Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Mblusuk Jalur Lori jaman Belanda
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.

Heran weleh2
@ mas Lori : Waktu giling tebu waktuprosesnya jelas lebih lama di PG.Tasikmadu karena material buaaanyak minta ampun dan itu saja di panen langsung menggunakan lori sendiri, belum yang dari luar area menggunakan truk suatau panorama yang membanggakan.
Kalau di PG.Gondang hampir semua memakai truk dari petani dan di bongkar ke lori serta material tidak terlalu banyak.
Yang rame pas mau pembukaan giling " CEMBRENGAN" ini acara yang di tunggu masyarakat sekitar.Xie Xie
@ mas Dafin : ya begitulah kalau agak seret langsung di tekan dengan tangan di lidahnya, malah kalau dari arah cabang lebih otomatis ..lindas saja bergeser sendiri...Ngakak

Ngakak
td sore q lewat PG semboro n dsna udah mulai da royalan(semacam pasar mlem) yg mesti di adakan di sekitar pabrik 1 bulan sebelum musim giling.

oia menurut kepala mekanik lori dsna,d PG semboro da kebiasaan unik sebelum musim giling d mulai.yaitu semua lokx d ajak baris n berjalan keliling d perkampungan sekitar.
n lok yg da d depan adl 2 lok uap yg msh akif sambil membunyikan peluitx untuk menyemangati pegawaix.Pengumuman
wah jd g sabar liad pawai lori ni.Ceria

@eko winarno : d semboro malah bnyak mas wesel yg ilang tuasx,jd lo pengen ngrubah y gt pke kaki ato tangan.
malah wkt tu q liad da lok disel seri B d tumpangi 1 org masinis, n wkt d depan da wesel tak bertuas, masinisnya ninggalin lokx berjalan sendiri n dia lari k depan ngrubah weselnya pke tangan.
satu hal yg lucu n berbahayaPasrah Aja Dah


Tambah lagi kamus lorinya ada CEMBRENGAN dan ROYALAN..mantap..Ngakak
yang betul tuh Cembengan mas Eko, bukan Cembrengan. itu kan semacam 'ritual' resmi semua pabrik gula di Jawa sebelum memulai musim giling. kalau g dilaksanakan, kegiatan menggiling tebu dipercaya akan jatuh korban. seperti dulu di pg tasikmadu (g tau kapan, cman diceritain aja) ada karyawan yg baru membersihkan eskalator tebu, trus temannya itu kemasukan penunggu pabrik. nah, tuas penggerak eskalator-nya dinyalain tuh. jadinya orang yg sedang membersihkan eskalator tebu itu kegiling habis ... Mimisan
Kok cembengan ya...pokoknya gitu lah pesta ritual sebelum giling, kalau untuk eksiden di PG hampir ada setiap musim giling termasuk di PG.Colomadu ada-ada saja critanya ...sampai loko ada yang hobinya nabrak segala dan mau hidup/jalan kalau di buatkan nasi kuning dulu. Wah pokoknya komplit mistik-mistik itu tapi yo tenan lo.Ngeledek
ya kalau cembengan di pg ngadiredjo, lokonya juga dijejer-jejer seperti yg diceritakan sama mas Roby tadi.



menurut pakdhe Rob Dickinson, pg ngadiredjo dulunya mempunyai alokasi lok mallet yg lumayan banyak, kebanyakan sebelum mati hijrah ke pg pesantren. jadinya sisa2 lok mallet pg ngadiredjo ada di pg pesantren. tapi lok pesantren mati sekitar thn 2004. dan satu2nya yg masih beroperasi yaitu di pg meritjan. sekitar thn 2008 meritjan membeli BB 205 (Maschinenfabriek Ducroo en Brauns 115/1927) dalam keadaan rusak, dan setelah diperbaiki bisa dioperasikan thn. 2009 mengikuti jejak hidupnya kembali lok uap di pg soedhono.

SUMBER:


Seperti ngiring temanten saja...memang mantep loko Mallet ini dan sampai sekarag masih ada berapa unit yang masih hidup mas Lori.Bingung selain di Mrican.
Kalau tidak salah, selain di meritjan hanya ada di pg Semboro (BB 15, Orenstein & Koppel 11262/1926) dan menjadi obyek wisata plg digemari oleh para rf luar karena merupakan lok lori yg masih rajin mondar-mandir antara kebon tebu-pabrik gula. selain itu masih rajin menarik ka wisata bergantian dengan C 29.

ini potret2 lok mallet pg semboro selama masih beroperasi

BB 15 bersama lori tebunya lewat double track milik pg semboro


BB 28 menarik KA wisata pg semboro


BB 17 menarik sepur lempung milik pg semboro, melewati rimbunan pohon kelapa pd saat itu


SUMBER: