Semboyan35 Indonesian Railfans
All About Tawang Alun - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forum-5.html)
+--- Forum: Armada Timur (https://www.semboyan35.com/forum-17.html)
+--- Thread: All About Tawang Alun (/thread-1696.html)



RE: All About Tawang Alun - CC 203 - 23-04-2011

(23-04-2011, 04:31 PM)cc 204 18 Wrote:
(22-04-2011, 10:14 PM)CC 203 Wrote:
(22-04-2011, 06:33 PM)phadeen Wrote:
(22-04-2011, 12:51 PM)kukun_KSL Wrote: sebenarnya bisa kalo 2 set. Probo bisa dibatalkan perjalannya, sebab kalo 2 set, TA yg dari Blitar/Tulungagung jadwalnya gakbeda jauh dg Probo, Ingat dulu waktu rengganis 2 set, Jadwalnya yg dari ML mepet dg probo dari Pb, bgitupun keberangkatan BW jadwal mepet. Saya lihat, DAOP JR tu minim inovasi/kresai peluncuran KA baru, (kecuali cantik Ekspress), coba daop lain seperti DAOP 8 ( Rajalawali pag, dl ada Malang Ekspress, Komuter Susi,Sulam Arek Srokerto dsb), kemudian DAOP 7 ( bangunkarta Eksekutif, KRD Madiun jaya). tinggal sekrang kemauan dan keberanian berinovasi koq

Saya tertarik dengan statement anda yang saya BOLD.
Hmm..sebuah statement yang mungkin anda belum tahu dasarnya. Mengapa DAOP IX ga perna meluncurkan kereta baru, sudah menjadi rahasia umum lah kalau dari segi sarana tidak memenuhi. Lokomotif, harus menunggu berapa tahun untuk mendapatkan sebuah CC 201 91. Kalau dari segi lokomotif saja kita belum memadai, mengapa harus memiliki rangkaian kereta baru.

Sekarang meskipun udah ada 2 lokomotif DE yang beroperasi di lingkup daop IX, itu masih jauh dari cukup. Masih harus sering rolling, masih sering Tawang Alun mengalah, dan sebagainya.

Yahh..realistis sajah kawand..semua kereta api yang beroperasi di DAOP IX sedikit banyak telah cukup mengcover kebutuhan kami sebagai pengguna jasa kereta api..ga perlu asal bikin rangkaian baru tanpa perhitungan yang matang. Hasilnya telah anda lihat sendiri..CANTIK EKSPRESS..

Terima Kasih..
Salam Kereta Api

Begitu miris nasib si Cantik Ekspress, KA Eksbis dengan hanya 4 gerbong dikarenakan lokomotif yang sudah tua...

Kalau Tawang Alun mau jalan dengan 2 rangkaian, minimal DAOP IX harus punya 3 lokomotif CC dan perjalanan KA Tawang Alun harus dimundurkan dikit biar gak mepet sama Sri Tanjung...

Perasaan dri smua DAOP2 di Jawa, DAOP IX slalu dianaktirikan,
akbtnya berimbas pd inovasi daop iniSakit

Memang benar jika DAOP IX dianak tirikan... Berdampak juga pada keadaan Kereta Apinya, tapi harus diakui bahwa DAOP IX juga cukup hebat, bisa bertahan dengan keadaan yang serba minim... KA Tawang Alun misalnya, terkesan dipaksa kerja rodi menghasilkan uang tapi perhatiannya minim...

Aku baru sadar kalau saking terlantarnya, DAOP IX menjadi satu - satunya DAOP yang tidak punya KA tujuan Jakarta dan satu - satunya DAOP yang tidak dilewati oleh KA tujuan Bandung...



RE: All About Tawang Alun - Bangunkarta - 23-04-2011

(23-04-2011, 08:17 PM)CC 203 Wrote: [spoiler]
(23-04-2011, 04:31 PM)cc 204 18 Wrote:
(22-04-2011, 10:14 PM)CC 203 Wrote:
(22-04-2011, 06:33 PM)phadeen Wrote:
(22-04-2011, 12:51 PM)kukun_KSL Wrote: sebenarnya bisa kalo 2 set. Probo bisa dibatalkan perjalannya, sebab kalo 2 set, TA yg dari Blitar/Tulungagung jadwalnya gakbeda jauh dg Probo, Ingat dulu waktu rengganis 2 set, Jadwalnya yg dari ML mepet dg probo dari Pb, bgitupun keberangkatan BW jadwal mepet. Saya lihat, DAOP JR tu minim inovasi/kresai peluncuran KA baru, (kecuali cantik Ekspress), coba daop lain seperti DAOP 8 ( Rajalawali pag, dl ada Malang Ekspress, Komuter Susi,Sulam Arek Srokerto dsb), kemudian DAOP 7 ( bangunkarta Eksekutif, KRD Madiun jaya). tinggal sekrang kemauan dan keberanian berinovasi koq

Saya tertarik dengan statement anda yang saya BOLD.
Hmm..sebuah statement yang mungkin anda belum tahu dasarnya. Mengapa DAOP IX ga perna meluncurkan kereta baru, sudah menjadi rahasia umum lah kalau dari segi sarana tidak memenuhi. Lokomotif, harus menunggu berapa tahun untuk mendapatkan sebuah CC 201 91. Kalau dari segi lokomotif saja kita belum memadai, mengapa harus memiliki rangkaian kereta baru.

Sekarang meskipun udah ada 2 lokomotif DE yang beroperasi di lingkup daop IX, itu masih jauh dari cukup. Masih harus sering rolling, masih sering Tawang Alun mengalah, dan sebagainya.

Yahh..realistis sajah kawand..semua kereta api yang beroperasi di DAOP IX sedikit banyak telah cukup mengcover kebutuhan kami sebagai pengguna jasa kereta api..ga perlu asal bikin rangkaian baru tanpa perhitungan yang matang. Hasilnya telah anda lihat sendiri..CANTIK EKSPRESS..

Terima Kasih..
Salam Kereta Api

Begitu miris nasib si Cantik Ekspress, KA Eksbis dengan hanya 4 gerbong dikarenakan lokomotif yang sudah tua...

Kalau Tawang Alun mau jalan dengan 2 rangkaian, minimal DAOP IX harus punya 3 lokomotif CC dan perjalanan KA Tawang Alun harus dimundurkan dikit biar gak mepet sama Sri Tanjung...

Perasaan dri smua DAOP2 di Jawa, DAOP IX slalu dianaktirikan,
akbtnya berimbas pd inovasi daop iniSakit
[/spoiler]
Memang benar jika DAOP IX dianak tirikan... Berdampak juga pada keadaan Kereta Apinya, tapi harus diakui bahwa DAOP IX juga cukup hebat, bisa bertahan dengan keadaan yang serba minim... KA Tawang Alun misalnya, terkesan dipaksa kerja rodi menghasilkan uang tapi perhatiannya minim...

Aku baru sadar kalau saking terlantarnya, DAOP IX menjadi satu - satunya DAOP yang tidak punya KA tujuan Jakarta dan satu - satunya DAOP yang tidak dilewati oleh KA tujuan Bandung...
yang ane bold ntuh gan......
yang pertama...... mbok ya kalo melihat perspektif perkeretaapian itu jangan hanya dilihat dari sudut pandang RF saja yang menginginkan banyak KA terutama KA unggulan yang ada bisa melintasi wilayah deket tempat tinggal mereka..... ingat perkeretaapian itu adalah salah satu bentuk industri... yg dipegang oleh PT KA, sebuah industri jelas ajah harus mengutamakan profit yang sudah jelas ada, dan hal tersebut wajar apabila perhatian lebih besar adalah pada bagian yang menghasilkan profit paling besar.... dalam hal ini perkembangannya akan jelas berkorelasi dengan sebesar apa profit yg didapat oleh PT KA di suatu rute... contohnya.. kenapa prasarana yg digenjot habis2 an koq DAOP VI, bukan DAOP I/DAOP VIII.... ya karena bisa dikatakan DAOP VI itu keuntungannya paling besar.... parameternya, tingkat okupansi... dan rata2 KA-KA terlaris adalah KA milik DAOP VI

yang kedua..... kenapa ngga ada kereta yg langsung ke jakarta/bandung dari daop IX... ya karena terlalu jauh, ntar waktu perawatan ngga cukup, yang ada malah tuh KA jadi ngga prima.... lagipula sudah banyak KA di DAOP VIII yg melayani tujuan itu.. jadi penumpang KA dari DAOP IX yg mo ke jakarta/bandung kan tinggal pindah KA aja di DAOP VIII.. lebih efisien....

yuk ah Back on Topic

sebenarnya secara realisasi... pemberhentian TA dan sritanjung untuk petak bangil-bw itu sama aja ato ada selisih pemberhentian... dimana salah satu brenti dan salah satu tidak?



RE: All About Tawang Alun - raditiya - 23-04-2011

KA Tawangalun dan KA Sritanjung mempunyai stasiun pemberhentian yg sama sepanjang lintas BW-BG.
Namun kedua KA ini telah memiliki pangsa pasarnya masing2. Jadi tidak perlu takut untuk masalah okupansi


RE: All About Tawang Alun - Bangunkarta - 23-04-2011

(23-04-2011, 08:53 PM)raditiya Wrote: KA Tawangalun dan KA Sritanjung mempunyai stasiun pemberhentian yg sama sepanjang lintas BW-BG.
Namun kedua KA ini telah memiliki pangsa pasarnya masing2. Jadi tidak perlu takut untuk masalah okupansi

untuk tarif nya juga sama kah bw-bangil....

masalah okupansi, mah... kalo K-3, ane jamin KA apapun itu kaga ada yg namanya sepi... weekdays sekalipun...sampean bener juga, penumpang Sritanjung dan Tawangalun udah ada pangsa pasarnya sendiri.. kek K-3 laennya... oh iya untuk pemberangkatan kan Sritanjung selisih 1 jam dibelakang Tawang alun ya??? kalo dari Bangil ke BW gimana????



RE: All About Tawang Alun - raditiya - 23-04-2011

(23-04-2011, 09:21 PM)Bangunkarta Wrote:
(23-04-2011, 08:53 PM)raditiya Wrote: KA Tawangalun dan KA Sritanjung mempunyai stasiun pemberhentian yg sama sepanjang lintas BW-BG.
Namun kedua KA ini telah memiliki pangsa pasarnya masing2. Jadi tidak perlu takut untuk masalah okupansi

untuk tarif nya juga sama kah bw-bangil....

masalah okupansi, mah... kalo K-3, ane jamin KA apapun itu kaga ada yg namanya sepi... weekdays sekalipun...sampean bener juga, penumpang Sritanjung dan Tawangalun udah ada pangsa pasarnya sendiri.. kek K-3 laennya... oh iya untuk pemberangkatan kan Sritanjung selisih 1 jam dibelakang Tawang alun ya??? kalo dari Bangil ke BW gimana????


untuk BW-BG Sritanjung Rp 24.000 sementara Tawangalun Rp 19.000

Keberangkatan dari BW selisih 1 jam.
Sementara dari BG ke BW sendiri sebenarnya Sritanjung berangkat lebih dulu.
Namun terkadang kedua KA mengalami keterlambatan.
Jika saat Tawangalun sudah tiba di BG sementara Sritanjung masih berada jauh dibelakang.
Tawangalun pun dipersilahkan berangkat terlebih dahulu


RE: All About Tawang Alun - UIZ-SenjutKade - 24-04-2011

kalo nyampe BW mna yg duluan...?? TA atw ST, mmm pernah gag TA di salip ST atw ST disalip TA.....????


RE: All About Tawang Alun - raditiya - 25-04-2011

(24-04-2011, 11:45 PM)UIZ-SenjutKade Wrote: kalo nyampe BW mna yg duluan...?? TA atw ST, mmm pernah gag TA di salip ST atw ST disalip TA.....????

siapa yang berangkat BG duluan, dia lah yang sampai duluan di BW.
Jarang sekali kereta ini saling susul selain di BG. Biasanya kalo disusul pasti ada trouble


RE: All About Tawang Alun - Ken Aditya - 26-04-2011

Dulu Rengganis? Sebenarnya ini kereta hebat, dulu meluncur dari Kediri-Banyuwangi dan sebaliknya. Ga tau kenapa, sejak akhir 90-an meluncur dari Malang, mungkin okupansi Kediri-Malang rendah? Sudah di tampung sama Penataran mungkin. Menurut saya penumpang yang dari Kediri-Malang yang ke arah timur cukup banyak, bus yang tujuan ke arah timur Jawa Timur selalu banyak penumpang dari rute ini. Tawang alun harus pake Lok CC, biar lebih kencang, apa Daop Jember belum kebagian jatah sampai saat ini?


RE: All About Tawang Alun - ArvendoGTASA - 26-04-2011

(26-04-2011, 04:58 PM)Ken Aditya Wrote: Dulu Rengganis? Sebenarnya ini kereta hebat, dulu meluncur dari Kediri-Banyuwangi dan sebaliknya. Ga tau kenapa, sejak akhir 90-an meluncur dari Malang, mungkin okupansi Kediri-Malang rendah? Sudah di tampung sama Penataran mungkin. Menurut saya penumpang yang dari Kediri-Malang yang ke arah timur cukup banyak, bus yang tujuan ke arah timur Jawa Timur selalu banyak penumpang dari rute ini. Tawang alun harus pake Lok CC, biar lebih kencang, apa Daop Jember belum kebagian jatah sampai saat ini?

lo, Daop 9 kan udh dapat CC, salah satunya CC 201 91,. CMIIW.


RE: All About Tawang Alun - MatAREMAja - 27-04-2011

lok y utk mnarik kereta dan gerbong mas, he2

y utk d jalur g sibuk dan rangkaian pendek sepanjang msh prima knp g?

tp klo d lintas sibuk, mgkn bnr jg kata mas

ksian, jgn sampai habis manis sepah dbuang apalagi drucat.....[Image: overstappen.png]
tp klo boleh usul, klo bs kberangkatan (lebih tepatnya jadwal sampai d ML) dpercepat 30mnt....krn ksian bwt penumpang yg mau transit lanjut k barat via Matarmaja...sering gada waktu bwt beli tiket....kelabakan.....pernah ada bapak2 nyaris ketinggalan pdhl tas sdh d atas Matar..."tenang aja pak, klo KA sdh jln bapak g muncul...ini tas bakal kami lempar"....tuh bapak;"!?!?!?"