Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Lokomotif 201,203,204 dan 206
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5
Sekitar lintas Daop 6, CC204 1st gen bergantian sama CC206 narik rangkaian gerbong pengangkut kricak & semen. Tapi klo yang rangkaian pengangkut kricak lebih sering ditarik si CC204
agak nubie bgt pertanyaanku...gini...206 itu ane liat suka bawa lebih dari 20 gerbong kontener 20/40"..tapi ga pernah bawa gerbong penumpang lebih dari 10 (include BP, KM)..Apa 10 gerbong penumpang itu lebih berat dari kontener ya..asumsi trek standard lintas utara..

Berat kereta penumpang itu sekitar 35-40 ton, berat GD itu sekitar 42 ton (gak tau GD-nya saja atau GD yang fully loaded, sepertinya, GD+container) (CMIIW). Nah, dengan CC 206 menarik GD 30 buah, kecepatannya tidak bisa terlalu cepat, begitu pula akselerasinya. Terlihat "ngeden" kalau menurut saya. Kemungkinan, CC 206 tidak menarik lebih dari 10 K, ya, karena masalah ketepatan waktu... Tanpa menarik lebih dari 10 saja, CC 206 sudah punya sedikit masalah tentang ketepatan waktu...

Berat kereta penumpang itu sekitar 35-40 ton, berat GD itu sekitar 42 ton (gak tau GD-nya saja atau GD yang fully loaded, sepertinya, GD+container) (CMIIW). Nah, dengan CC 206 menarik GD 30 buah, kecepatannya tidak bisa terlalu cepat, begitu pula akselerasinya. Terlihat "ngeden" kalau menurut saya. Kemungkinan, CC 206 tidak menarik lebih dari 10 K, ya, karena masalah ketepatan waktu... Tanpa menarik lebih dari 10 saja, CC 206 sudah punya sedikit masalah tentang ketepatan waktu...
[/quote]

Benarkah sampai 40?  Bingung
Sejauh penglihatan saya sampai saat ini untuk KA semen, paling banyak 30 gerbong.

Berat kereta penumpang itu sekitar 35-40 ton, berat GD itu sekitar 42 ton (gak tau GD-nya saja atau GD yang fully loaded, sepertinya, GD+container) (CMIIW). Nah, dengan CC 206 menarik GD 30 buah, kecepatannya tidak bisa terlalu cepat, begitu pula akselerasinya. Terlihat "ngeden" kalau menurut saya. Kemungkinan, CC 206 tidak menarik lebih dari 10 K, ya, karena masalah ketepatan waktu... Tanpa menarik lebih dari 10 saja, CC 206 sudah punya sedikit masalah tentang ketepatan waktu...
[/quote]

Benarkah sampai 40?  Bingung
Sejauh penglihatan saya sampai saat ini untuk KA semen, paling banyak 30 gerbong.
[/quote]

bukan 40 kontenernya....tapi ukuran kontener 40 feet.. Xie Xie...tadi aja ada 25 kontener lewat JNG ngeeeden daaah....dibelakang taksaka...selamat menikmati itu taksaka ampe CUK  Ngakak

Berat muat GD (Gerbong Datar) sesuai dengan spesifikasi pengkodean adalah 42.000 Kg,
Sementara Berkos (Berat Kosong) GD adalah tidak lebih dari 20.000 Kg sekarang. Berkos GD berbeda-beda, ini biasanya tiap tahun MD (Mulai Dinas) bisa berbeda-beda, jadi ada GD buatan INKA yang memiliki Berkos 16.000 Kg, 14.000 Kg dan lainnya,

Kalau dilihat secara fisik juga bisa dikenali, misalnya pada GD buatan tahun 2009 dapat kita ketahui dengan jika GD tersebut membawa kontainer 20" X 2 atau kontainer 40" ada celah lebihnya di bagian ujung gerbong, dalam hal ini ada ruang kosongnya dengan lebar biasanya kurang dari 1 meter (lebarnya bervariasi)

Mengenai Loko CC 201, saat ini beberapa kereta jarak menengah dan kereta jarak pendek (komuter) di Daop IV masih eksis dengan lokomotif CC 201 sebagai tenaga penggeraknya tuh,,
Lok Merah Biru
Tegal Ekspres TG-PSE juga masih ditarik CC 201, kalau pas full throtle suaranya mesinnya sampai kedengeran hingga ke dalam beberapa kereta yang digandeng dibelakangnya  Ngakak
kalau 201 sih asal bukan era 77 an mah masih diutilisasi KAI ko...cuma ya itu yg real dilapangan utk lokalan or k3 biasa..
hari ini nemu 201 83 46 lagi langsiran jayabaya tapi bukan hidung bulat tapi udha hidung miring...

Mungkin yg dimaksud 201 83 48  Bingung
yg jelas ngga didinasin harian , kalo iya C1 nya ngeden Big Grin
Pages: 1 2 3 4 5