![]() |
|
Harapan Kita Untuk Perkeretaapian Indonesia yang lebih baik (Diskusi dan Solusi) - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12) +--- Thread: Harapan Kita Untuk Perkeretaapian Indonesia yang lebih baik (Diskusi dan Solusi) (/showthread.php?tid=7165) |
RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - eling - 20-05-2011 DAMRI,PPD menikmati subsidi solar..... RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - SepurHolic - 20-05-2011 Ikut nimbrung sekadar sharing pengalaman pribadi ya mas-mas.. Selama ini utk rute JKT-PWT, naik kereta ibarat "harga mati" buat saya. Selama 6 tahun merantau, bisa dihitung pake jari berapa kali saya naik moda transportasi selain kereta. Alasannya: 1. Gak ada bandara di PWT 2. Bis ke PWT jarang yang oke. Kalaupun bisnya lumayan, jalanannya hampir selalu jelek, jadi yang ada badan sakit keguncang-guncang. Waktu tempuh bisa 8-12 jam (apalagi kalo lagi ada jalan putus). 3. Naik travel lebih nggak oke lagi: lebih keguncang-guncang dan sempit. Tapi pengalaman jalan-jalan agak jauh ke SBY minggu lalu lumayan memberikan pandangan lain buat saya. Sebelum berangkat, saya sempat browse dulu tiket pesawat utk tgl 14 ato 15. Nemu Batavia berangkat 15 pagi, tiketnya Rp 383.000. Sayangnya dia berangkat pagi banget dari CGK, jam 7.15. Karena males ke bandara pagi2, akhirnya saya putuskan naik Sembrani tgl 14 malem seharga Rp 345.000. Hasilnya? Harga beda sedikit, sama2 gak dapet makan, waktu tempuh Sembrani 12 jam, pesawat 1,5 jam. Keunggulan kereta dibanding pesawat cuma jam berangkatnya yang lebih nyaman (meskipun untuk KA macam purwojaya tetap aja harus berangkat subuh2 dari DPK). Nah pas balik ke JKT, udah gak kebagian kereta. Pesawat utk tanggal 17 ato 18 pas gak ada yang murah. Akhirnya naik bis Karina yang Super Executive, seat 2-1, harga Rp 250.000. Hasilnya? Emang waktu tempuh bis lama banget (lebih dari 15 jam, karena kena macet dimana-mana). Tapi soal kenyamanan? Jauh lebih nyaman daripada waktu naik Sembrani! Dapet makan + snack, dapet selimut, dapet bantal, dan kursi yang lebih lebar dari kereta. Naik sembrani cuma dapet selimut dan bantal doang, plus waktu mau beli kopi susu paginya gak dianter2 sampe akhirnya saya turun di SBI ![]() Dari situ saya mikir: kalo untuk rute-rute yang memang saingannya sedikit (kayak jalur selatan), kereta masih bisa berjaya. Tapi kalau untuk rute-rute jauh, dia sudah mulai ngos-ngosan. Buat saya sendiri, JKT-PWT tetap paling oke naik kereta. Tapi kalo JKT-YK atau JKT-SBY, saya mikir lagi. Kalo lagi punya duit, mending naik pesawat; kalo lagi ngirit, mending naik bis. Karena untuk rute2 tsb, naik kereta serba nanggung. Mahal tapi performanya jauh dari prima..
RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - ady_mcady - 20-05-2011 ya, itulah kenyataannya mas sepurholic. saya sendiri kalo ke surabaya naiknya k3 terus. murah meriah hehehe. kembali ke postingan saya sebelumnya diatas. nah, seandainya benar revisi pembiayaan net dan subsidi bbm, sehingga operator bisa mendapatkan tambahan pendapatan 1 Tril. merujuk ke tulisan pak hendrowiyono diatas tentang dana perawatan sarana yang 800 mil, jika dana tersebut dialokasikan sebagai penambah biaya perawatan sarana(gerbong+lok) sehingga mencapai nilai ideal yang 1,8 Tril, mestinya itu sudah cukup untuk menjalankan standar pelayanan minimal kereta api. sehingga pelayanannya menjadi lebih baik. RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - lukmansika80 - 21-05-2011 naik bis juga lama sama aja macett klo mudik hadehhhh ,mending naik KA wlopun mahal tetapi cepat dan aman ,sedangkan bis yang menghabiskan bahan bakar dan polusi,sedangkan KA tidak karna polusinya dihambat oleh pohon2 yg d sekitar pinggir rel ....
RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - krisnasip - 21-05-2011 ribet juga ya ternyata solusinya, yah apa mau di kata kalau kereta kita kurang maju juga bukan salah operatornya
RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - Ken Aditya - 24-05-2011 Menurut saya yang pertama dibenahi harus ketepatan waktu, dengan ini pasti banyak apalah yang harus diganti atau diperbarui agar selalu tepat waktu. Ketepatan waktu menyangkut hal yang paling utama yang saya inginkan, jadwal kegiatan atau agenda lain pasti akan lancar dan sukses. Susah nulisnya. RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - boy herlando - 24-05-2011 Ken Aditya Wrote:Menurut saya yang pertama dibenahi harus ketepatan waktu, dengan ini pasti banyak apalah yang harus diganti atau diperbarui agar selalu tepat waktu. Ketepatan waktu menyangkut hal yang paling utama yang saya inginkan, jadwal kegiatan atau agenda lain pasti akan lancar dan sukses. Susah nulisnya. Betul Mas contohnya sudah ada seperti Tol Cipularang. Angkutan darat non rel melibas waktu Jakarta -Bandung lebih ceoat dari KA yang melintas di Rel. RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - b777 - 24-05-2011 Sebagai tambahan, PT KA harus mengusahakan bagaimana trayek spt GMR-Ps. Turi dikembalikan menjadi 9 jam lagi, karena saya kira banyak orang2 yang ingat KA relasi tsb. dulunya bisa 9 jam dgn ABA. Taspatnya perlu dikembalikan mjd 120 km/j. RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - ady_mcady - 24-05-2011 jika dilihat kebijakan pt. kai kedepan akan mengubah komposisi ka barang:penumpang dari sekarang yang 35:65 menjadi 60:40, sepertinya ka penumpang tidak akan bertambah. sementara ka barang akan semakin banyak. sepertinya melihat kondisi kebijakan dan infrastruktur yang seperti sekarang, memang lebih pas untuk mengalihkan bisnis ke layanan barang. RE: Pesaing makin inovatif... lah KA gimana - eri4nto - 26-05-2011 (24-05-2011, 05:43 PM)boy herlando Wrote:Ken Aditya Wrote:Menurut saya yang pertama dibenahi harus ketepatan waktu, dengan ini pasti banyak apalah yang harus diganti atau diperbarui agar selalu tepat waktu. Ketepatan waktu menyangkut hal yang paling utama yang saya inginkan, jadwal kegiatan atau agenda lain pasti akan lancar dan sukses. Susah nulisnya. kalau menurut saya, meskipun saat ini jadwal perjalanan kereta api masih sering molor, namun waktu tempuhnya masih lebih baik dibanding angkutan darat lain (bus). untuk kasus tol cipularang tersebut, bis mungkin akan lebih cepat ketika berjalan di tol, namun kalau sudah masuk ke dalam kota (jakarta dan bandung) pasti deh dia kena macet dan ujung-ujungnya waktu tempuhnya akan lebih lama jika dihitung dari pusat kota ke pusat kota. namun saya setuju bahwa ketepatan waktu kereta api harus ditingkatkan agar kereta api selalu menjadi pilihan utama para traveller. |