Semboyan35 Indonesian Railfans
Harapan Kita Untuk Perkeretaapian Indonesia yang lebih baik (Diskusi dan Solusi) - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12)
+--- Thread: Harapan Kita Untuk Perkeretaapian Indonesia yang lebih baik (Diskusi dan Solusi) (/showthread.php?tid=7165)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - big bro - 10-01-2011

(09-01-2011, 09:14 PM)bagus70 Wrote:
(08-01-2011, 10:25 AM)big bro Wrote: ane rasa sih buat PT KA kalo emang udah gak terlalu sanggup ngejaga kualitas K1 lebih baik semua kereta diganti jadi K3 AC. ada seorang temen bilang naik bis dari kutoarjo ke jakarta tarifnya sama dengan KA bogowonto dapet makan dan AC lagi. tapi KA tetep punya keunggulan yaitu bisa jalan-jalan dan tidur selonjoran. tidur selonjoran di K1? ada foot res yang ngalangin kalo mau tidur di antara kursi. say no to K1, say yes to K3 AC. daripada K1 malah jadi beban keuangan PT KA, mending PT KA fokus di KA BArang, Angkutan Comuter, dan K3 AC. K1 versus bus exe ato SE? saat ini harus diakui dari kenyaman, dan fasilitas PT KA kalah...

Ha...ha..ha... asal njeplak ngablak bablas ngomongnya. :ngeledek:

Anda cuman melihat kondisi sekarang dari perspektif sempit anda, tanpa memperhitungkan penumpang yang sudah usia lanjut. Dan anda cuman melihat kondisi pelayanan, tanpa memperhitungkan bahwa suatu saat pelayanan di K3AC bisa saja menurun di masa depan. :nantangin:

kan di depan paragraf ditulis ane rasa :ha ha ha:
maksudnya pendapat pribadi aja. kalo keadaannya begini terus.....
kalo nggak ada usaha peningkatan pelayanan dari operator KA dan pemerintah.
kalo nantinya pelayanan K3 AC menurun, kok firasat ane bilang K1 gak juga lebih baik. hehehe

kembali ke topik, sebenarnya penurunan pelayanan (Lebih tepatnya berkurangnya kepuasaan konsumen) gak cuma terjadi di KA doank, mungkin penggemar Bus tau akan kualitas bus Lorena jaman dahulu. namun coba tanya bus lorena sekarang. sama halnya dengan GIA(Garuda Indonesia Airways) pada saat booming Low Cost Airline (Pelayanan ane kurang tau, tapi GIA sempet panik juga dengan naik daunnya Lion Air saat itu) hanya saja GIA beruntung punya manajemen yang bisa memikat hati masyarakat sehingga GIA pamornya malah semakin baik saat ini (Selain juga karena faktor banyak pesawat low cost airlines yang kecelakaan)

imho, kalo bus bisa berubah lebih-lebih baik wajar. Karena management bus cuma ngurus busnya doank, jalan yang ngurus dinas PU, terminal Dephup. dan pula bisa mengajukan kredit ke bank untuk peremajaan armada. kalo pesawat bisa berubah lebih baik ya wajar, karena managemen GIA mengurus pesawatnya saja. bandara yang ngurus Angkasa Pura. Permasalahan unik memang di Kereta Api, PT KA masih mengurus semuanya. walau dibilang jalur sudah dipegang oleh dirjen, tapi tetep aja perawatan dilakukan oleh PT KA. Selama Pemerintah masih nggak peduli dengan perkeretaapian (dilihat dari pemerintah yang gak mau kasih PSO di awal tahun dan nambah jumlahnya) rasanya sulit ngebayangin pelayanan KA bisa semakin membaik. Mungkin ini juga ngasih jawaban kenapa K1 makin ke sini makin ancur, soalnya keuntungan dari K1 yang harusnya buat perawatan lari ke perawatan dan operasional K3 yang harusnya dateng dari PSO.


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - eri4nto - 10-01-2011

lintas Surabaya-Solo-Jogja, KA Sancaka bersanding dengan bis patas Eka, Mila Sejahtera, Rosalia Indah, etc sementara KA Logawa dan Sritanjung bersanding dengan bis ekonomi AC Sumber Kencono dan Mira. untuk saat ini, sepertinya masing-masing bisa berjalan berdampingan dengan damai dan sejahtera. tapi bagaimana bila nanti tol Surabaya-Solo sudah jadi?? akankah jalur KA di lintas ini tetap gemah ripah loh jinawi??


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - faldy adhoez - 10-01-2011

ya banget klo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) gak ada perubahan......cipularang udah terbukti
trus klo jadi tol trans jawa??...wahhh ga bayang deh...apalagi di MKA dibilang tol ciawi-sukabumi mau dibangun...apa kabar BOO-SMI???...SedihLok Merah Biru


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - 46rossi - 10-01-2011

Sekarang kalau ada duit lebih baru deh naik KA. Kalau pas-pasan saya lebih memilih bus


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - d'tRAiNeR - 10-01-2011

Tol, tol, dan tol... Cuma merhatiin tol aja, padahal di sisi yang lain pemerintah ingin menekan angka lalu lintas kendaraan pribadi roda dua dan empat.

OK, motor ga boleh lewat tol kecuali Suramadu. Tapi mobil?

Saya sebagai orang Bandung sebenarnya lebih banyak ga sukanya dengan adanya Tol Cipularang. Sejak 2004, Bandung di week-end menjadi super macet gara-gara orang Jakarta bertamu ke Bandung dengan mobil. Kereta legendaris Parahyangan dan adiknya Argo Gede ditinggalkan para wisatawan yang umumnya bepergian sekeluarga.

Setelahnya, pemerintah malah berpikir untuk membangun tol Trans-Jawa. Apa mereka ga pikir, kota-kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dkk. bakal bernasib sama dengan Bandung: mobil plat luar kota menumpuk disana?

Kenapa coba ga dibikin bagus tuh KA jarak jauh? Minimal ABA yang udah ada dari tahun 1997, kenapa ga lebih dibagusin? Argo Bromo (reguler), ga dipertahankan K1 Sepcial-nya? Trus KA Parahyangan, ga dibikinin gerbong Anggrek, biar pake boogie K5 juga ga masalah? Argo Muria, yang semasa jayanya jadi KA andalan bepergian Jakarta-Semarang PP, kenapa ga dipertahankan ke-on-time-an dan service-nya yang sangat baik? Dan lain-lain...
Jadi kan, kalo orang mo bepergian, ga perlu menuhin jalan pake mobil mereka. Tinggal naik KA, turun di stasiun sambung angkot/bus/taksi/dll. ke tujuan yang diinginkan. Ga nambah macet, malah bikin untung orang "pribumi" kota itu, dapet penghasilan tambahan...

Kembali ke KA. Coba dilihat di Eropa sana. Bagaimana TGV bisa sangat sukses, demikian juga ICE milik Deutsche Bahn, Jerman? Okelah, Orient Express merupakan lembaran hitam perkeretaapian modern di sana: KA legendaris dari tahun 1800-an bisa lenyap ditelan KA-KA EuroCity dan EuroNight.

Tapi setidaknya perusahaan KA disana bisa lebih baik. Kenapa? Ya karena diperhatiin juga oleh pemerintah, walau ada badan khusus yang mengurusi perkeretaapian (seperti PT KA sebagai provider dan Dephub sebagai badan dari pemerintah).

Tapi, ya pemerintah disini ga terlalu ngurusin KA, contoh gampangnya aja bisa dilihat di KA komuter Jabodetabek, kontras sama MRT di Singapura atau seperti komuter Tokyo... Jangan harap pemerintah mo peduli terhadap kesulitan PT KA dalam mengurusi KA-KA jarak jauh...

Malah yang ada ngurus duit buat diri sendiri, biarin Sony a.k.a. Gayus jalan-jalan toh mereka dapet komisi juga dari dia, dan bukannya mikirin kepentingan rakyat seperti, salah satunya, perkeretaapian sebagai moda transportasi yang dikenal sejak dulu "murah, cepat, aman dan nyaman" di mata masyarakat (sekarang kemana hilangnya 4 point super penting tersebut?)...

Dan biar pemerintah keliatan bikin sesuatu bagi rakyat, mereka lebih milih bikin tol seadanya, nge-cor nya sembarangan, ga sampe 1 tahun udah rusak, ditambal asal-asalan kayak nambal jalan kampung, yang penting kelihatan kayak udah kerja susah payah. Padahal, dapet banyak untung gara-gara pengiritan biaya dan transaksi gelap sana-sini. Kan buat bikin tol baru (mungkin) lebih murah daripada mengembangkan KA yang sudah ada...


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - Boy Daniel - 10-01-2011

Kalau membaca tulisan dari mas Illia dan mas Big Bro...saya pun merasakan hal yang sama. Beberapa waktu lalu saya ada keperluan ke Surabaya. Saya berangkat malam hari menggunakan KA Sembrani. Alih-alih berharap mendapatkan KA Sembrani yang blue retrofit (seperti yang tertera dengan bangga nya di situs PT. KAI), eh malah yang ada rangkaian K1 yang kelas Argo. Kekecewaan saya belum berhenti, beberapa penumpang bertanya kepada prami nya kalau mereka mau nonton siaran pertandingan piala AFF, Indonesia-Filipina. Tetapi dari 2 televisi dalam 1 rangkaian, hanya 1 yg bisa menangkap siaran RCTI, itupun begitu kereta berjalan, malah hilang sudah tayangan itu, berganti dengan gambar "semut2 berperang". Kalau untuk urusan servis, rasanya kualitas servis nya sangat tidak memuaskan. Makanan ditawarkan dengan "senyuman yang menjebak". Tidak disebutkan apakah complimentary atau harus bayar. Dengan harga tiket Sembrani hari itu 340.000, dan membayar ekstra 20.000 untuk sepiring nasi goreng dingin dan telor ceplok dingin, menurut saya sangat mengecewakan. Terlebih lagi, ada flight Lion Air yang memberikan rate 314.000 (harga promosi via online reservation) untuk penerbangan Jakarta-Surabaya! Hanya karena memang penasaran mau naik Sembrani, makanya saya memutuskan untuk tidak membeli tiket pesawat.

Well, seperti biasa, kereta terlambat 30 menit masuk SBI. 11 jam lebih seharga 340.000, sedangkan pesawat terbang 314.000, 1.5 jam sampai.

Memang besar sekali tantangan yang harus dihadapi PT. KAI. Seperti dikeroyok banyak moda transportasi dan kendaraan pribadi. Tetapi tidak bisa tidak, terobosan baru yg dinamis dan jitu harus segera dicari. Keadaan ini harus segera disikapi. Karena sudah jelas, moda transportasi lain bisa menawarkan jasa dengan harga lebih kompetitif, lebih terjangkau, bahkan lebih murah serta kualitas pelayanan dan ketepatan waktu yang lebih baik.


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - ouilevio - 10-01-2011

oya, ptka itu pegawainya buanyak spt: petugas PJL yg jumlanya byk sekali, petugas JPJ, artinya pengeluaran ptka makin banyak. kl mnurut ane, perawatan track ditanggung pemerintah, nanti ptka kasi royalti k pemerintah, shg tgs ptka cukup operator aja. smoga dg meningkatnya pendapatan, servicenya makin baik


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - angga caesar - 10-01-2011

dari sisi pengelolaan mungkin , moda transportasi lain dikelola oleh bnyak pihak trmasuk swasta . seperti Bis tidak mutlak Damri saja , ada perusahaan lain bgitu juga pesawat ada bnyak perusahaan swasta. berbeda dg Kereta Api yg hnya dikelola oleh BUMN PT. KA . ini agak mnyulitkan utk mngelola sbuah jaringan transportasi yg luas dan mnjadi pilihan utama dg satu pihak saja . Proses inovasi sudah ada, meski lambat, seperti adanya rangkaian baru yg ramah lingkungan milik argo jati, ada juga ka bogowonto , serta brbagai program kereta wisata mnuju Solo, Surabaya, BD dll , ditmbah pula adanya gerbong khusus wanita dan ibu hamil , pmbangunan double track dibrbagai daerah juga sudah mulai dijalankan . ya mungkin sekarang kereta api belum sbagus pesaing lainnya , tp nyatanya masih tetap digemari oelh masyarakat dan kedepannya mngkin akan jauh lebih baik


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - sochdi - 11-01-2011

ikut sharing juga.
klo mudik ke ortu (jalur pansel) gw lebih memilih naik KA, dg alesan :
- rumah ortu deket stasiun
- waktu tempuh lebih cepet + 6jam
dibandingin naik bus karena, jauh dari terminal bus dan waktu lebih lama.

tapi pas pengin mudik ke mertua (jalur pantura), kayanya sekarang mikir pengin naik bus, dengan asumsi tarif yang jauh berbeda dan pelayanan yang sama -atau lebih baik- dari KA.

solusi yang bisa dilakukan -menurut gw- harusnya pemerintah menswastanisasi perkeretaapian, biar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ada saingannya n bisa introspeksi diri buat ningkatin mutu dan pelayanan.
ambil contoh aja, telkom dan pertamina, dulu pas mereka masih monopoli keliatan kan gimana kinerjanya yang asal2an n tarifnya yang gila2an, tapi begitu ada isat, xl,dll telkom langsung bisa jadi operator yang bagus dalam mutu dan pelayanan. begitu juga pas sesudah ada shell masuk, pertamina jadi terdorong lebih baik untuk melayani masyarakat.
seperti yang udah dibahas sebelumnya, di bus atopun pesawat juga mereka berkompetisi sehingga ingin yang terbaik, lah skrg di kereta api mo bersaing ama siapa tuh PTKAI...?
mungkin ptkai mikirnya "lu penumpang masih butuh gw, terserah gw dong naikin harga n ga perhatiin pelayanan"
mereka belum nyadar, sebelum "tragedi argo parahyangan" terulang kembali dimana para penumpang berbondong2 meninggalkan mode kereta api...


RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - Bangunkarta - 12-01-2011

(08-01-2011, 05:26 PM)joe cole Wrote: tapi emang yah kalo di Forum sebelah tuh para operatornya lebih terbuka, terbuka sama saran dan kritik yang diberikan buat kemajuan mereka sendiri tentang peningkatan pelayanan kepada konsumen, banyak inovasi di sana yang merupakan usulan dari para member forum saat mereka mengadakan kunjungan ke sejumlah operator bis.

Entah kalo di PT.KA......Teman2 Semboyan 35 Senior pernahkah melakukan kunjungan dan bertemu dengan Orang No.1 di PT.KA tuk sharing tentang peningkatan pelayanan KA....?? dan bagaimana tanggapan mereka

ya... ini dia salah satu jawaban yang membuka mata saya dan mungkin kita semua.... maaf mas Joe.. postingan ente ane potong..

yap kritikan... terutama dari konsumen sebenarnya merupakan bentuk komunikasi kepada penyelenggara jasa... selain itu kritikan sebenarnya merupakan salah satu bentuk kepedulian konsumen yang mencintai jasa tersebut yang ingin agar perusahaan tersebut tetep eksis dan berjaya....

tinggal bagaimanakah operator menanggapi kritikan dari konsumen.... soalnya selama ini yang saya lihat di PT. Kereta Api Indonesia (Persero), komunikasi itu seolah-plah hanya berlangsung satu arah... dari PT KA kepada konsumen.... tanpa pernah ada bentuk komunikasi dari konsumen ke PT KA apakah itu sebagai komunikan atau sebagi feedback atas komunikasi sebelumnya dari PT KA ... terkait masukan dan saran yang sebenarnya untuk kebaikan PT KA sendiri...

mungkin melalui forum2 seperti ini lah, kita bisa mengkomunikasikan beberapa masukan yang sifatnya bukan hanya wacana saja... namun hal-hal kongkrit kepada operator... agar mereka melek.... hal-hal tersebut telah terjadi dan hal-hal yang benar-benar diinginkan oleh konsumen..

masalah KA ga inovatif mungkin juga karena selama ini mereka tidak pernah mau untuk benar-benar mencari tahu apa saja kebutuhan konsumen... mereka hanya mencoba untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen berdarakan persepsi mereka sendiri.... jadi ya apabila tidak ada suatu krieikan dari luar yang ditindak-lanjuti dan hanya melakukan sesuatu berdasarkan persepsi sendiri.....ya itu.. akan selalu merasa paling pinter dan sok tahu... padahal sebenarnya hanya merupakan katak dalam tempurung...

mohon dibetulkan kalau saya salah..... wah makasih temen2 buat mengapresiasi trid ini dengan masukan2 yang sangat dewasa dan analitis....

semoga ada RF yang merupakan bagian dari PT KA yang mau untuk mendengarkan masukan dari konsumen.... bravo perkeretaapian Indonesia...

lanjoooo....tttttNgakak