![]() |
|
Harapan Kita Untuk Perkeretaapian Indonesia yang lebih baik (Diskusi dan Solusi) - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12) +--- Thread: Harapan Kita Untuk Perkeretaapian Indonesia yang lebih baik (Diskusi dan Solusi) (/showthread.php?tid=7165) |
RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - mrawan - 06-01-2011 Hmmm... bagi saya yg udah bolak balik ke luar negeri dan kalo ada dinas dari pabrik jatah nya pake pesawat tapi saya lebih prefer ke kereta api . Meski sering mendapatkan pelayanan yg kurang nyaman kaya loko mogok, lampu mati, AC mati , jadwal dateng dan pergi yg super telat tapi saya tetep pilih kereta. Saya pernah ada kejadian pas mudik ke Jogja pake pesawat berplat merah udah PP beli tiket, tapi pas pergi nya cuaca buruk dan ahir nya phobia pesawat saya kambuh, akhir nya besok nya pas pulang ke Jakarta beli tiket kereta, tiket pesawat nya hangus. Masalah nya kesabaran manusia ada batas nya, kalo pelayanan dan kondisi kereta api kita gak berubah , mau gak mau saya akan cari alternatife lain kalo bepergian jauh meski kasar nya kepaksa naik pesawat ( kenapa saya bilang kepaksa? karena saya phobia naik pesawat ) . Cuman pikiran konsumen biasa gak bisa disamakan dengan pikiran RF seperti saya, lambat namun pasti konsumen PT KA akan pindah ke moda transportasi lain nya . Yah mudah mudahan aja (meski ibarat kata menegakan benang basah ) di Indonesia ada pesaing bisnis kereta api jadi nya gak monopoli sehingga bisa membuat PT KA lebih baik dalam pelayanan. RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - BAMBANG EKO - 06-01-2011 mrawan Wrote:06-Jan-2011, 03:53 PMHmmm... bagi saya yg udah bolak balik ke luar negeri dan kalo ada dinas dari pabrik jatah nya pake pesawat tapi saya lebih prefer ke kereta api . Betul Mas
KA Parahyangan contohnya. Saat KA ini berjaya , diburu banyak penumpang , yang dilakukan paling sering adalah menaikkan tarip , saking sibuknya naik tarip yang notabene lebih mahal dari jarak Jakarta-Cirebon sampai-sampai lupa memperbaiki kualitas pelayanan , lupa menengok ke samping sehingga tak terlihat bahwa jalan tol Cipularang sedang dibuat . bahkan terlena dengan frekuensi yang menyentuh di angka 15 Trip saat2 weekend , lupa....lupa...lupa...... Kini para penumpang yang dulu selalu memburu , telah berpaling dan beralih ke moda lain....ironis. KA terbesar dalam okupansi dan perolehan kocek bagi pundi2 perusahaan kini terpuruk. tragis bin Ironis..... akankah hal ini akan berlanjut ? atau masih menunggu tangan2 trampil dan ide2 cemerlang para abdi dalem ?? untuk kita renungkan bersama RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - kemal reza - 06-01-2011 maaf OOT dikit, apakah harus ada campur tangan dari pihak SWASTA agar bisa berbenah? NB : (ini pertanyaan dari para penumpang KA loch) RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - bahtiar - 06-01-2011 Sebuah auto-kritik untuk manajemen PT.KAI. Semoga hal ini bisa meningkatkan kinerja, fasilitas dan kenyamanan menggunakan jasa Kereta Api di Indonesia, sehingga KA tidak kalah dng moda transportasi lainnya yang juga terus berinovasi mengembangkan dan memperbaiki fasilitas demi kenyamanan penumpang. RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - spoor-badug - 06-01-2011 (06-01-2011, 04:34 PM)kemal reza Wrote: maaf OOT dikit, menurut q seh gitu.. biar PTKA ada pesaingnya, biar gak terlalu 'berkuasa' dalam hal perkeretaapian.. coba bandingkan aja dgn diri kita sendiri saat berhasil, saat gak ada pesaingnya kita mungkin bisa terlena akan keberhasilan kita, tp kalo ada pesaingnya, apalagi dia lebih baik dari kita, kita pasti jadi 'semangat 45' buat mempertahankan keberhasilan kita.. ![]() sbg RF, tentu aja kita pengen KA gak kalah ama moda" transportasi lain.. maka harus d lakukan perubahan pemikiran petinggi KA, bukan perubahan harga tiket..
RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - jamesbondan - 06-01-2011 Mungkin semboyan35.com bisa membuat sebuah kajian perbandingan antara bus dan kereta api dengan range harga yang sama. Dengan seperti itu petinggi KA bisa makin sadar bahwa mereka kalah soal efisiensi (baca: Harga Pokok Jasa yang berikan terlalu tinggi) jika dibandingkan PO bus. Misal: Purwokerto-Jakarta (hari biasa dan tanpa kemacetan) Bus: Rosalia Indah 85rb dapat kelas VIP (seat 2-2 longgarnya lumayan tapi reclining seat, AC, Makan 1X, Selimut dan bantal, hiburan DVD/TV LCD, waktu tempuh 19.00-04.00, tidak bisa jalan2, toilet bersih, belok sesuai jalan) KA: Purwojaya 90rb dapat kelas Bisnis (seat 2-2 lebih longgar, Kipas Angin, tanpa makan, selimut dan bantal harus nyewa 3-5rb, makan bayar ke restorasi, tanpa TV, waktu tempuh 20.00-01.30, bisa jalan2, toilet lumayan, lebih halus beloknya) Dari situ KA lebih unggul di waktu tempuh, bisa jalan2, lebih halus beloknya..Nah keunggulan2 itu harus dipertahankan kalau bisa ditingkatkan. Untuk yang lain ya ditingkatkan pelayanannya. Bisa diberikan pelayanan yang memiliki nilai tambah tapi tidak terlalu menambah harga pokok jasa KA itu sendiri..(misal kasih balon bergambar kereta untuk anak kecil yang naik KA). Pasti tuh anak kecil seneng banget dan besok2 ga mau diajak ortunya naik bis,mintanya naik KA lagi dan lagi. RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - bagus70 - 06-01-2011 Itu yang membandingkan bus sama KA itu kayaknya agak primitf. Masak kereta kelas dua dibandingkan dengan bis kelas 1?? Dan pengalaman saya bolak-balik naik bis, nggak peduli seberapa bagus kondisi WCnya, atau sebagus apapun suspensinya, kita tidak akan pernah bisa menikmatinya karena getaran di bis itu luar biasa keras. Belum lagi kebiasaan sopir bis yang mengerem jauh lebih keras daripada KA. Mustahil kenyamanan bis atau moda kendaraan jalan raya (termasuk mobil pribadi sekalipun!) bisa mengalahkan KA, mengingat kondisi lalu lintas di negeri kita (khususnya di pulau Jawa) tidak nyaman. Sampai kapapun sebenarnya bis tidak bisa menyaingi kenyamanan KA. Bandingkan saja, naik KA lokal itu masih jauh lebih nyaman daripada naik Elf atau bis kelas ekonomi non-AC. Belum lagi imej terminal bis yang sangat tak nyaman ketimbang stasiun KA. RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - JaY - 06-01-2011 Kalo udah double track. Argo Anggrek, Muria, Sindoro Rp 100.000,00 RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - Bangunkarta - 07-01-2011 (06-01-2011, 07:53 PM)bagus70 Wrote: Itu yang membandingkan bus sama KA itu kayaknya agak primitf. Masak kereta kelas dua dibandingkan dengan bis kelas 1?? wah terima kasih untuk masukannya mas bagus.... mungkin saya memang aga primitif membandingkan kereta bisnis dengan bis eksekutif.... cuman saya orangnya tidak mau terjebak dengan stigma dan paradigma sempit dalam sebuah nama.... makanya saya buat komparasi tidak berdasarkan nama tapi berdasarkan valuablenya besaran biaya yang dikeluarkan oleh konsumen pada suatu rute..... saya membuat perbandingan dengan karcis pada kisaran 100-130rb apa yang konsumen dapat dengan naik moda transportasi umum...... dan kalo bicara strata memang perbandingan saya udah benar kan... bis eksekutif itu kan juga seri-B (bukan strata tertinggi) kek kereta bisnis kan juga serie-B.... kalo bus serie-A (kasta tertinggi) nya kan Super Eksekutif, dgn TD 2-1 dan fasilitasnya pasti lebih dari sekedar bus eksekutif, namun tarifnya juga kisaran 200rb ke bawah...... kenapa saya membuat perbandingan tersebut?.... karena kita sepenuhnya tau kan, kalo harga yang kita bayar untuk naek KA itu bener2 ga sebanding dengan pelayanan yang kita terima..... dan kekecewaan konsumen itu telah diantisipasi oleh moda pesaing.... kenapa saya pilih bis? kita jangan lengah.... toll trans jawa sudah mulai dikerjakan (meskipun secara bertahap)..... dan kita semua sangat yakin, toll trans jawa bakal terrealisasi bukan? kita jangan hanya berpikir saat ini... tapi harus juga berpikir 10thn ke depan dan ketika toll trans jawa telah dibangun..... yang dihantam adalah sepur rute jakarta-semarang karna jaraknya ga terlalu jauh (500'an KM) ... kalo KA lengah dan tidak pernah berbenah... sementara moda pesaing telah berbenah, apa yang akan terjadi ketika toll trans jawa selesai....... tentu kita semua berharap tragedi ambruknya kejayaan rute Jakarta-Bandung tidak terulang kan..... berkali-kali sudah saya jelaskan... saya buat postingan ini tujuannya adalah tak lain dan tak bukan sebagai sebuah early warning bagi dunia perkeretaapian di Indonesia...... bener kata mas Bambang Eko... agar insan perkeretaapian tidak lupa....lupa dan terlena..... makanya saya buat perbandingan berdasarkan nilai dari sejumlah uang yang dibayarkan konsumen.. dan tidak mau terjebak dalam stigma sebuah penamaan kelas salam, Laskar Bangunkarta RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - tjcdes2009 - 07-01-2011 Klo misalkan ke bandara tidak ada biaya tambahan misalnya airport Tax ato naik taksi. otomatis kan pengeluaran pnumpang maikn brkurang apa di situ KA bs bertahan ato tdk utk tiket yg hampir sama kayak pesawat. Krn ada tmn yg tugas ke surabaya dy milih naik pesawat yg cm beda bberapa puluh ribu aja tp cpt d banding kereta dah mahal ga da perubahan. Jd disitu jg bs dilihat bahwa KA yg qt dambakan sdh ada di ambang kolaps, klo tdk segera di benahi dan masih jln d tmpat ya qt tinggal tunggu aja bwt bahan crita anak cucu qt kelak. |