![]() |
|
Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Hobby (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=6) +--- Forum: Mblusukan (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=24) +--- Thread: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa (/showthread.php?tid=4229) |
RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - chandra - 20-05-2011 @mas baso...foto diambil diperbatasan perum Bumi sindang asri..belakang pom bensin..mungkin jika ada perluasan perumahan pasti akan hilang semua sisanya.... Kebetulan ada rekan saya asli cibarusah..menurut beliau pd masa SD sekitar thn 1979an beliau sering diajak ayahnya naik lori yg didorong orang & menurut beliau bekas rel yg di cibarusah sekarang sudah jd perumahan yg berda tepat dibelakang pasar..seandainya jalurnya masih ada dipakai untuk trem yg melayani jalur cibarusah lemah abang...wiiiiihhhh mantab abis kali ya... RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - Kazuya - 31-07-2011 (20-05-2011, 12:21 AM)chandra Wrote: @mas baso...foto diambil diperbatasan perum Bumi sindang asri..belakang pom bensin..mungkin jika ada perluasan perumahan pasti akan hilang semua sisanya.... pastinya... sekarang kalau mau menuju cibarusah dari lemahabang atau sebaliknya pasti terkena macet, mungkin kalau jalur lori ini dipakai lagi bakalan rame peminat nya.... RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - Toto - 01-08-2011 (02-10-2010, 11:27 PM)Kazuya Wrote: nemu artikel menarik nih... Jika memperhatikan uraian artikel di atas dapat dipilah fakta-fakta penting : 1) Tidak ada stasiun/ halte lain selain Lemah Abang dan Cibarusa 2) Gerbong dapat didorong penumpangnya sambil berlari 3) Penggunaan lokomotif kecil 4) Adanya tulisan "decauville" pada peta rel Dapat disimpulkan bahwa karakter jalur tersebut nampaknya mirip karakter jalur lori perkebunan yang tidak memiliki stasiun-stasiun (halte). Yang ada adalah emplasemen awal dan stasiun tujuan yang berfungsi sebagai semacam dry port. Dengan kata lain, fungsi jalur tersebut pada jaman Belanda adalah sebagai angkutan hasil bumi/ feeder dari emplasemen Cibarusa menuju Stasiun Lemah Abang. Selanjutnya hasil bumi tersebut diangkut oleh KA barang SS ke tempat tujuan akhir. Berkaitan dengan gerbong yang bisa didorong sambil berlari, sampai sekarang sangat umum terlihat orang-orang mendorong gerobak-gerobak/ gerbong lori karena ukurannya yang memang kecil. Jika yang didorong adalah gerobak ukuran besar, tentu agak kesulitan. Terakhir, kata "decauville" juga lazim dikenakan pada ukuran gauge 600-700 mm yang menjadi ciri khas lori. Namun, berdasarkan uraian kawan-kawan sebelumnya, pada jaman perjuangan terdapat upaya untuk menghidupkan jalur ini kembali. Berbeda dengan fungsi aslinya pada jaman pra pendudukan Jepang, pada jaman perjuangan nampaknya akan dijadikan sebagai jalur KA pengangkut penumpang. Untuk itu, para pejuang berupaya membangun kembali jalur tersebut sekaligus me-regauge ukurannya dari ukuran decauville menjadi ukuran 1067 mm. Kemungkinan lain, jalur tersebut oleh para pejuang tetap dibangun sesuai ukuran aslinya yang "decauville" dan menjadikan jalur Lemah Abang-Cibarusa masuk dalam kategori AKAL (Angkutan Kereta Api Lori). Sekedar catatan tambahan, istilah AKAL ini saya dapatkan dari seorang pensiunan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Malang. Beliau menjelaskan bahwa pada jaman perjuangan yang penuh ketidakpastian, lori sempat digunakan sebagai AKAL. Jika ada rekan-rekan lain yang memiliki kejelasan info tentang benar dan tidaknya jalur Lemah Abang-Cibarusa sebagai jalur decauville, mohon pencerahan. Salam Spoor, RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - Dana Komuter - 01-08-2011 Intinya... andai kata dibangun kembali bentangan rel di bekas petak relnya itu, apa para warga mau secara swa sembada mungkin? Serta - merta membangun jalurnya itu dengan kondisi minimal seadanya aja deh... Maksud aku bangun untuk lori lebar sepurnya tetep 1067 mm. Stasiun gak perlu, tapi cukup pos - pos pemberhentian dan bagaikan Punokawan yang bisa menyetopkan KA di petak rel mana pun. Aku rasa pasti akan ada urat nadi kehidupan lagi deh... seperti adanya pasar tradisional, pasar kaget, entah mungkin mal, real estate, dll...
RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - ady_mcady - 01-08-2011 kalau di koridor ini sudah banyak angkot/mikrolet yang beroperasi, penghidupan jalur ini bakalan sia-sia karena bakal mendapat tentangan berat dari mereka. tapi kalau digunakan untuk angkutan spesifik, misalnya barang dari industri2 disekitarnya, barangkali masih bisa. RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - Toto - 01-08-2011 (01-08-2011, 11:07 AM)ady_mcady Wrote: kalau di koridor ini sudah banyak angkot/mikrolet yang beroperasi, penghidupan jalur ini bakalan sia-sia karena bakal mendapat tentangan berat dari mereka. Ah Mas, kadang perlu suatu ketegasan untuk menghidupkan kembali suatu jalur KA. Jika perlu, para sopir angkot direkrut jadi masinis atau crew nya heheheheh ![]() Salam Spoor, RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - Dana Komuter - 01-08-2011 Ojeker sama sopir angkot n Mikrolet alih profesi aja... Khan gak perlu kena Polisii tidur, gundukan tanah, portal, dll... Palingan sisi2 positif dan negatif dr kereta lori yg ada : Sisi Negatif : - Lewat pasar tumpah ruah, harus permisi bilang ke pr pedagang kalo kita2 mau numpang lewat dulu... Toh lori ini... - Juragan2 angkot ama Mikrolet bisa apesss... kekurangan sopir2 handal mrk. Krn pd alih profesi. Sisi Positif : - Meski ada kalanya ngetem, toh di bbrp pos pemberhentian ada bbrp sepur percabangan. Dibuat spt trem aja... - Kalau pun ngetem bukan di pos2 pemberhentian, setidaknya ada daerah / petak rel di mana yg gak kehalang kereta2 lorti di belakangnya. Pengalaman di bus dalam kota Ciputat - Jakarta pas ngetemnya lama, begitu dateng bus sejenis dan 1 rute, gantian yg kami tumpangin itu berlaju lagi meski penumpangnya masih dikit yg naik. Itu semua menurut aku pribadi... RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - van Baso - 03-08-2011 Ojek, Angkot, Mikrolet atau bus 3/4, dan elf bukan halangan berarti; yg jadi halangan besarnya adalah hampir sebagian besar jalur telah beralih fungsi, khususnya mulai dari kawasan EJIP (East Jakasta Industrial Park) sampai Lemahabang sisa jalur yg masih jelas hanya pada postingan kang Chandra dan kalo di Gmaps pada koordinat -6.400761,107.095435 sampai koordinat -6.396518,107.102323 kalo mau nelusurin koordinat tadi, mulai start dari taman buaya (-6.393245,107.10316) ke arah Cibarusah, railbed ada di sebelah kanan RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - van Baso - 01-06-2012 baru nyadar, kyanya jalur ini ga diambil alih sama DKA/PJKA/PT. Kereta Api Indonesia (Persero), soalnya dari pertama kali lewat situ (sekitar 1994) sampe sekarang (2012) ga nemu satupun tanda papan aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) RE: Sejarah Jalur Lemah Abang - Cibarusa - kuli bangunan - 01-06-2012 (01-06-2012, 04:52 AM)van Baso Wrote: baru nyadar, kyanya jalur ini ga diambil alih sama DKA/PJKA/PT. Kereta Api Indonesia (Persero), soalnya dari pertama kali lewat situ (sekitar 1994) sampe sekarang (2012) ga nemu satupun tanda papan aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Karena jalur ini bukan dibangun ma perusahaan ka kolonial belanda macam nism, ss atau sejenisnya...lagi pula kl ga salah jalur ini dibongkar sama tentara pendudukan jepang... |