Semboyan35 Indonesian Railfans
Harapan Kita Untuk Perkeretaapian Indonesia yang lebih baik (Diskusi dan Solusi) - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12)
+--- Thread: Harapan Kita Untuk Perkeretaapian Indonesia yang lebih baik (Diskusi dan Solusi) (/showthread.php?tid=7165)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - ady_mcady - 24-04-2011

(21-04-2011, 06:32 PM)paul_foxdemon Wrote: Kalau saya baca di koran atau majalah, banyak pakar-pakar yang mengatakan hal serupa: kereta api adalah kendaraan yang cepat, efisien, ramah lingkungan, nyaman, bla-bla-bla.......tanpa sepeserpun mereka membuktikan kalau itu benar, sehingga akhirnya kendaraan jalan raya lah yang menang.

lha habis gimana mas paul. kalo persaingannya itu fair, imbang, adil, terus dibandingkan apple to apple, baru kereta bisa unggul seperti kata pakar2 transportasi.

kalau mau fair, kebijakan2 yang diterapkan dijalan rel mestinya diterapkan pula di jalan raya. misalnya semua kendaraan wajib bayar kalau lewat jalan ( TAC kalo di kereta, ERP atau toll kalo di jalan raya). bbm harus pakai bbm industri. tidak boleh mengangkut overkapasitas untuk truk barang. dan lain2.

masalahnya itu di negeri ini, ibarat pertandingan bola, wasitnya memihak, penontonnya brutal, banyak tangan bermain, sehingga pertandingan berjalan berat sebelah.

kalau keadaanya seperti itu, maka hasil pertandingan sudah dapat ditebak.


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - paul_foxdemon - 24-04-2011

(24-04-2011, 05:56 AM)ady_mcady Wrote: lha habis gimana mas paul. kalo persaingannya itu fair, imbang, adil, terus dibandingkan apple to apple, baru kereta bisa unggul seperti kata pakar2 transportasi.

kalau mau fair, kebijakan2 yang diterapkan dijalan rel mestinya diterapkan pula di jalan raya. misalnya semua kendaraan wajib bayar kalau lewat jalan ( TAC kalo di kereta, ERP atau toll kalo di jalan raya). bbm harus pakai bbm industri. tidak boleh mengangkut overkapasitas untuk truk barang. dan lain2.

masalahnya itu di negeri ini, ibarat pertandingan bola, wasitnya memihak, penontonnya brutal, banyak tangan bermain, sehingga pertandingan berjalan berat sebelah.

kalau keadaanya seperti itu, maka hasil pertandingan sudah dapat ditebak.

Masalahnya para pengambil kebijakan di perkereta apian terlalu berpatok dengan teori (pikirannya terlalu awang-awang), tanpa sepeserpun mengusahakan pengaplikasiannya ke dunia nyata/untuk memecahkan masalah. Kalaupun ada masalah, mereka hanya bisa berkeluh kesah menyalahkan rakyat sebangsanya.

Beda dengan dunia transportasi lain yang mereka gesit dan selalu giat mencari jalan keluar permasalahan.


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - ady_mcady - 25-04-2011

setuju mas paul. inovasi dan mau mendengarkan kemauan pelanggan itu yang penting.

tapi selama kebijakan transportasi jalan dan rel ada perbedaan kebijakan seperti sekarang, rasa2 nya sulit untuk melakukan inovasi. paling2 yang realistis adalah main di angkutan barang. kalo penumpang paling jalur2 gemuk dan padat saja yang masih ada untungnya.

kalau kondisinya sudah sama antara kebijakan di jalan dan di rel, trus kereta api masih kalah kinerja nya, baru kita bisa salahkan dan kritik itu operator ka.




RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - eri4nto - 25-04-2011

(24-04-2011, 09:24 PM)paul_foxdemon Wrote:
(24-04-2011, 05:56 AM)ady_mcady Wrote: lha habis gimana mas paul. kalo persaingannya itu fair, imbang, adil, terus dibandingkan apple to apple, baru kereta bisa unggul seperti kata pakar2 transportasi.

kalau mau fair, kebijakan2 yang diterapkan dijalan rel mestinya diterapkan pula di jalan raya. misalnya semua kendaraan wajib bayar kalau lewat jalan ( TAC kalo di kereta, ERP atau toll kalo di jalan raya). bbm harus pakai bbm industri. tidak boleh mengangkut overkapasitas untuk truk barang. dan lain2.

masalahnya itu di negeri ini, ibarat pertandingan bola, wasitnya memihak, penontonnya brutal, banyak tangan bermain, sehingga pertandingan berjalan berat sebelah.

kalau keadaanya seperti itu, maka hasil pertandingan sudah dapat ditebak.

Masalahnya para pengambil kebijakan di perkereta apian terlalu berpatok dengan teori (pikirannya terlalu awang-awang), tanpa sepeserpun mengusahakan pengaplikasiannya ke dunia nyata/untuk memecahkan masalah. Kalaupun ada masalah, mereka hanya bisa berkeluh kesah menyalahkan rakyat sebangsanya.

Beda dengan dunia transportasi lain yang mereka gesit dan selalu giat mencari jalan keluar permasalahan.

iya mas, dunia transportasi lain (jalan raya dan udara) selalu gesit dan lebih berkembang, itu mungkin karena di sana tidak ada monopoli jadi tercipta persaingan yang menimbulkan inovasi-inovasi untuk menarik konsumen.


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - ady_mcady - 25-04-2011

mas eri4anto, kalo begitu, pt ka udah konsentrasi saja ya sama gerbong dan lokomotif. sementara semua sarana termasuk rel, jembatan, stasiun, wesel, listrik, semua dikelola pihak lain.

tapi apakah sekarang bisa begitu?

di moda bus, apakah operator bus ngurusi juga jalan rusak? perbaikan jembatan, lampu bangjo yang mati. pun demikian di airline apakah garuda ngurusi juga itu runway yang terkelupas (kasus bandara juanda) atau listrik mati (bandara soetta) ?




RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - eri4nto - 25-04-2011

(25-04-2011, 09:11 AM)ady_mcady Wrote: mas eri4anto, kalo begitu, pt ka udah konsentrasi saja ya sama gerbong dan lokomotif. sementara semua sarana termasuk rel, jembatan, stasiun, wesel, listrik, semua dikelola pihak lain.

tapi apakah sekarang bisa begitu?

di moda bus, apakah operator ngurusi juga jalan rusak? perbaikan jembatan, lampu bangjo yang mati. pun demikian di airline apakah garuda ngurusi juga itu runway yang terkelupas (kasus bandara juanda) atau listrik mati (bandara soetta) ?

kalau bicara kenyataannya sekarang seperti apa, ya sepertinya memang serba sulit mas lha wong PT KA punya dua posisi sekaligus yaitu sebagai pelaksana program dan kegiatan dari kemenhub di bidang perkeretaapian (termasuk PSO) dan sebagai BUMN di bawah kebumen (kementerian bumn) yang wajib memperoleh keuntungan semaksimal mungkin.
semuanya kembali bergantung pada keseriusan pemerintah dalam memajukan kereta api.
cmiiw


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - pak dhe trainfans - 25-04-2011

sudah saatnya PT. Kereta Api bekerja tidak sendiri malaikan memiliki beberapa badan yang tujuanya untuk mengelola dan pengadaan sarana prasarana yang memadai. sebagai contoh PT.RESKA, PT. RAILINK, dan sebagainya namun itu belum cukup karena pemasukan di PT. Kereta Api terlalu kecil mengigat banyak kebijakan yang di bebankan sehingga kerugian tidak sedikitSedih

semoga bapak Menteri segera memberi kebijakan yang terbaik dan bermanfaat untuk PT. KERETA API (PERSERO)Xie Xie


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - ady_mcady - 25-04-2011

walaupun MTI (masyarakat transportasi indonesia) sudah merekomendasikan badan khusus infrastruktur kereta api sebagaimana para RF utarakan sebelumnya, pemerintah menolaknya.

Quote:sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/03/21/brk,20110321-321722,id.html

Pemerintah Tolak Usulan Pembentukan Badan Khusus Kereta Api


Senin, 21 Maret 2011 | 16:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa tidak perlu ada pembentukan badan khusus untuk penyelenggara pelaksanaan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia. “Saya tidak ingin banyak badan khusus dalam perkeretaapian,” ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Senin (21/3).

Ketimbang membuat badan khusus, menurut Bambang, semestinya pemerintah sebagai regulator harus lebih menyederhanakan proses untuk menjaring pelaku usaha di luar pemerintah agar tertarik berinvestasi dalam bidang perkeretaapian. “Lebih baik menyederhanakan prosedur dan langsung mengerjakannya,” kata dia.

Sebelumnya, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah untuk segera membentuk badan khusus untuk menyelenggarakan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia.

Ketua Forum Perkeretaapian MTI Djoko Setijowarno mengatakan, pembentukan badan khusus ini harus segera dilakukan karena dia menilai pembangunan infrastruktur kereta api di Indonesia berjalan lambat. "Dengan badan khusus itu, pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dapat memisahkan tugas dan tanggung jawabnya dalam pembangunan proyek infrastruktur kereta api," kata dia.

Bambang Susantono melanjutkan, dari kebutuhan untuk merevitalisasi kereta api hingga 2014 sebanyak Rp 82 triliun, pemerintah kemungkinan hanya bisa merealisasikannya seperlima dari itu. Setiap tahunnya, pemerintah pun hanya bisa menganggarkan Rp 4 triliun untuk pembangunan kereta api. Itu tidak sebanding dengan anggaran pemerintah yang diberikan untuk pembangunan jalan raya setiap tahunnya sebesar Rp 20 triliun. “Kami hanya mencoba realistis. Lagipula hak bujet itu ada di DPR RI,” kata dia.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah harus memobilisasi potensi di luar pemerintah untuk masuk dalam pembangunan kereta api di Indonesia. “Kami membuka swasta untuk masuk dengan cara menyederhanakan prosedur dan tidak membuat wacana lagi,” ujarnya.

SUTJI DECILYA














RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - paul_foxdemon - 26-04-2011

(25-04-2011, 06:31 AM)ady_mcady Wrote: tapi selama kebijakan transportasi jalan dan rel ada perbedaan kebijakan seperti sekarang, rasa2 nya sulit untuk melakukan inovasi. paling2 yang realistis adalah main di angkutan barang. kalo penumpang paling jalur2 gemuk dan padat saja yang masih ada untungnya.

Seperti begitulah pola operasi KA di Amerika Serikat dan Kanada. Karena pemerintah tak sepeserpun peduli untuk mengucurkan dana untuk KA, maka operator KA disana lebih terfokus untuk angkutan barang yang nyata-nyata menguntungkan.

Kalaupun KA penumpang swasta adalah KA penumpang mewah yang berjalan musiman.

KA penumpang reguler dihandel oleh pemerintah (Amtrak) yang sering terlilit masalah yang mirip PT KA....



RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - aditto - 28-04-2011

Ikutan ahh ...

Kalau kondisi tetap spt ini, dan tidak ada yang mau bergerak, semua diam, hampir bisa dipastikan, ka akan ditinggalkan oleh penggunanya, bahkan RF sekalipun.

Banyak yang bilang salah pemerintah, yang menganaktirikan ka. Tapi saya ndak 100% setuju. Kenapa? Karena orang2 KAI juga yang ndak bisa mengoperasikan perusahaannya dengan baik.

Contoh simple, yang ndak perlu minta dana. KESELAMATAN.
Di bidang transportasi itu adalah salah satu poin yang hukumnya wajib, fardhu, untuk dilaksanakan. Karena begitu orang sudah kehilangan kepercayaan karena satu faktor ini, mau dikereta dipasang bath tub pakai air hangat sekalipun orang takut untuk menggunakannya.

Ingat kan kasus pesawat dc-10, yang sampai dijuluki 'flying coffin', maskapai2 yang mempunyai bnyk armada dc-10 sampai hampir ditinggalkan, karena penumpang takut dapat pesawat itu.
Sampai ada maskapai yang hampir bangkrut karena harus me-grounded armada dc-10-nya yang demikian banyak.

Begitu juga kai, direksi ndak ada kan yang berani jamin ndak ada terjadi plh lagi krn human error? Dan hasilnya malah kebijakan bodoh si aling2 yang keluar.

Pemerintah sebagai empunya dana, ndak akan mau mengeluarkan dana kalau ndak ada jaminan uang kembali (baca : investasi). Iyalah, kalau semakin ditinggalkan penumpang, buat apa invest ? Si pengelola ka sj ndak berani tanggungjawab soal pemasukan ...

Itu simple loh, masalah penegakan aturan dan kedisiplinan yang terkait keselamatan, yang seharusnya ndak keluar dana. Bagaimana yang bener2 harus keluar dana, sprt reliability sarana atau inovasi soal kenyamanan pengguna ?

Selama direksi n personil di kai ndak ada yang bisa menjamin itu, insyaallah ka (penumpang) mungkin akan seperti di ambarawa. Jalan hanya untuk keperluan wisata.