1 2008 yang sekarang dipakai Taksaka. Btw ni bukan lapka sih, cuman semacam sharing pengalaman aja
![]() Pagi sekitar jam 6.45 udah sampai di GMR, langsung check-in juga sempat memandu beberapa penumpang yang masih "kagol" pake fasilitas check in mandiri. Trus lanjut deh ke Ind*maret nyari RTE 10rb untuk menyiasati makan siang daripada keluar duit 30rb buat RTE restorasi, lumayan belanja 20rb udah dapet makan siang, AMDK, & cemilan hehe. Sampai di peron masih sepi di jalur 3 & 4, hanya ada sedikit keramaian di jalur 1 untuk keberangkatan Argo Muria & sebagian calon penumpang Argo Parahyangan. Rangkaian Argo Dwipangga tiba GMR sekitar jam 7.40, langsung deh masuk untuk ngadem. Saya sengaja milih di jomblo single seat, bukan lantaran saya jomblo single tapi biar dapet akses power outlet sekaligus leluasa untuk ke toilet & bordes, lagian solo trip juga sih. Kesan pertama interior terlihat fresh, ya iya lah soalnya selama ini interior K1 kan 'gitu-gitu' aja. Cuman karena sebagian besar interior menggunakan warna semacam broken white, alhasil tampak noda-noda yang menempel & entah mengapa luput tidak dibersihkan padahal kliatan jelas gitu, cover seat juga udah mulai terlihat lusuh tapi tingkat keempukannya masih enak kok. Nyobain fasilitas yang ada di kursi seperti meja lipat yang berfungsi dengan baik dan rec.seat yang rebahnya lumayan. Kebetulan saya duduk di seat 1C yang dari Gambir terlatak di ujung belakang jadi bisa direbahin secara bebas tanpa ganggu penumpang lain, sedangkan seat 13B terletak di ujung depan. Single seat yang letaknya di ujung depan kayaknya ga enak deh, ruang kakinya ga seluas single seat di ujung belakang, udah gitu ga dapet sandaran kaki pula. Eh bentar, sandaran kaki? sebenarnya sandaran kaki di K1 2016 ini nyaris ga kepakai sih, lha dipakai ato engga dipakai aja posisi kaki nyaris sama je, malah bikin pegel gegara harus nahan pegasnya :hammer:
Minusnya di single seat ini area bagasi kabinnya kecil, tas punggung saya yang ukuran office aja kesulitan masuk. Semisal bawa koper atau tas yang tebel mending jangan pilih di single seat deh. Selain itu ga ada fisilitas tirai, jadi siap-siap silau deh. Ada kejadian lucu saat penumpang depan mau naikin tirai. Bukannya ditarik lalu tirai ngelipat otomatis keatas tapi malah dilipet manual keatas kayak ngelipet tirai bambu
![]() Diamati kayaknya kaca di K1 2016 ada riwayat diberi kaca film ya, tampak bekasnya yang tidak terpotong rapi di pojokan kaca:
![]() Berikut catatan waktunya, tapi yang tercatat cuma berhenti normal & BLB aja:
08.02 Berangkat Gambir
10.46 Tiba Cirebon
10.53 Ber Cirebon
12.45 Tiba Purwokerto
12.58 Ber Purwokerto
13.30 Tiba Kroya
13.38 Ber Kroya
14.40 Tiba Kutoarjo
14.44 Ber Kutoarjo
15.11 BLB Wates
15.12 Ber Wates
15.43 Tiba Yogyakarta
IMHO anggapan K1 2016 itu ga nyaman memang iya tapi di kecepatan & lintas tertentu saja, semisal kecepatan diukur pakai aplikasi di smartphone dan GMR-YK dibagi 3 bagian kira-kira kayak gini:
GMR-CN
0-60 km/h : suara berisik masih bisa ditoleransi, kereta bergoncang ringan
60-85 km/h : kereta bergoncang sedang, berisik
>85 km/h : luar biasa berisik, goncangannya berat/'ajrut-ajrutan'
Btw masinis di lintas ini sering ngebut ya? kecepatan sempat tercatat mencapai 100 km/h, berisiknya ampun deh. Volume di headset aja perlu 9/10 biar bisa kedengaran musiknya, padahal volume headset normal 2/10 aja udah keras.
CN-PWT
0-70 km/h : nyaman, suara berisik masih bisa ditoleransi
70-90 km/h : berisik, kereta bergoncang ringan-sedang
PWT-YK
0-75 km/h : nyaman, suara berisik bisa ditoleransi
75-95 km/h : berisik, kereta bergoncang ringan-sedang
Kayaknya beberapa kali sempat kena taspat, lintas Wates hingga menjelang Rewulu kecepatannya hanya berkisar 60an km/h
Btw aplikasi speedometer di smartphone itu ga terlalu akurat lho, dalam keadaan berhenti aja aplikasi di smartphone menunjukkan kecepatan 4-7 km/h.
Overall K1 2016 Argo Dwipangga nilai minusnya di peredaman suaranya buruk di kecepatan dan lintas tertentu, pintu geser yang berat, bagasi kabin yang sempit untuk yang duduk di ujung kereta, sandaran kaki yang nyaris ga kepakai, lampu yang terlalu terang, dan interior terlihat kurang maksimal pembersihannya. Nilai positifnya ada di interior-ekterior yang terlihat fresh, tambahan monitor di bagian tengah, & sistem pendingin udara bekerja dengan baik di siang hari bahkan sampai ada bule yang kedinginan.
Ada yang bilang lebih bagusan K1 2008 eks Golaw (yang sekarang nempel di Taksaka) daripada K1 2016, Hmm... menurut saya sih enggak. Berdasar pengalaman beberapa pekan yang lalu pas naik Taksaka di K1 0 08 03 memang peredamannya lebih bagus tapi goncangannya lebih berasa padahal masih di lintas YK-KTA yang dikenal tracknya bagus. Begitu masuk lintas CN-GMR, goncangan K1 0 08 03 lebih heboh lagi. Kemudian interior di K1 0 08 03 tampak lebih kusam, bau toilet masuk ke kabin, & finishing pengerjaan interiornya kurang baik. Jadi kalau diminta memilih antara Golaw/Dwipangga dengan duo Taksaka, saya lebih memilih Golaw/Dwipangga sih...
RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - Batpod - 24-11-2016 Hari ini tgl 24 Nov 2016, Argo Dwipangga lewat Manggarai (MRI) jam 06:35. Kenapa bisa sampai seperti itu (terlambat tiba)? RE: Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan) - Dana Komuter - 24-11-2016 Mungkin kena dampak truk yg mogok di perlintasan KA... Meskipun yg diberitakan itu bkn KA Argo Dwipangga sih... Berikut beritanya : Transportasi & Logistik Mogok, Truk Tronton Halangi Perjalanan Tiga Kereta Api November 23 / 2016 10:35 WIB Bisnis.com, PURWOKERTO - Gangguan di perlintasan sebidang bisa berdampak parah pada kelancaran perjalanan kereta api. Sebanyak 3 kereta api dilaporkan mengalami keterlambatan perjalanan akibat sebuah truk mogok di perlintasan sebidang Kabupaten Brebes, kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko. "Berdasarkan laporan yang kami terima, peristiwa itu terjadi pada hari Selasa (22/11), pukul 23.00 WIB, di JPL (Juru Penjaga Lintasan) 322 Stasiun Kretek Km 319+8, Paguyangan, Kabupaten Brebes,"katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (23/11/2016). Saat itu, kata dia, sebuah truk tronton bermuatan bekatul dengan pelat nomor R-1957-BK yang dikemudi - kan Arif Rahman, 26, warga Adipala, Kabupaten Cilacap, mogok di atas rel jalur hilir pada perlintasan sebidang karena kanvas koplingnya habis. Menurut dia, petugas Stasiun Kretek yang mendatangi lokasi segera melaporkan kejadian itu kepada Kepolisian Sektor Paguyangan. "Evakuasi truk tronton tersebut selesai pada pukul 23.40 WIB dan jalur dinyatakan aman,"katanya. Akibat kejadian tersebut, kata dia, sebanyak 3 kereta api mengalami keterlambatan, yakni KA Jaka Tingkir relasi Purwosari – Pasar Senen tertahan di Stasiun Patuguran selama 40 menit, KA Taksaka Malam relasi Yogyakarta – Gambir tertahan di Stasiun Patuguruan selama 44 menit dan KA Gajayana relasi Malang – Gambir tertahan di Stasiun Karangsari selama 17 menit. Menurut Ixfan, kejadian tersebut sangat merugikan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (Persero) secara moril maupun material. "Secara moril tentunya berkaitan dengan citra perusahaan karena mendapat komplain dari pelanggan. Sementara untuk kerugian material masih diperhitungkan namun diperkirakan mencapai kisaran Rp 20juta sesuai realisasi jumlah penumpang,"katanya. Terkait hal itu, Ixfan mengatakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (Persero) akan meminta pertanggung jawaban atau ganti rugi kepada sopir atau pemilik truk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Saya bersama Manajer Hukum PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 segera menuju lokasi untuk memastikan besaran ganti rugi yang akan diajukan,"katanya. Sumber : Antara Sumber : http://industri.bisnis.com/read/20161123/98/605471/mogok-truk-tronton-halangi-perjalanan-tiga-kereta-api |