Semboyan35 Indonesian Railfans
Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12)
+--- Thread: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? (/showthread.php?tid=742)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19


RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - Bangunkarta - 22-10-2011




RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - Adolph - 23-10-2011




RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - hujanturun - 23-10-2011

saya setuju, kita negara laut yg bertabur pulau, tentunya sesuatu yg penting banget pengembangan transportasi udara dan laut yg efektif seabgai penghubung antar pulau dan terintegrasi jg dg tranportasi darat seperti yg pernah mas bangunkarta jelaskan di sebuah trit.

saya kira kita mendukung pengembangan kereta api bukan berarti kita tdk pro pemerataan pembangunan loh ya. sdh ada bidang tugas msing2 ditjen perhubungan darat, udara, laut, maupun perkeretaapian

Di rencana induk perkeretapaian nasional bagian kata pengantarnya tertulis :
"RIPNas ini disusun dengan memperhatikan rencana tata ruang wilayah nasional dan rencana induk jaringan moda transportasi lain, yang di dalamnya memuat: 1) arah kebijakan dan peranan perkeretaapian nasional dalam keseluruhan moda transportasi, ....."

Misal berita pembangunan double track cirebon kroya di situs Kompas online, pernah dikomentari seorang pengunjung sbg keberpihakan pemerinth atas pengembangn infrastruktur di Jawa saja,
tapi namanya jg itu proyek bagian dari pengembangan infrasturkutur perkeretapian sdh tercantum di "rencana induk perkeretaapian nasional ". Masterplannya ditjen perhubugna laut atau udara tentu lain lagi tapi tujuannya tetap sama sih menurutku , membentuk penyelenggaraan transportasi nasional yang terintegrasi.
keknya ane kudu jalan2 ke forum skyscapercity atau indoflyer neh Big Grin


RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - jokotingkir - 24-10-2011

waoh diskusi yg sangat menarik.......,

kalau kita lihat lagi struktur di dephub [http://www.dephub.go.id/] kan sudah jelas ada dirjennya masing-masing untuk darat, laut, udara, dan perkeretaapian. coba kita perhatikan kenapa kereta api tidak digabung di darat saja ??? bukankah di laut dan udara gak akan mungkin ada yg namanya kereta api hehehehe.

coba kita pikirkan betapa unik dan pentingnya kereta api sehingga dibuatkan kotak sendiri, ini menunjukkan bahwa kereta api harus mempunyai model sendiri dalam pengelolaannya dan memberikan peran tententu dalam mendukung sinergi antar dirjen. jadi saya heran kalau sekarang orang orang di dirjen ka justru copas model dari dirjen lain untuk mengelola kereta api, pengelolaan terminal/pelabuhan/bandara dicopas di kereta api menurut saya salah besarrrrrrrrr walaupun tidak bisa dikatakan salah total. ini makin membuktikan kalau para pejabat sekarang senang makan gaji buta, diberi kewenangan luas tapi tidak dipakai untuk mikir, mikir direktoratnya saja tidak apalagi mikirin rakyat Ngakak

oleh karenanya kenapa dibuat 4 dirjen adalah agar mereka semua bisa bersinergi dengan masing masing model yg dimiliki demikian juga para investor agar dapat melihat peluang dimana bisa dia mengembangkan usahanya, kalau cuman bisanya beli truk/angkot monggo ikut dirjen hubdar, cuman kuat beli perahu layar atau kapal selam ikut dirjen hublaut, bisa beli pesawat dan bisa nyediakin sdm penerbang yg handal gabung dirjen hubudara, punya modal besar mau explorasi hasil bumi harus masuk di kereta api bikin jalur sendiri prasarana dan sarana sendiri barang terangkut demikian juga penumpang bisa diangkut, nah disini nanti kelihatan jelas peran pemerintah Prioritasnya jelas kebijakannya tegas.

sehingga tidak lagi terdengar ada rencana pembangunan rel ka di jembatan selat sunda atau bahkan juga jembatannya sekalipun karena presticenya lebih besar dari manfaat dan resikonya, serahkan masalah laut ke dirjen hub laut, alam jangan dilawan, tarif juga belum tentu lebih murah lihat tarif suramadu dan kapal feri , dari pada membuat jembatan laut lebih baik melakukan relokasi jalur-jalur ka yg memakan waktu tempuh dengan membuat shortcut karena disitu juga pasti dibutuhkan jembatan / terowongan yang panjang. di jalan raya dulu rencana lingkar nagrek saya kira dapat menghilangkan kengerian ketika melewati tanjakan nagrek tapi kenyataannya juga tidak, jalan baru itu ternyata juga masih memiliki tanjakan tajam bahkan ditambah ada jurang disisinya, sangat mengecewakan.

kembali ke soal menghapus monopoli, menurut saya rencana pemerintah untuk menyisipkan suatu operator lain di jalur exsiting adalah suatu yg terburu buru, mungkin juga ada pesan sponsor saya tidak tahu , spanduk penolakan oleh spka pun sudah dipasang di beberapa stasiun,

[Image: 2r61feg.jpg]
[SPKA "MENOLAK DENGAN KERAS" PEMISAHAN SARANA DENGAN PRASARANA KERETA API]
wajar walaupun mungkin akan ada kepentingan pribadi yg tergilas oleh rencana ini tapi kenyataannya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lah yang sejak masa kemerdekaan mewarisi dan merawat jalur-jalur ini walaupun juga banyak yg akhirnya mati Xie Xie PT. Kereta Api Indonesia (Persero)=Pemerintah memang iya , Pemerintah dalam hal ini Dirjen KA sudah turut andil dalam rehabilitasi rel dan sinyal memang iya , tapi ketika anda sudah merawat anak anda sampai dewasa kemudian setelah dewasa ada orang yg membiayai kuliahnya lalu kemudian anak anda tiba tiba diakui/diambilalih sebagai anaknya bagaimana sikap anda? tapi sayang nya ini adalah negara / perusahaan bukan hubungan orang tua dan anak sehingga apapun bisa terjadi tapi hendaknya dilakukan dengan proses yg baik.

betul pendapat rekan rekan bahwa wilayah indonesia masih sangat luas alangkah baiknya apabila pengembangan perkeretaapian ditujukan untuk daerah yg belum ada kereta apinya dengan begitu operatornya juga bisa lebih bebas mengurusnya, bukan malah membuka peluang perseteruan sesama anak bangsa, karena saya ragu apabila memang dibuka di solo-kutoarjo ada dua operator ka apa jadinya nasib keduanya nanti kalau tol sudah digelar melewati dua wilayah itu , alih-alih persaingan membuat keduanya semakin meningkatkan pelayanan, tapi justru akan menghadapi bencana kerugian alias bangkrut. sudah ada buktinya kan.

pagi ini di tvone ada wawancara menteri bumn yg baru pak DIS yg menarik dari pernyataannya tadi kalau gak salah ada 3 BUMN yg akan segera dia benahi salah satunya adalah Kereta Api, penyebrangan merak-bakauheni yang disitu juga ada stasiun keretanya (sepertinya ASDP) dan jalan tol (sepertinya Jasa Marga), kok sepertinya menteri bumn malah lebih memperhatikan perhubungan ya, semoga saja kereta api segera menjadi lebih baik sebab ketika ditanya butuh berapa lama memberesi 3 ini, 100Hari ? satu tahun?, pak DIS nya bilang cukup satu bulan saja! waoh semoga saja berhasil ya pak.
Bye Bye




RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - pardjono - 25-10-2011

Quote:[spoiler=MTI : Perkeretapian Indonesia Menuju Kehancuran]

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai kondisi perkeretapian lndonesia perlahan menuju kehancuran. Salah satunya ditandai dengan dana pemeliharaan prasarana (Infrastructure, Maintenance and Operation atau IMO) kereta api yang tidak dianggarkan.

"PSO (Public Service Obligation) kereta ekonomi (pun) dikurangi padahal pengguna meningkat," ungkap Djoko kepada Kompas.com via pesan teks, Senin ( 24/10/2011 ).

Kereta api juga tidak mendapat BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi. Bahkan, terang dia, angkutan barang kena PPn (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen.

Buruknya lagi, saat ini terdapat 348 unit kereta ekonomi dengan 47 persen dari jumlah tersebut tak layak operasi. Alias, usianya sudah di atas 30 tahun sehingga rawan keselamatan.

Sementara itu, Djoko menyebutkan, kondisi moda jalan raya, kecuali angkutan umum yang kian terpuruk, makin berjaya. Ini ditandai dengan tersedianya dana pemeliharaan jalan, mendapat BBM bersubsidi, tak ada PPn untuk angkutan barang. "(Jadi sebanyak) 89 persen BBM subsidi dinikmati transportasi darat. Sisanya, untuk transportasi air sebanyak 1 persen, rumah tangga 6 persen, usaha kecil 1 persen, perikanan 3 persen. Di mana dari jumlah itu 93 persen (dimanfaatkan) oleh kendaraan pribadi, yang terdiri dari sepeda motor 40 persen dan mobil pribadi sebesar 53 persen," sebut Djoko.

Jadi, ia menilai Kemenkeu dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tidak dapat diharapkan memulihkan transportasi massal, seperti mengalihkan BBM bersubsi kendaraan. "Sangat diperlukan political will dan komitmen dari Presiden atau Wakil Presiden," harap dia.
[/spoiler]



RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - see_204XX - 25-10-2011

(25-10-2011, 10:37 AM)pardjono Wrote:
Quote:[spoiler=MTI : Perkeretapian Indonesia Menuju Kehancuran]

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai kondisi perkeretapian lndonesia perlahan menuju kehancuran. Salah satunya ditandai dengan dana pemeliharaan prasarana (Infrastructure, Maintenance and Operation atau IMO) kereta api yang tidak dianggarkan.

"PSO (Public Service Obligation) kereta ekonomi (pun) dikurangi padahal pengguna meningkat," ungkap Djoko kepada Kompas.com via pesan teks, Senin ( 24/10/2011 ).

Kereta api juga tidak mendapat BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi. Bahkan, terang dia, angkutan barang kena PPn (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen.

Buruknya lagi, saat ini terdapat 348 unit kereta ekonomi dengan 47 persen dari jumlah tersebut tak layak operasi. Alias, usianya sudah di atas 30 tahun sehingga rawan keselamatan.

Sementara itu, Djoko menyebutkan, kondisi moda jalan raya, kecuali angkutan umum yang kian terpuruk, makin berjaya. Ini ditandai dengan tersedianya dana pemeliharaan jalan, mendapat BBM bersubsidi, tak ada PPn untuk angkutan barang. "(Jadi sebanyak) 89 persen BBM subsidi dinikmati transportasi darat. Sisanya, untuk transportasi air sebanyak 1 persen, rumah tangga 6 persen, usaha kecil 1 persen, perikanan 3 persen. Di mana dari jumlah itu 93 persen (dimanfaatkan) oleh kendaraan pribadi, yang terdiri dari sepeda motor 40 persen dan mobil pribadi sebesar 53 persen," sebut Djoko.

Jadi, ia menilai Kemenkeu dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tidak dapat diharapkan memulihkan transportasi massal, seperti mengalihkan BBM bersubsi kendaraan. "Sangat diperlukan political will dan komitmen dari Presiden atau Wakil Presiden," harap dia.
[/spoiler]

Nunggu Menteri Keuangan & Menteri ESDM-nya tobat, Pak...Tapi gimana lg kalo kedua menteri itu ternyata suka TOMAT...? Alias TObat...kuMAT...? Ngakak



RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - Adolph - 25-10-2011

ini yg ane khawatirkan, coba kita kasih perbandingan dengan kesultanan turki usmani (ottoman) dngan PT KA,,

persamaannya: sama2 awalnya kecil, pernah mencapai masa kejayaan, selanjutnya mengalami kemunduran secara gradual, mencoba utk bangkit, kesultanan ottoman mengadakan reformasi(tanzimat) pada abad ke-19 pada masa kemundurannya, namun itu trnyata tidak menyelamatkannya dari keruntuhannya,,
Perbedaannya: PT KA juga berusaha bangkit pada masa kemundurannya, tapi kita masih belum tahu apa usahannya ini akan berhasil,,PT KA belum runtuh, masih eksis...

apakah PT KA akan berakhir seperti kesultanan turki ottoman?? wallahu'alam..semoga tidak


RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - pardjono - 25-10-2011

(25-10-2011, 12:10 PM)see_204XX Wrote:
(25-10-2011, 10:37 AM)pardjono Wrote:
Quote:[spoiler=MTI : Perkeretapian Indonesia Menuju Kehancuran]

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai kondisi perkeretapian lndonesia perlahan menuju kehancuran. Salah satunya ditandai dengan dana pemeliharaan prasarana (Infrastructure, Maintenance and Operation atau IMO) kereta api yang tidak dianggarkan.

"PSO (Public Service Obligation) kereta ekonomi (pun) dikurangi padahal pengguna meningkat," ungkap Djoko kepada Kompas.com via pesan teks, Senin ( 24/10/2011 ).

Kereta api juga tidak mendapat BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi. Bahkan, terang dia, angkutan barang kena PPn (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen.

Buruknya lagi, saat ini terdapat 348 unit kereta ekonomi dengan 47 persen dari jumlah tersebut tak layak operasi. Alias, usianya sudah di atas 30 tahun sehingga rawan keselamatan.

Sementara itu, Djoko menyebutkan, kondisi moda jalan raya, kecuali angkutan umum yang kian terpuruk, makin berjaya. Ini ditandai dengan tersedianya dana pemeliharaan jalan, mendapat BBM bersubsidi, tak ada PPn untuk angkutan barang. "(Jadi sebanyak) 89 persen BBM subsidi dinikmati transportasi darat. Sisanya, untuk transportasi air sebanyak 1 persen, rumah tangga 6 persen, usaha kecil 1 persen, perikanan 3 persen. Di mana dari jumlah itu 93 persen (dimanfaatkan) oleh kendaraan pribadi, yang terdiri dari sepeda motor 40 persen dan mobil pribadi sebesar 53 persen," sebut Djoko.

Jadi, ia menilai Kemenkeu dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tidak dapat diharapkan memulihkan transportasi massal, seperti mengalihkan BBM bersubsi kendaraan. "Sangat diperlukan political will dan komitmen dari Presiden atau Wakil Presiden," harap dia.
[/spoiler]

Nunggu Menteri Keuangan & Menteri ESDM-nya tobat, Pak ... Tapi gimana lg kalo kedua menteri itu ternyata suka TOMAT ... ? Alias TObat ... kuMAT ... ? Ngakak

Nggak cuma 2 pejabat itu Mas Bravo. Masih ada lagi.
Menteri Perhubungan, Menteri BUMN dan Presiden.


RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - bonbon - 25-10-2011

^^ yg di bold terakhir itu lebih tepat, barangkali beliau khilaf karena pulang pergi tidak melewati jalur rel sama sekali, karena kekuasaan kereta api lebih tinggi dari pada iringin2 voorijder paspampres Big Grin, bahkan nggak bisa melarang petugas PJL untuk tidak menutup pintunya


RE: Monopoli Operator Kereta Api akan Berakhir? - mas_bagus_ajah - 25-10-2011

(22-10-2011, 07:35 PM)love_alisa Wrote: justru belajarlah pada pemerintah yg sangat peduli terhadap kereta api, misalnya China, Jepang, dan negara2 Eropa...

Anda katakan itu kepada para politisi kita. Best wishes on your effort.