Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username/Email:
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 16,485
» Latest member: hayasa
» Forum threads: 5,896
» Forum posts: 408,370

Full Statistics

Latest Threads
stasiun stasiun di bawah ...
Last Post: RF_ADIP1598
Today 16:31 PM
» Replies: 74
» Views: 17917
KA Semen Nambo-Cisaat
Last Post: Kang_Jenit
Today 16:29 PM
» Replies: 31
» Views: 1772
Double Track Parung panja...
Last Post: RF_ADIP1598
Today 16:23 PM
» Replies: 20
» Views: 2622
KRL Solo Jogja
Last Post: nino
Today 15:57 PM
» Replies: 38
» Views: 2806
Laporan Perjalanan KA Raj...
Last Post: triez_RF Cirebon
Today 15:41 PM
» Replies: 47
» Views: 3787
Fajar Utama & Senja Utama...
Last Post: nino
Today 15:36 PM
» Replies: 615
» Views: 200294
FR Tidak ada Ta'jil Ke ML...
Last Post: yogisuryawan
Today 12:47 PM
» Replies: 27
» Views: 1049
all about KA Pangrango (r...
Last Post: CC20606
Today 12:32 PM
» Replies: 2482
» Views: 214357
Rencana Pengoperasian KA ...
Last Post: dedy vh
Today 12:31 PM
» Replies: 372
» Views: 86376
Kereta Malioboro Ekspress...
Last Post: Ardhani Muhad
Today 12:25 PM
» Replies: 1273
» Views: 247684

 
  KA Tegal Bahari (GMR-TG)
Posted by: bambangwitjak - 19-Aug-2014 07:33 AM - Replies (15)

All, ada rencana pengoperasian KA baru relasi Gambir-Tegal ini beritanya dari Radar Pekalongan.

tks

WALI Kota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno menyatakan, mulai 12 November mendatang ada kereta api (KA) bisnis baru jurusan Tegal-Jakarta Gambir di Stasiun Besar Kota Tegal. Kereta tersebut bernama KA Tegal Bahari.
Fasilitasi Masyarakat Menuju ke Jakarta
“KA Tegal Bahari akan dilaunching 12 November mendatang,” katanya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Menurut pejabat yang akrab disapa Bunda Sitha, sekitar 4 hari lalu, dia menjamu makan malam Direktur Utama (Dirut) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan di Rumah Dinas Wali Kota. Pada kesempatan itu dia menyampaikan ada KA bisnis yang sampai Tegal, namun demikian namanya Cirebon Ekspres (Cirek).
Hal tersebut, tegas Bunda Sitha, membuat bingung masyarakat pengguna atau user moda transportasi darat itu. “Mendengar itu, Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menawarkan namanya diubah menjadi apa?” ujarnya membeberkan percakapannya dengan Ignasius Jonan.
Lantaran KA dimaksud perjalanannya dari Jakarta dan berakhir di Tegal, dia meminta namanya diganti diluar Cirek.
“Jonan memberikan waktu kepada saya selama 5 menit untuk memikirkan nama. Lalu saya bilang tidak usah lama-lama, namanya Tegal Bahari.”
Nama tersebut, sambung dia, langsung disetujui Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Dengan begitu mulai 12 November mendatang, efektif nama KA Cirek berubah menjadi Tegal Bahari. Keberadaan KA bisnis baru ini akan dilaunching di Tegal.
“Jadi nanti ada empat kali pemberangkatan KA Tegal Bahari. Dua pemberangkatan dari Tegal menuju Jakarta dan dua pemberangkatan dari Jakarta-Tegal. Prelaunching 12 November mendatang,” tandasnya.
Kenapa harus 12 November? Bunda Sitha menegaskan lantaran pertemuannya 12 Agustus. Tiket kereta, imbuh dia, sudah dicetak hingga 3 bulan kedepan. Apabila itu sudah selesai, pencetakan tiket baru sudah menggunakan nama Tegal Bahari.
Kaitan dengan kewenangan, saat masih bernama KA Cirek milik Daop III Cirebon. Setelah berganti nama menjadi KA Tegal Bahari menjadi kewenangan Daop IV Semarang. “Untuk pre launching dilaksanakan di Tegal. Kami juga mengundang IKBT supaya datang dengan menggunakan KA Tegal Bahari perdana dari Jakarta-Tegal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tegal Drs Khaerul Huda Msi mengatakan, dengan adanya kereta api bisnis baru itu, akan sangat membantu masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya yang hendak ke Jakarta.
Sebab, masyarakat bisa memilih apakah akan menggunakan KA Tegal Arum, KA Tegal Ekspres atau kelas bisnisnya KA Tegal Bahari. “Dengan adanya KA bisnis baru, tentu akan membuat perputaran ekonomi Kota Tegal semakin bagus,” pungkasnya. (adi)

Print this item Send this item to a friend

  OPEN INVITATION for all RF..tracking petak Tuntang - Kedungjati 24 agustus 2014
Posted by: bayucool - 18-Aug-2014 04:45 AM - No Replies

sesuai judul ya maiprends New_ngeledek

mohon diingat
ini bukan acara resmi komunitas RF ataupun dari forum Semboyan35.com ,hanya undangan dari saya pribadi yang kebetulan tinggal di Salatiga yang dekat dengan petak rel yang sekarang sedang hangat-hangatnya*halah* dibicarakan di kalangan RF yaitu petak Tuntang (TTG) - Kedungjati (KEJ) yang notabene sekarang sedang dalam proses reaktifasi
(untuk detailnya silakan langsung ke trit blusukan atau gugling saja)

dan saya sendiri besok minggu 24 agustus 2014 berencana untuk tracking lagi ke petak tsb (setelah lebaran kemarin saya sempat tracking namun belum lengkap..silakan cek di trit blusukan),dan kali ini saya mengajak rekan RF sekalian yang barangkali berminat atau ada waktu senggang di hari minggu untuk
TRACKING BARENG dengan rute yang saya rencanakan adalah: Buk Plengkung (desa Karanglo) - Stasiun Bringin - Gogodalem - Kaliwiru - Tempuran...jika waktu dan kondisi memungkinkan bisa dilanjut sampai Ngombak-Kedungjati

bagi yang berminat silakan menghubungi saya by PM (maybe slow response) atau SMS/whatsapp/iMessage: 089668414962 (Bayu),PIN: 74c99e99 PALING LAMBAT SABTU SIANG 23 agustus 2014
supaya bisa kita bahas meeting point sekaligus keperluan kita untuk tracking besoknya



barangkali ada yang berminat,mari kita tracking bareng sekaligus melihat langsung perkembangan reaktifasi jalur legendaris ini New_xiexie


"Out of Topic"
mohon maaf jika salah subforum atau ada kata yang kurang tepat





Print this item Send this item to a friend

  Soal Penomoran Unit Kereta Rel/Multiple Unit
Posted by: PJL_Hunter - 16-Aug-2014 23:59 PM - No Replies

Mengapa ya sistem penomoran KRL dan KRD sangat aneh?

SEMUA KRL Commuter Line asal Jepang menggunakan kode K1 1. Sementara KRLI Kfw menggunakan kode K3 1, padahal apa bedanya

KRDE Prameks 2005/2007 menggunakan kode K3 2 padahal kondisinya JAUH lebih layak dibanding KRDH Prameks eks ungu yang anehnya diberi kode K2 3

KRDE Sriwedari Ekspres yang praktiknya seperti K2 tetap make K3 2. KRDE Manja AC yang bener2 kayak K1 malah juga dikasih kode K3 2

Hanya ARS, KRD yang menggunakan kode K1 2...

Oh satu lagi, apakah benar nomor KRL akan diubah drastis oleh KAI menjadi "K1 1 *seri asli*-*unit"? Karena teman saya ada mengirimi foto ke saya di mana salah satu rangkaian JR203 sudah tiba2 saja berubah menjadi K1 1 203-xxx

Print this item Send this item to a friend

KRL Eco Bangunan sekitar Stasiun Kedungjati
Posted by: Ponco Sastrogambar - 11-Jul-2014 15:35 PM - No Replies

Salam Tag_semboyan35New_ngakak

Mohon informasi bagi rekan -rekan yg tinggal di sekitar Gubug, Kedung Jati dan Tanggung Harjo Purwodadi atau Kabupaten Semarang , tentang sekitar stasiun KA Kedungjati.
Seingatku dulu semasa Sepur Kluthuk Ambarwa Kedungjati masih aktif hingga tahun 1976, di sekitar Stasiun Kedung jati ada :
1. Sebuah bangunan semacam depo atau bengkel gerbong atau lokomotif, bangunan model lama... gaya Belandalah. Bangunan itu seringkali dulu di dalamnya ada gerbong-gerbong KA yg sedang diperbaiki termasuk Gerbong jenis Gayabaru. Letak nya jika kita naik KA/ sepur dari Kedungjati ke arah Stasiun Tanggung, ada di sebelah kiri rel jauhnya kira-kira 50 m, namun sepertinya bangunan sedikit di atas gundukan, atau bukit kecil... (heran juga agak naik.... gimana waktu itu naiknya ya...?agak tinggi soalnya). New_heran Sekarang apakah masih ada bangunan itu ?? Kalau dari arah jalan raya ke Bringin seharusnya juga kelihatan di sebelah kanannya, namun sekarang di pinggir jalan ini sudah banyak berdiri bangunan warung dsb... sehingga sulit menemukan.. :sedih banget:jaman dulu memang bangunann itu di tengah hutan karet... yang tanahnya meninggi.New_heran Jarak dari stasiun Kedung jati kira kira bangunan ini 250 m ke arah barat.
2. Ada 2 jalur rel KA ke arah Ambarawa, namun yang satu berbelok ke arah kiri... entah kemana... yg sekarang ke arah deket makam umum yg pinggir sungai besar itu... ketika beberapa tahun lalu saya kesana Rel ini sudah ga ada... Kemanakah ARAH rel tersebut ? New_bingung seingat saya rel ini juga mengarah halte KA kecil. Sedang Rel yang satu yang ke arah jurusan Staiun Ngombak- Tempuran - Bringin - Gogodalem Ambarawa, masih ada meskipun tinggal sisa-sisanya... .
Mohon jawaban bagi rekan-rekan yg tahu atau masih menyimpan dokumen fotonya... bisa di share di sini

Terima kasih,
Salam New_bye

Print this item Send this item to a friend

Heart Atribut Wing PPKA
Posted by: hilmippka - 10-Jul-2014 11:22 AM - Replies (2)

Pagi all...

saya mau minta bantuan sedikit boleh, bagi Railfans/Member disini yg dekat dengan koperasi stasiun stasiun dijawa yg menjual wing PPKA bisa bantu saya tidak??

di sumatera tidak ada yg jual..
saya mau minta tolong utk belikan 3 buah wing PPKA dan kirim ke SU, biaya nya saya yg tanggung..

Kalo ada hub ane ya all New_sedihtisue

0821-6821-2221
Pin BB : 7486F909

Thanks New_sedihtisue

Print this item Send this item to a friend

Tongue Ranjau Paku di Rel KA , Berbahayakah ??
Posted by: Warteg - 05-Jul-2014 09:22 AM - Replies (13)

Belakangan ini saya sering menjumpai sekumpulan anak-anak berusia sekitar belasan tahun yang ngumpul di rel kereta api. Pada suatu ketika saat para anak tersebut nongkrong di rel KA ternyata ada sebuah KA Barang melintas namun mereka tak bergegas untuk minggir dari rel dan saya saat itu dari kejauhan hanya memandang mereka masih berada di rel padahal sorotan lampu lokomotif CC 206 saat itu sudah mulai nampak mendekat. Setelah jarak antara mereka dengan loko KA sekitar kurang dari 300meter barulah mereka minggir dari rel. Suara seruling klason Tag_semboyan35 pun terdengar keras untuk menghalau mereka agar minggir dari rel.

Singkat cerita KA pun melintas di antara anak-anak tadi yang berada di pinggir rel, saya merasa ada yang janggal ketika KA tersebut melintas di kerumunan anak-anak tersebut. Bunyi deru dentuman roda kereta terasa berbeda ketika melintas dikerumunan itu, bunyi itu terdengar 'dug dug gleduk gleduk' meskipun begitu kejadian itu hanya terjadi di bagian lokomotif dan beberapa gerbong dibelakang lokomotif saja, beberapa rangkaian gerbong dibelakangnya tidak mengeluarkan bunyi 'aneh', itu.

Setelah itu saya penasaran dan saya dekati lokasi kerumunan itu, dan well ternyata bunyi-bunyian tadi disebabkan oleh beberapa paku dan besi berdiameter kecil yang diletakan diatas rel KA. Akibat tergilas roda maka menimbulkan binyi-bunyian tadi. Paku dan beberapa besi diameter kecil yang diletakan diatas rel tadi setelah dilindas roda KA berubah bentuk jadi pipih 'gepeng'.

Sebuah paku yang diikat dan diletakan diatas rel KA (Click to View)
Nah, pertanyaan saya apakah hal tersebut dapat membahayakan ??
Kalau secara tidak langsung mungkin membahayakan (apalagi jika diameter besi yang diletakan cukup besar).

Tak hanya paku dan besi kecil saja yang diletakan 'sebagai ranjau' diatas rel KA, kadang batu ballast juga diletakan. Untuk batu ballast setelah dilindas roda KA biasanya akan hancur menjadi serbuk (mirip serbuk semen).
Kalau dilihat dari motif mereka melakukan hal itu sih kiranya mereka tidak bermaksud mencelakakan perjalanan KA, tetapi didasarkan pada iseng-iseng saja dan besi yang telang gepeng akibat terindas tadi kadang dijadikan mainan atau hanya sekedar dibuang begitu saja.


Loko_merahbiru
Pengumuman (Click to View)

Print this item Send this item to a friend