Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Mblusuk Jalur Lori jaman Belanda
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Terus plat Hens 19231/1922 yang melekat di lok no 7 apa bisa mas sepur_lori jelaskan? ga mungkin 2 lok memiliki no seri yang sama

Nah itu lok D...bukan E...soalnya roda penggeraknya 4, roda yang paling kiri cuma roda idle. Gak tau lagi kalo penomorannya beda..

Gimana mas sepur_lori
mungkin staf dipo kebonagung salah menempelkan plat pabriknya, sehingga mas plano menganggap lok tersebut buatan Henschel. kasus yg sama terjadi pada C 1218, dimana plat pabriknya tertulis: 'Dibuat oleh Hanomag', seharusnya pada lok tersebut tertulis: Saesch. Maschinenfabrik zu Chemnitz vormals: Rich. Hartmann, 2152 F. Nr. 1896.

model plat pabrik yg seharusnya menempel pada C 1218 (sbg contoh milik BB 1005)



contoh loko E lagi dan dibuat oleh OK


perhatikan gambar, bahwa roda depan tidak disambung dengan kopel, tetapi menggunakan sistem roda gir yang menghubungkan antara roda ke 1-2 dan 4-5

ini ilustrasinya



foto diambil dari beberapa sumber, termasuk pakdhe Rob Dickinson

nah.. skrng lebih jelas..
tengkyu ilmu ny..Xie Xie

Wah kalo itu diluar pengetahuan ane Pasrah Aja Dah Ane kan cuma membeberkan fakta yang ada di lapangan Xie Xie

Masalah lok E yang pake gear and kopel ya baru tau juga, klo dah gitu..Nyerah Ngakak

Ya sudah...makasih inpohnya...lanjut...Xie Xie
hahaha, tidak apa2 mas. saya hanya ingin berbagi pengetahuan bersama railfans lainnya. silahkan saja ...
halo, ada yg tau gak chabar terahir dari pg djatibarang dan pg gempolkerep saat ini? mereka menghentikan operasional lok uap pd 2009 ...

Kalo nggak salah langsung dari Truck ya..??Bingung
yah, sepertinya begitu mas Yoga

Wah kalo itu diluar pengetahuan ane Pasrah Aja Dah Ane kan cuma membeberkan fakta yang ada di lapangan Xie Xie

Masalah lok E yang pake gear and kopel ya baru tau juga, klo dah gitu..Nyerah Ngakak

Ya sudah...makasih inpohnya...lanjut...Xie Xie
[/quote]

Sedikit ikut nimbrung dalam perbincangan:

1) Saya rasa, karyawan PT Kebonagung tidak ceroboh maupun usil untuk memasang plat merk loko yang bukan pada tempatnya. Ini terkait merk suatu loko/ produk yang bisa membawa konsekwensi hukum jika dilakukan pemasangan plat produk tidak pada tempatnya. Saya yakin plat itu terpasang sejak loko tersebut diimpor dari Jerman. Apalagi hingga awal thn 1980 an di Kebonagung masih terdapat tenaga kerja asing belanda dan Belgia yang tentu akan sensitif dengan masalah-masalah seperti ini. Asal pasang plat merk loko tentu akan diperingatkan oleh mereka.

2) Untuk verifikasi, tak ada salahnya jika masalah loko ini ditanyakan kepada Pak Dickinson sebagai pemilik foto sekaligus yang menulis penjelasannya.

3) Ada baiknya jika setiap kali kita memakai foto orang lain disebutkan juga alamat situs dari mana kita mengunduh foto tersebut. Selain berkaitan dengan hak cipta, ini untuk memudahkan bagi kita yang ingin juga mengunjungi situs asal. Dengan demikian, kita pun bisa sama-sama berbagi ilmu lewat situs tersebut. Misalnya, jika kita mengunduh foto Pak Dickinson selain menyebut namanya, ada baiknya disebut pula situsnya. Contoh: Photo by Rob Dickinson .

4) Terkait dengan hal di atas (no. 3), setiap kali kita mengutip penjelasan dari suatu situs, seyogyanya sumbernya atau situsnya juga disebut. Ini untuk menghindari tuduhan plagiarisme. Lagipula, sudah seharusnya kita menghormati jerih payah pemikiran/ kreativitas sesama Railfans. Misalnya, loko yang terdapat di PG bla bla bla adalah jenis 0-10-0 yang diproduksi oleh PT bla bala bla (dikutip dari John Johntor, )

Demikian sekedar urun rembug. Semoga bermanfaat.

Salam Spoor,

Wah kalo itu diluar pengetahuan ane Pasrah Aja Dah Ane kan cuma membeberkan fakta yang ada di lapangan Xie Xie

Masalah lok E yang pake gear and kopel ya baru tau juga, klo dah gitu..Nyerah Ngakak

Ya sudah...makasih inpohnya...lanjut...Xie Xie
[/quote]

Sedikit ikut nimbrung dalam perbincangan:

1) Saya rasa, karyawan PT Kebonagung tidak ceroboh maupun usil untuk memasang plat merk loko yang bukan pada tempatnya. Ini terkait merk suatu loko/ produk yang bisa membawa konsekwensi hukum jika dilakukan pemasangan plat produk tidak pada tempatnya. Saya yakin plat itu terpasang sejak loko tersebut diimpor dari Jerman. Apalagi hingga awal thn 1980 an di Kebonagung masih terdapat tenaga kerja asing belanda dan Belgia yang tentu akan sensitif dengan masalah-masalah seperti ini. Asal pasang plat merk loko tentu akan diperingatkan oleh mereka.

2) Untuk verifikasi, tak ada salahnya jika masalah loko ini ditanyakan kepada Pak Dickinson sebagai pemilik foto sekaligus yang menulis penjelasannya.

3) Ada baiknya jika setiap kali kita memakai foto orang lain disebutkan juga alamat situs dari mana kita mengunduh foto tersebut. Selain berkaitan dengan hak cipta, ini untuk memudahkan bagi kita yang ingin juga mengunjungi situs asal. Dengan demikian, kita pun bisa sama-sama berbagi ilmu lewat situs tersebut. Misalnya, jika kita mengunduh foto Pak Dickinson selain menyebut namanya, ada baiknya disebut pula situsnya. Contoh: Photo by Rob Dickinson .

4) Terkait dengan hal di atas (no. 3), setiap kali kita mengutip penjelasan dari suatu situs, seyogyanya sumbernya atau situsnya juga disebut. Ini untuk menghindari tuduhan plagiarisme. Lagipula, sudah seharusnya kita menghormati jerih payah pemikiran/ kreativitas sesama Railfans. Misalnya, loko yang terdapat di PG bla bla bla adalah jenis 0-10-0 yang diproduksi oleh PT bla bala bla (dikutip dari John Johntor, )

Demikian sekedar urun rembug. Semoga bermanfaat.

Salam Spoor,
[/quote]


Maksudnya segala sesuatu harus ada suatu laporan secara adminitrasi untuk melindungi hak cipta ( permisi ) di samping itu laporan jadi tidak fiktif karena ada nara sumbernya.
Pencerahan yang bagus mas Toto.
Nuwun