Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Mblusuk Jalur Lori jaman Belanda
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.

masih ada sekitar 5 lok uap yang beroperasi di PG Sumberharjo, 4 untuk angkutan ke ladang dan 1 hanya untuk langsir gotrok kosong ke emplasemen. PG Sumberharjo juga tahun ini mengaktifkan jalur / rute yang pada tahun lalu sempat tidak terpakai / terbengkalai... kata masinis / pegawai yang saya kenal sih, PG Sumberharjo akan tetap memakai dan melestarikan lori2nya termasuk loko uapnya. Xie Xie
[/quote]

Yg masih suka kluyuran ke ladang adl D 6, D 7 S7, D9 S9, D 10 sama D 11 S11. Sementara D 3 S3 sama D 4 hanya untuk langsiran dan mengangkut sepur lempung. Suatu hal yg bagus dimana pabrik gula masih mempertahankan loko uapnya utk dinas lori tebu. Selain itu, tetangganya PG Sragi juga masih mengoperasikan lori tebu bahkan all steam, lok diesel hanya diberi sedikit kerjaan. Suatu hal yg mengagumkan adl bahwa dari 25 lok uap di PG Sragi berasal dari 9 pabrik berbeda di Eropa, yaitu Lokomotivfabrik Krauss, Orenstein & Koppel, Ducroo en Brauns, Berliner Maschinenbau AG, Hannoversche Maschinenfabrik Hanomag, Henschel und Sohn, Hartmann Chemnitz, SA Decauville dan Arnold Jung Lokomotivfabrik. Semuanya dari Jerman lho ...
[/quote]
Untuk Lok SH 3 sudah tidak dijalankan mas (entah kenapa), yang sering nglangsir cuma si SH 4 saja. di PG Sragi semenjak rel yg ke ladang dicabut semua, praktis lok diesel tidak di operasikan.

Yg masih suka kluyuran ke ladang adl D 6, D 7 S7, D9 S9, D 10 sama D 11 S11. Sementara D 3 S3 sama D 4 hanya untuk langsiran dan mengangkut sepur lempung. Suatu hal yg bagus dimana pabrik gula masih mempertahankan loko uapnya utk dinas lori tebu. Selain itu, tetangganya PG Sragi juga masih mengoperasikan lori tebu bahkan all steam, lok diesel hanya diberi sedikit kerjaan. Suatu hal yg mengagumkan adl bahwa dari 25 lok uap di PG Sragi berasal dari 9 pabrik berbeda di Eropa, yaitu Lokomotivfabrik Krauss, Orenstein & Koppel, Ducroo en Brauns, Berliner Maschinenbau AG, Hannoversche Maschinenfabrik Hanomag, Henschel und Sohn, Hartmann Chemnitz, SA Decauville dan Arnold Jung Lokomotivfabrik. Semuanya dari Jerman lho ...
[/quote]

Untuk Lok SH 3 sudah tidak dijalankan mas (entah kenapa), yang sering nglangsir cuma si SH 4 saja. di PG Sragi semenjak rel yg ke ladang dicabut semua, praktis lok diesel tidak di operasikan.
[/quote]

Berarti yg masih dinas cuma D 4 saja Sedih aduh kasian banget ...

Yg masih suka kluyuran ke ladang adl D 6, D 7 S7, D9 S9, D 10 sama D 11 S11. Sementara D 3 S3 sama D 4 hanya untuk langsiran dan mengangkut sepur lempung. Suatu hal yg bagus dimana pabrik gula masih mempertahankan loko uapnya utk dinas lori tebu. Selain itu, tetangganya PG Sragi juga masih mengoperasikan lori tebu bahkan all steam, lok diesel hanya diberi sedikit kerjaan. Suatu hal yg mengagumkan adl bahwa dari 25 lok uap di PG Sragi berasal dari 9 pabrik berbeda di Eropa, yaitu Lokomotivfabrik Krauss, Orenstein & Koppel, Ducroo en Brauns, Berliner Maschinenbau AG, Hannoversche Maschinenfabrik Hanomag, Henschel und Sohn, Hartmann Chemnitz, SA Decauville dan Arnold Jung Lokomotivfabrik. Semuanya dari Jerman lho ...
[/quote]

Untuk Lok SH 3 sudah tidak dijalankan mas (entah kenapa), yang sering nglangsir cuma si SH 4 saja. di PG Sragi semenjak rel yg ke ladang dicabut semua, praktis lok diesel tidak di operasikan.
[/quote]

Berarti yg masih dinas cuma D 4 saja Sedih aduh kasian banget ...
[/quote]
semenjak tahun 2007 sudah tidak dijalankan lagi... Sedih


@ mas Yusuf : berarti rumah sampean masuk liwat jalan ini ya..??


[/quote]

ngga' mas, klo itu kan sebelah selatan pabrik, kalo saya sebelah barat ato lebih tepatnya dekat terminal penggung itu lho mas...
sebetulnya dekat rumah di solo ada bekas jalur lori PG colomadu (rumah saya daerah pabrik tyfountex)

jalurnya habis motong jalan solo-jogja/semarang trus kearah selatan lewat jalan slamet riyadi (masih daerah sukoharjo).
yg unik saat memotong jalur KA YK-SLO dilewatkan bawah (jembatan),...
jalurnya lurus terus sampe daerah Pabrik Konimex (maap gak tahu nama daerahnya)Ngeledek


besok kalo pulang tak mblusukan di situ.....Bye Bye
@ mas Enrico : di tunggu blusukane lori jalur PG.Colomadu.
@ mas Yusuf : ini foto dekat terminal penggung yang mana jalur lori nyebrang jalan raya YK-SLO tapi jalur sudah menjadi jalan umum.


Tepuk Tangan Yak betul mas itu deket daerah saya yang sekarang dah tidak tampak bekasnya lagi...sekedar info tapi kebenarannya belum ane buktikan Xie Xie kata orang tua2 di daerah ane, dulu di daerah karanganom ( krg lbh 5 km arah barat dari PG. CEPER BARU ) dulu juga ada pabrik gula yang lebih besar dari PG. CEPER maupun Gondang, menurut info dulu dibumi hanguskan oleh penduduk Indonesia karena dikhawatirkan akan dikuasai oleh Tentara Jepang...kalo' bekas2nya masih ada kapan2 coba tak gali info yang lebih akurat lagi & kalo' bisa foto2nya tak upload...Xie Xie biar nambah perbendaharaan koleksi sejarah kita...Grin Grin
O...iya mohon petunjuk kepada para senior...kalo' temen2 mblusuk itu harus ada surat resmi dari Semboyan 35 ga' sih ato ID card gitu, takutnya kalo' ditanya macem2....tapi walopun ga' ada, ane siap untuk mblusuk...

Tepuk Tangan Yak betul mas itu deket daerah saya yang sekarang dah tidak tampak bekasnya lagi...sekedar info tapi kebenarannya belum ane buktikan Xie Xie kata orang tua2 di daerah ane, dulu di daerah karanganom ( krg lbh 5 km arah barat dari PG. CEPER BARU ) dulu juga ada pabrik gula yang lebih besar dari PG. CEPER maupun Gondang, menurut info dulu dibumi hanguskan oleh penduduk Indonesia karena dikhawatirkan akan dikuasai oleh Tentara Jepang...kalo' bekas2nya masih ada kapan2 coba tak gali info yang lebih akurat lagi & kalo' bisa foto2nya tak upload...Xie Xie biar nambah perbendaharaan koleksi sejarah kita...Grin Grin
O...iya mohon petunjuk kepada para senior...kalo' temen2 mblusuk itu harus ada surat resmi dari Semboyan 35 ga' sih ato ID card gitu, takutnya kalo' ditanya macem2....tapi walopun ga' ada, ane siap untuk mblusuk...
[/quote]

Iya betul mas dulu di Karanganom ada juga pabrik gula namanya PG Karanganom dan di Delanggu juga namanya PG Delanggu tapi skrg sudah tdk ada lagi karena dibumihanguskan selama masa perang.

Tepuk Tangan Yak betul mas itu deket daerah saya yang sekarang dah tidak tampak bekasnya lagi...sekedar info tapi kebenarannya belum ane buktikan Xie Xie kata orang tua2 di daerah ane, dulu di daerah karanganom ( krg lbh 5 km arah barat dari PG. CEPER BARU ) dulu juga ada pabrik gula yang lebih besar dari PG. CEPER maupun Gondang, menurut info dulu dibumi hanguskan oleh penduduk Indonesia karena dikhawatirkan akan dikuasai oleh Tentara Jepang...kalo' bekas2nya masih ada kapan2 coba tak gali info yang lebih akurat lagi & kalo' bisa foto2nya tak upload...Xie Xie biar nambah perbendaharaan koleksi sejarah kita...Grin Grin
O...iya mohon petunjuk kepada para senior...kalo' temen2 mblusuk itu harus ada surat resmi dari Semboyan 35 ga' sih ato ID card gitu, takutnya kalo' ditanya macem2....tapi walopun ga' ada, ane siap untuk mblusuk...
[/quote]

Iya betul mas dulu di Karanganom ada juga pabrik gula namanya PG Karanganom dan di Delanggu juga namanya PG Delanggu tapi skrg sudah tdk ada lagi karena dibumihanguskan selama masa perang.
[/quote]


@ mas Yusuf...mas Lori : kalau blusukan langsung saja tidak usah ijin siapa siapa kalau di S.35 pemberitahuan kalau ada yang berniat rame rame saja yang penting ada KTP akakakakakakak, dan yang tersisa hanya PG.Delanggu di perempatan pasar kelihatan dari jalan.

@ mas Yusuf...mas Lori : kalau blusukan langsung saja tidak usah ijin siapa siapa kalau di S.35 pemberitahuan kalau ada yang berniat rame rame saja yang penting ada KTP akakakakakakak, dan yang tersisa hanya PG.Delanggu di perempatan pasar kelihatan dari jalan.
[/quote]

Bukti pernah adanya PG Delanggu:

Jembatan timbang di Delanggu


Perkebunannya selama masa panen


Courtesy of