Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
Gambar yang loetjoe dan berhubungan dengan kereta api kumpulin di marih nyok....

Quote:
Klik gambar untuk memperbesar ...

Ternyata di India definisi penuhnya sama kaya di Indonesia yah? Big Grin
kalo loko yang bertengger di atas gedung itu, dulu emang pernah kejadian di tahun 1890-an, di stasiun Gare Montparnasse, perancis, waktu itu si masinis mengejar waktu untuk sampai di stasiun Gare Montparnasse, tapi pada saat pengereman "sedikit" terlambat, jadi bablas deh.....
Nambah ah...
Kali ini lagih maen petak umpet... Lolol

Quote:
Klik gambar untuk memperbesar...

Big Grin
Suatu malam kereta api yang sedang melewati persimpangan menabrak sebuah mobil. Sang penjaga palang pintu kereta dihadapkan ke pengadilan.
Di pengadilan sang penjaga palang ngotot mengatakan bahwa dia sudah memperingatkan mobil itu dengan mengayun-ayunkan lampu senter ke arah mobil itu berkali-kali selama hampir satu menit. Bahkan di depan sidang dia berdiri memperagakan bagaimana lampu senter itu diayun-ayunkannya.
Akhirnya dia dibebaskan dari hukuman.Pengacaranya segera memuji dia karena peragaannya di depan sidang itu meyakinkan hakim bahwa dia sudah bertindak benar.
"Uiiihhh... padahal saya sudah deg-degan setengah mati waktu disidang tadi," kata sang penjaga palang.
"Kenapa?" tanya si pengacara
"Kalau saja hakim bertanya apa waktu saya ayun-ayunkan lampu senternya lagi nyala apa tidak...!" jawab si penjaga palang agak sedikit gemetar.
ha ha ha bisa aja...

by the way bas wey... kira-kira ada gak ya railfans yang berprofesi sebagai lawyer, yang mau bersedia mbantu petugas-petugas ini.


gubrak...... :takut:

Bukannya bang ADL lawyer?

Bukannya bang ADL lawyer?[/quote]

akuntan Tersenyuum
Ada lagih nih tjerita loetjoe... Big Grin

Quote:Ceritanya Bejo sedang diajukan ke pengadilan dengan tuduhan yang lumayan bikin heboh: menggebuki Tukiman di dalam kereta api jurusan Jakarta - Surabaya sampai Tukiman meninggal dunia.

Hakim yang memimpin persidangan berkata kepada Bejo, "Sekarang coba anda ceritakan apa saja yang sebenarnya terjadi secara lengkap dan detail. Bayangkan... kok anda kejam sekali ya, tega-teganya memukuli orang sampai mati!"

Bejo pun memulai.

"Begini Pak Hakim, saya tiga hari yang lalu naik kereta jurusan Jakarta - Surabaya dari Stasiun Gambir. Saya duduk berhadapan dengan Tukiman. Kereta berangkat dan beberapa saat kemudian sampai di stasiun Jatinegara.

Nah di stasiun Jatinegara ini kereta berhenti untuk pemeriksaan karcis... Kondektur pun datang ke gerbong tempat saya berada, dan tak lama kemudian menanyakan tiket saya. Saya langsung tunjukkan ke kondektur tersebut."

"Kemudian giliran dia meminta tiket Tukiman. Nah ia mengeluarkan handbag dari kopernya, terus dari dalam handbag itu dia mengeluarkan dompet besar, dan dari dompet besar itu dia mengeluarkan dompet kecil. Dari dompet kecil itu dia mengeluarkan bungkusan, terus dia buka bungkusan itu dan ternyata masih ada bungkusan yang lebih kecil. Bungkusan kecil itu dia buka, dan di dalamnya ada kotak korek api. Rupanya Tukiman menyimpan tiketnya di kotak korek api itu."

"Setelah diperiksa pak kondektur, Tukiman menaruh tiketnya lagi ke kotak korek api itu, lalu kotak korek api dibungkus lagi pakai bungkus kecil itu, lalu bungkus besar, lalu ditaruh dalam dompet kecil, lalu dalam dompet besar, lalu dompet besar itu dimasukkan kembali ke dalam handbag, lalu handbag-nya dimasukkan lagi ke kopernya..."

"Kita pun meneruskan perjalanan. Perhentian berikutnya di stasiun Bekasi.

Di sana juga sama, ada pemeriksaan karcis oleh kondektur. Saya dengan cepat diperiksa tiketnya, sementara Tukiman mengeluarkan handbag dari kopernya, terus dari dalam handbag itu dia mengeluarkan dompet besar, dan dari dompet besar itu dia mengeluarkan dompet kecil. Lalu berturut-turut keluar bungkusan besar, lalu bungkusan kecil yang di dalamnya masih ada kotak korek api. Tiket dia keluarkan dari kotak korek api, diperiksa kondektur, lalu masuk lagi kotak korek api, bungkusan kecil, bungkusan besar, lalu dompet kecil, dompet besar, handbag, dan akhirnya masuk koper lagi..."

"Kereta jalan terus, dan kita sampai di stasiun Karawang.

Lagi-lagi ada pemeriksaan tiket. Tiket saya cepat diperiksa, sementara Tukiman lagi-lagi mengeluarkan handbag dari koper, lalu dompet besar, lalu dompet kecil, lalu dari dalam dompet kecil dia mengeluarkan......"

Belum sempat Bejo selesai, hakim keburu membentaknya.

"Hei kamu, jangan main-main ya!! Kamu ini cerita atau ngomong yang bukan-bukan??? Ini pengadilan tahu!!!"
Langsung saja Bejo itu menyambar,"Naaah lihat 'kan,Bapak Hakim baru mendengar cerita yang cuma segini saja sudah marah. Sekarang bayangkan, saya mesti MENYAKSIKAN HAL ITU DARI JAKARTA SAMPAI SURABAYA !!!
:gembira: :gembira: :gembira: :gembira: :gembira: :gembira: :gembira: :gembira:
wah ancur smuanya.........
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36