07-Jan-2012, 06:28 AM
Tapi bagaimanapun, saya dan banyak orang lain termasuk para penumpangnya lebih senang jika Senja Kediri tetap K2 saja. K1 sudah tercover oleh Gajayana, dan okupansinya bagus.
(07-Jan-2012 11:04 AM)joe cole Wrote: [ -> ]Kemarin ke PSE mw pesen Senja KD(ML) buat tgl 20/1/2012,, harga nya 240rb/Pax
maaf mengurungkan niat Terlalu Mahal buat saya

(07-Jan-2012 00:00 AM)slamtrack Wrote: [ -> ](06-Jan-2012 23:44 PM)dany cristian Wrote: [ -> ]kan bisa dikatakan sebagai beda pangsa pasar mas cris(06-Jan-2012 23:24 PM)slamtrack Wrote: [ -> ](06-Jan-2012 23:16 PM)dany cristian Wrote: [ -> ]kalo emank alasan mas slamtrack untuk mengakomodir penumpang di petak tg-smt yang mau ke ml ya bisa aja kasih 1K1 or 2K1 cuma lepas n pasang rangkaian di TG...itung2 sebagai embrio KA khusus ML-SMT/TG.kalo bongkar pasang K1 di TG namanya itu kagak efesien mas chris... lagian basis penumpangnya tetap dari pse yang sebagai varian penumpang memilih K1 kearah kd/bl/ml dengan harga tiket dibawah ka gajayana walaupun ka 94 waktu tempuhnya lebih lama ketimbang gajayana
emank kurang efisien mas,,,tp cb liat...kalo pertimbangan mas slamtrack dr segi harga otomatis akan mengurangi okupasi GAJAYANA dan tentunya akan mengurangi pendapatan juga....cb kita berpikir sebagai orang KAI deh...apa mungkin udah ada KA dengan harga tiket lebih tinggi tp akan kasih 2K1 ke SK dengan harga tiket yang lebih murah??
kalo dr TG or SMT setidaknya itu tidak akan mengganggu GAJAYANA namun tetap akan bersaing dengan BK di petak TG-KTS pp.....yang jadi masalah apakah SK ini selalu overload okupasinya?
kalo K1 gajayana ada katv,meja lipat,pintu otomatis , gerbong level argo,dan waktu tempuh lebih cepat inilah pilihan penumpang yang memngingikan kenyamanan maksimal waloupun harganya lebih mahal
....sedangkan kalo K1 di SK kan hanya sebagai predikat gerbong tambahan K1 pada rangkaian K2 jadi waktu tempuhnya pasti lebih lama dan ini pangsa pasar penumpang yg mengingikan K1 tapi fasilitasnya di bawah ka argo ( tanpa :tv,mejalipat,pintu otomatis,) yg harganya pasti akan berbeda
(07-Jan-2012 15:32 PM)CC203 35 Wrote: [ -> ]kalo 94 nantinya ada tambahan K1 nya ya pangsa pasarnya bukan untuk pse-tg/pk/smt tapi dari pse-kd/ta/bl/kpn/ml yang mengiingankan fasilitas k1 tapi harganya masih dibawah ka 32 , juga pangsa pasar dari bb/tg/pml/pk/smt yang akan ke kd/ta/bl/ml yg menginginkan fasilitas K1.(07-Jan-2012 00:00 AM)slamtrack Wrote: [ -> ](06-Jan-2012 23:44 PM)dany cristian Wrote: [ -> ]kan bisa dikatakan sebagai beda pangsa pasar mas cris(06-Jan-2012 23:24 PM)slamtrack Wrote: [ -> ](06-Jan-2012 23:16 PM)dany cristian Wrote: [ -> ]kalo emank alasan mas slamtrack untuk mengakomodir penumpang di petak tg-smt yang mau ke ml ya bisa aja kasih 1K1 or 2K1 cuma lepas n pasang rangkaian di TG...itung2 sebagai embrio KA khusus ML-SMT/TG.kalo bongkar pasang K1 di TG namanya itu kagak efesien mas chris... lagian basis penumpangnya tetap dari pse yang sebagai varian penumpang memilih K1 kearah kd/bl/ml dengan harga tiket dibawah ka gajayana walaupun ka 94 waktu tempuhnya lebih lama ketimbang gajayana
emank kurang efisien mas,,,tp cb liat...kalo pertimbangan mas slamtrack dr segi harga otomatis akan mengurangi okupasi GAJAYANA dan tentunya akan mengurangi pendapatan juga....cb kita berpikir sebagai orang KAI deh...apa mungkin udah ada KA dengan harga tiket lebih tinggi tp akan kasih 2K1 ke SK dengan harga tiket yang lebih murah??
kalo dr TG or SMT setidaknya itu tidak akan mengganggu GAJAYANA namun tetap akan bersaing dengan BK di petak TG-KTS pp.....yang jadi masalah apakah SK ini selalu overload okupasinya?
kalo K1 gajayana ada katv,meja lipat,pintu otomatis , gerbong level argo,dan waktu tempuh lebih cepat inilah pilihan penumpang yang memngingikan kenyamanan maksimal waloupun harganya lebih mahal
....sedangkan kalo K1 di SK kan hanya sebagai predikat gerbong tambahan K1 pada rangkaian K2 jadi waktu tempuhnya pasti lebih lama dan ini pangsa pasar penumpang yg mengingikan K1 tapi fasilitasnya di bawah ka argo ( tanpa :tv,mejalipat,pintu otomatis,) yg harganya pasti akan berbeda
Kalau ditambah Eksa, otomatis akan mengurangi jumlah K2 yang dibawa SK mas. Selama ini, SK sangat jarang loh overload gitu, terlebih lagi beberapa K2 yg dibawa SK aja bulukan, gimana mau bawa K1.
Btw, waktu Senja Kediri juga berdekatan dengan KA kelas Eksekutif ke TG, PK, dan SMT semisal Argo Sindoro dan Bangunkarta Exa yang okupansinya cukup bagus. Ingat, Bangunkarta Exa adalah pengembangan dari Bangunkarta sekaligus pengganti Kamandanu. Jadi, sebagian besar penumpang BK juga ke SMT juga. Laah gimana dengan SK yg mau bawa K1, okupansinya bakalan untung-untungan mengingat sudah diakomodasikan oleh BK dan Argo Sindoro yg jelas lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.
Tapi tetap tidak membuang kemungkinan seperti ArgoJati dan Cirex yang hampir full K1 karena okupansinya yg luar biasa.
Yaa, lebih baik kayak sekarang aja sih. Gajayana sudah punya pangsa pasar tersendiri, Bangunkarta juga sudah, dan Senja Kediri juga sudah punya. Kalau memang minat K1 ke ML via utara banyak, sudah pasti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah K1 juga. Tapi sampai sekarang belum tuh

(07-Jan-2012 22:38 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Menurut postingan disini, KA Senja [Malang] Kediri namanya akan diganti menjadi KA Lahor Jaya?
secara etimologi dan sintaksis kenapa ya di namakan LAHOR JAYA ....??? 
(07-Jan-2012 22:49 PM)slamtrack Wrote: [ -> ](07-Jan-2012 22:38 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Menurut postingan disini, KA Senja [Malang] Kediri namanya akan diganti menjadi KA Lahor Jaya?
secara etimologi dan sintaksis kenapa ya di namakan LAHOR JAYA ....?
(07-Jan-2012 23:15 PM)pardjono Wrote: [ -> ](07-Jan-2012 22:49 PM)slamtrack Wrote: [ -> ](07-Jan-2012 22:38 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Menurut postingan disini, KA Senja [Malang] Kediri namanya akan diganti menjadi KA Lahor Jaya?
secara etimologi dan sintaksis kenapa ya di namakan LAHOR JAYA ....?
Lahor adalah nama bendungan (waduk) yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar. Jaya adalah akronim dari Jakarta Raya. Motif penamaannya mirip KA Lempuyangan - Jakarta Raya.
(07-Jan-2012 18:54 PM)slamtrack Wrote: [ -> ](07-Jan-2012 15:32 PM)CC203 35 Wrote: [ -> ]kalo 94 nantinya ada tambahan K1 nya ya pangsa pasarnya bukan untuk pse-tg/pk/smt tapi dari pse-kd/ta/bl/kpn/ml yang mengiingankan fasilitas k1 tapi harganya masih dibawah ka 32 , juga pangsa pasar dari bb/tg/pml/pk/smt yang akan ke kd/ta/bl/ml yg menginginkan fasilitas K1.(07-Jan-2012 00:00 AM)slamtrack Wrote: [ -> ](06-Jan-2012 23:44 PM)dany cristian Wrote: [ -> ]kan bisa dikatakan sebagai beda pangsa pasar mas cris(06-Jan-2012 23:24 PM)slamtrack Wrote: [ -> ]kalo bongkar pasang K1 di TG namanya itu kagak efesien mas chris... lagian basis penumpangnya tetap dari pse yang sebagai varian penumpang memilih K1 kearah kd/bl/ml dengan harga tiket dibawah ka gajayana walaupun ka 94 waktu tempuhnya lebih lama ketimbang gajayana
emank kurang efisien mas,,,tp cb liat...kalo pertimbangan mas slamtrack dr segi harga otomatis akan mengurangi okupasi GAJAYANA dan tentunya akan mengurangi pendapatan juga....cb kita berpikir sebagai orang KAI deh...apa mungkin udah ada KA dengan harga tiket lebih tinggi tp akan kasih 2K1 ke SK dengan harga tiket yang lebih murah??
kalo dr TG or SMT setidaknya itu tidak akan mengganggu GAJAYANA namun tetap akan bersaing dengan BK di petak TG-KTS pp.....yang jadi masalah apakah SK ini selalu overload okupasinya?
kalo K1 gajayana ada katv,meja lipat,pintu otomatis , gerbong level argo,dan waktu tempuh lebih cepat inilah pilihan penumpang yang memngingikan kenyamanan maksimal waloupun harganya lebih mahal
....sedangkan kalo K1 di SK kan hanya sebagai predikat gerbong tambahan K1 pada rangkaian K2 jadi waktu tempuhnya pasti lebih lama dan ini pangsa pasar penumpang yg mengingikan K1 tapi fasilitasnya di bawah ka argo ( tanpa :tv,mejalipat,pintu otomatis,) yg harganya pasti akan berbeda
Kalau ditambah Eksa, otomatis akan mengurangi jumlah K2 yang dibawa SK mas. Selama ini, SK sangat jarang loh overload gitu, terlebih lagi beberapa K2 yg dibawa SK aja bulukan, gimana mau bawa K1.
Btw, waktu Senja Kediri juga berdekatan dengan KA kelas Eksekutif ke TG, PK, dan SMT semisal Argo Sindoro dan Bangunkarta Exa yang okupansinya cukup bagus. Ingat, Bangunkarta Exa adalah pengembangan dari Bangunkarta sekaligus pengganti Kamandanu. Jadi, sebagian besar penumpang BK juga ke SMT juga. Laah gimana dengan SK yg mau bawa K1, okupansinya bakalan untung-untungan mengingat sudah diakomodasikan oleh BK dan Argo Sindoro yg jelas lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.
Tapi tetap tidak membuang kemungkinan seperti ArgoJati dan Cirex yang hampir full K1 karena okupansinya yg luar biasa.
Yaa, lebih baik kayak sekarang aja sih. Gajayana sudah punya pangsa pasar tersendiri, Bangunkarta juga sudah, dan Senja Kediri juga sudah punya. Kalau memang minat K1 ke ML via utara banyak, sudah pasti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah K1 juga. Tapi sampai sekarang belum tuh
sy rasa tidak menutup kemungkinan malah akan menambah okupansi ka 94 dengan tidak akan mengganggu okupansi ka 12,44,32
"Out of Topic"
k2/k bisnis "bulukan" tidak mempengaruhi dirangkai/tidaknya dengan K1 itu.....sepengamatan sy 94 kagak bulukan...
... kalo di tambah K1 dampak bisa mempengaruhi jumlah K2 itu tergantung dari power serta okupansi mas cc
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
(08-Jan-2012 10:47 AM)ardial Wrote: [ -> ]Seringkali Daop 8 sedikit Gegabah dalam mengambil Keputusan.
Terbukti dengan memajukan Jadwal Gajayana Menjadi Jam 13:45 memang kelihatannya DAOP 8 menargetkan Gajayana Ingin Menjadi K1 Jawa Timur Pertama yang Tiba Di Jakarta.
makanya Diupayakan Gajayana Tidak Terlalu Terpaut Jauh Berangkatnya dengan KA Unggulan DAOP 7 yaitu Bangunkarta, dengan catatan Sebelum Solo Jebres KA Gajayana Bisa Menyusul Senja Kediri karena Jeda Keberangkatan antara Gajayana dan Senja Kediri cuma 10 Menit.
makanya saya sempat bertanya kepada para railfans apakah Gajayana Sewaktu Masuk DAOP 6 akan menyusul Senja Kediri Entah saat KA Ini Berhenti Di Sragen atau mungkin Senja Kediri Sengaja Di Tahan Di Stasiun Kecil Untuk Disusul Gajayana?
Nah Kan Salah satu Railfans Pernah Posting Bahwa Penumpang Setia Gajayana Terutama dari Blitar, Kediri, Malang Pada Pindah Ke Bangunkarta Karena mereka Bisa Lebih Santai Persiapannya karena Bangunkarta Setelat-telatnya Masuknya Jam setengah 6 paling tidak masuk Jatinegara antara Jam 05:00-05:30
saya coba tarik benang Merahnya.
Kayaknya DAOP 8 gak mau Kehilangan Pasarnya, biarpun Berangkatnya Untuk Ukuran Orang Malang Terlalu siang.
seperti para railfans tahu, bahwa KA Gajayana Sengaja jam Keberangkatannya Dimajukan Hampir 3 Jam Jadi Jam 13:45 atau mengisi Slot KA Senja Kediri, dikarenakan banyak penumpang KA Setia Gajayana kebanyakan Pindah Ke KA 43, terutama arah Jakarta dikarenakan sampai Jakarta sudah lewat Jam 07:10.
Nah Sekarang jadi Jelas Persaingannya.
KA 31 tidak mau kehilangan Pasar Dari DAOP 8+DAOP 7 karena Jam Berangkat yang Beda Tipis dengan KA 43 dan 93:
Kan Bangunkarta Berangkat Madiun Jam 18:30, Sedangkan Senja kediri Berangkat Madiun Jam 18:50, Nah setelah itu Gajayana Berangkat Tepat Jam 19:00.
karena itulah mungkin bangunkarta tidak mau dicap sebagai KA Pembunuh maka PT KA sengaja memilihkan Jam Keberangkatan yang Fleksibel dengan penumpang, jadi penumpang tinggal milih terutama untuk DAOP 7 dari wilayah Kertosono sampai Walikukun
Mohon Maaf Misalkan ini hanya Pemikiran pribadi dan Om Bravo maaf kalau misalkan Out Of The Topic, Cuman karena saya pernah tinggal di madiun sejak Tahun 1997-2003 dan saya hampir tiap Bulan minimal 1 kali Ke Jakarta Naik Bangunkarta bersama orangtua saya saya hanya berusaha sharing tentang bangunkarta Karena KA paling rekomendasi kalau ke jakarta.
Bagi yang memilih lewat Utara tapi lebih mementingkan Kenyamanan Bisa Milih Bangunkarta
Bagi yang memilih Buru2 Gajayana adalah Rekomendasi para orang sibuk
tapi pengen ada waktu untuk ngaso.
Bagi yang kantongnya Tidak Cukup Naik K1 tapi malas Naik K3 maka senja Kediri adalah Pilihan yang masuk akal untuk yang mau datang Ke Jakarta tinggal berangkat kerja+bagi yang Tempat Kerjanya Dekat dengan Stasiun Pemberhentian Seperti Bekasi, Jatinegara, Pasar Senen.
Ini alasan Pertama
Alasan Nomor 2 adalah:
alasan Klasik Dari DAOP 8 adalah KA DAOP 8 sudah kehilangan Jayabaya yang dibunuh Bangunkarta
Cuma yang menjadi Pertanyaan kan Jayabaya Dibunuh Karena Meskipun Orang yang Naik 110% kenyataannya yang pegang Karcis cuma 65% malah Kurang Cuma Sampai 40% yang Pegang Tiket Resmi yang Pesen+malahan Pakdeku sempet Hampir Ketinggalan Jayabaya Di Madiun Cuma Ketika Mau Masuk udah Penuh.
alasan Para Kambing Naik jayabaya Kan Kebanyakan TNI yang dapat Discount 70% dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang dengan seenaknya Ngambing dengan alasan Uang yang harus dibayar terlalu mahal untuk Ke Kampung Halaman Mereka yang rata2 Berhentinya Di Sragen, Solo Balapan, Klaten, Yogya
alasannya Ke 3:Memanfaatkan fasilitas diskon yang mengakibatkan KA Jayabaya Cukup Kotor selama Perjalanan Jakarta-Cirebon ataupun Surabaya-Solo karena meskipun saya naik jayabaya cuma 3 kali Selalu Penumpang yang ada Di Jayabaya gak Beda Jauh Dengan Tingkah Penumpang K3.
Nah Cara yang sama Juga Ingin Dilakukan oleh DAOP 8 karena mereka tidak punya KA Bisnis Lewat Madiun dengan Membalas Sakit Hati DAOP 8 Kepada DAOP 7 Dengan Cara Memaksakan Adanya KA Bisnis yang Sengaja Diperpanjang sampai Malang.
Memang KA Dari Malang Tidak ada yang K2, tapi saya lama-lama Curiga dalam Hati saya Bertanya Lho kan Senja Kediri kan Resmi DAOP 7 Kok jadi tarik2an antar DAOP?
Cara Ini Seperti Memaksakan Kehendak DAOP 8 Bahwa Denga Mempunyai KA Bisnis yang start dari DAOP 8 setidaknya mereka bisa mengganti Jayabaya dengan KA Sejenis
memang Namanya Sudah senja Malang tapi tertulisnya Kecil Di Tiap Gerbong. warnanya Hijau
nah Kayaknya Perpanjangan Senja Malang Terkesan Diadaadakan karena ingin masyarakat Bebas Memilih tanpa adanya Paksaan.
sementara gajayana kan kelihatannya ingin Meningkatkan Okupansi Utamanya Di Jalur Kantong Seperti ML-KD Di DAOP 7+8.
sementara untuk DAOP 5 Gajayana akan sedikit keteteran mengingat Kutoarjo-Prembun aja ud Banyak Disedot sama Sawung, Senja YK, Gawong dan Bogo.
Biarpun baik efeknya artinya Penumpang ML-KD gak usah ke JG buat naik 43 tapi nantinya bakalan terjadi Persaingan Terbuka di 2012 antara DAOP 7 dan DAOP 8
DAOP 7 yang Diwakili Bangunkarta Benar2 Dikepung sama DAOP 8 yang diwakili Gajah+Bima
nah tinggal pelayanannya aja yang diperbaiki apakah nantinya DAOP 8 akan menyamai Standarnya DAOP 7 yang diwakili Bangunkarta?
supaya Penumpang 7023 yang ud Bayar Mahal jangan Sampai Kalah Pamor sama 43.
Nah untuk Senja Kediri itu kan ud Bagus Banget Slot sampainya yaitu Jam 06:30 dan jangan lupa Pelayanan DAOP 7 yang udah Bagus Lebih Ditingkatkan Lagi Kedepannya tapi bukan Untuk Tambah K1
. Kalau lihat jadwal Gajayana dr Malang siang ky gt mirip bus AKAP R+**?lia In%%$#h berangkat jam 12 sampe Lebak bulus jam 7,kalah ama BK..hehehhe(08-Jan-2012 09:13 AM)CC203 35 Wrote: [ -> ]kalo prediksi sy penumpang dari TG,PML,PK,SMT pasti lumayan yg mau naik K1 kearah KD,TA,BL,ML mengingat banyaknya penumpang ban karet /bus eksekutif ( misal po coyo, lorena, kramat djati dll ) kearah ml dan sekitarnya.(07-Jan-2012 18:54 PM)slamtrack Wrote: [ -> ](07-Jan-2012 15:32 PM)CC203 35 Wrote: [ -> ]kalo 94 nantinya ada tambahan K1 nya ya pangsa pasarnya bukan untuk pse-tg/pk/smt tapi dari pse-kd/ta/bl/kpn/ml yang mengiingankan fasilitas k1 tapi harganya masih dibawah ka 32 , juga pangsa pasar dari bb/tg/pml/pk/smt yang akan ke kd/ta/bl/ml yg menginginkan fasilitas K1.(07-Jan-2012 00:00 AM)slamtrack Wrote: [ -> ](06-Jan-2012 23:44 PM)dany cristian Wrote: [ -> ]emank kurang efisien mas,,,tp cb liat...kalo pertimbangan mas slamtrack dr segi harga otomatis akan mengurangi okupasi GAJAYANA dan tentunya akan mengurangi pendapatan juga....cb kita berpikir sebagai orang KAI deh...apa mungkin udah ada KA dengan harga tiket lebih tinggi tp akan kasih 2K1 ke SK dengan harga tiket yang lebih murah??kan bisa dikatakan sebagai beda pangsa pasar mas cris
kalo dr TG or SMT setidaknya itu tidak akan mengganggu GAJAYANA namun tetap akan bersaing dengan BK di petak TG-KTS pp.....yang jadi masalah apakah SK ini selalu overload okupasinya?
kalo K1 gajayana ada katv,meja lipat,pintu otomatis , gerbong level argo,dan waktu tempuh lebih cepat inilah pilihan penumpang yang memngingikan kenyamanan maksimal waloupun harganya lebih mahal
....sedangkan kalo K1 di SK kan hanya sebagai predikat gerbong tambahan K1 pada rangkaian K2 jadi waktu tempuhnya pasti lebih lama dan ini pangsa pasar penumpang yg mengingikan K1 tapi fasilitasnya di bawah ka argo ( tanpa :tv,mejalipat,pintu otomatis,) yg harganya pasti akan berbeda
Kalau ditambah Eksa, otomatis akan mengurangi jumlah K2 yang dibawa SK mas. Selama ini, SK sangat jarang loh overload gitu, terlebih lagi beberapa K2 yg dibawa SK aja bulukan, gimana mau bawa K1.
Btw, waktu Senja Kediri juga berdekatan dengan KA kelas Eksekutif ke TG, PK, dan SMT semisal Argo Sindoro dan Bangunkarta Exa yang okupansinya cukup bagus. Ingat, Bangunkarta Exa adalah pengembangan dari Bangunkarta sekaligus pengganti Kamandanu. Jadi, sebagian besar penumpang BK juga ke SMT juga. Laah gimana dengan SK yg mau bawa K1, okupansinya bakalan untung-untungan mengingat sudah diakomodasikan oleh BK dan Argo Sindoro yg jelas lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.
Tapi tetap tidak membuang kemungkinan seperti ArgoJati dan Cirex yang hampir full K1 karena okupansinya yg luar biasa.
Yaa, lebih baik kayak sekarang aja sih. Gajayana sudah punya pangsa pasar tersendiri, Bangunkarta juga sudah, dan Senja Kediri juga sudah punya. Kalau memang minat K1 ke ML via utara banyak, sudah pasti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah K1 juga. Tapi sampai sekarang belum tuh
sy rasa tidak menutup kemungkinan malah akan menambah okupansi ka 94 dengan tidak akan mengganggu okupansi ka 12,44,32
"Out of Topic"
k2/k bisnis "bulukan" tidak mempengaruhi dirangkai/tidaknya dengan K1 itu.....sepengamatan sy 94 kagak bulukan...
... kalo di tambah K1 dampak bisa mempengaruhi jumlah K2 itu tergantung dari power serta okupansi mas cc
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Sebanyak apa sih penumpang dari BB/TG/PK/SMT yang mau naik K1 ke ML ?
Realitanya, sangat sedikit loh. Kalau dari CN sih emang lumayan banyak mas.
Sebenarnya, kalau ditambah Eksekutif tetap akan mempengaruhi okupansi dari 12 dan 44 untuk di CN. Karena sudah pasti harganya lebih murah dan tiba di tujuan lebih dulu, pernah juga ada wacana kalau Cireks bakal diperpanjang hingga SMT, tapi kabarnya belum fix.
Di TRnya, KA SK ini maksimal membawa 10K2+B/Aling-aling+kmp2. Laah kalau ditambah K1 bakalan bekurang jumlah bawaan K2nya.
Mau ditambah Eksis ? Armada kurang, cuma CN doang punya K1 Eksis banyak, ituppun sudah divermak jadi K1 Argo.
Mau ditambah Satwa ? K1 Satwa bekas Gajayana yang punya ML sudah sangat nyaman dan kadang malah nempel DI Turangga.
Mau ditambah Argo ? No Comment.
Nggak percaya kalau beberapa udah bulukan ? Bisa terbukti di gorden dan eksterior K2 tersebut. btw, yg saya maksud bukannya bakal mempengaruhi jumlah K1nya nanti, tapi bisa bisa K1 yang dibawanya nanti bakalan kotor dan bulukan.
(08-Jan-2012 11:20 AM)slamtrack Wrote: [ -> ](08-Jan-2012 09:13 AM)CC203 35 Wrote: [ -> ]kalo prediksi sy penumpang dari TG,PML,PK,SMT pasti lumayan yg mau naik K1 kearah KD,TA,BL,ML mengingat banyaknya penumpang ban karet /bus eksekutif ( misal po coyo, lorena, kramat djati dll ) kearah ml dan sekitarnya.(07-Jan-2012 18:54 PM)slamtrack Wrote: [ -> ](07-Jan-2012 15:32 PM)CC203 35 Wrote: [ -> ]kalo 94 nantinya ada tambahan K1 nya ya pangsa pasarnya bukan untuk pse-tg/pk/smt tapi dari pse-kd/ta/bl/kpn/ml yang mengiingankan fasilitas k1 tapi harganya masih dibawah ka 32 , juga pangsa pasar dari bb/tg/pml/pk/smt yang akan ke kd/ta/bl/ml yg menginginkan fasilitas K1.(07-Jan-2012 00:00 AM)slamtrack Wrote: [ -> ]kan bisa dikatakan sebagai beda pangsa pasar mas cris
kalo K1 gajayana ada katv,meja lipat,pintu otomatis , gerbong level argo,dan waktu tempuh lebih cepat inilah pilihan penumpang yang memngingikan kenyamanan maksimal waloupun harganya lebih mahal
....sedangkan kalo K1 di SK kan hanya sebagai predikat gerbong tambahan K1 pada rangkaian K2 jadi waktu tempuhnya pasti lebih lama dan ini pangsa pasar penumpang yg mengingikan K1 tapi fasilitasnya di bawah ka argo ( tanpa :tv,mejalipat,pintu otomatis,) yg harganya pasti akan berbeda
Kalau ditambah Eksa, otomatis akan mengurangi jumlah K2 yang dibawa SK mas. Selama ini, SK sangat jarang loh overload gitu, terlebih lagi beberapa K2 yg dibawa SK aja bulukan, gimana mau bawa K1.
Btw, waktu Senja Kediri juga berdekatan dengan KA kelas Eksekutif ke TG, PK, dan SMT semisal Argo Sindoro dan Bangunkarta Exa yang okupansinya cukup bagus. Ingat, Bangunkarta Exa adalah pengembangan dari Bangunkarta sekaligus pengganti Kamandanu. Jadi, sebagian besar penumpang BK juga ke SMT juga. Laah gimana dengan SK yg mau bawa K1, okupansinya bakalan untung-untungan mengingat sudah diakomodasikan oleh BK dan Argo Sindoro yg jelas lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.
Tapi tetap tidak membuang kemungkinan seperti ArgoJati dan Cirex yang hampir full K1 karena okupansinya yg luar biasa.
Yaa, lebih baik kayak sekarang aja sih. Gajayana sudah punya pangsa pasar tersendiri, Bangunkarta juga sudah, dan Senja Kediri juga sudah punya. Kalau memang minat K1 ke ML via utara banyak, sudah pasti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah K1 juga. Tapi sampai sekarang belum tuh
sy rasa tidak menutup kemungkinan malah akan menambah okupansi ka 94 dengan tidak akan mengganggu okupansi ka 12,44,32
"Out of Topic"
k2/k bisnis "bulukan" tidak mempengaruhi dirangkai/tidaknya dengan K1 itu.....sepengamatan sy 94 kagak bulukan...
... kalo di tambah K1 dampak bisa mempengaruhi jumlah K2 itu tergantung dari power serta okupansi mas cc
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Sebanyak apa sih penumpang dari BB/TG/PK/SMT yang mau naik K1 ke ML ?
Realitanya, sangat sedikit loh. Kalau dari CN sih emang lumayan banyak mas.
Sebenarnya, kalau ditambah Eksekutif tetap akan mempengaruhi okupansi dari 12 dan 44 untuk di CN. Karena sudah pasti harganya lebih murah dan tiba di tujuan lebih dulu, pernah juga ada wacana kalau Cireks bakal diperpanjang hingga SMT, tapi kabarnya belum fix.
Di TRnya, KA SK ini maksimal membawa 10K2+B/Aling-aling+kmp2. Laah kalau ditambah K1 bakalan bekurang jumlah bawaan K2nya.
Mau ditambah Eksis ? Armada kurang, cuma CN doang punya K1 Eksis banyak, ituppun sudah divermak jadi K1 Argo.
Mau ditambah Satwa ? K1 Satwa bekas Gajayana yang punya ML sudah sangat nyaman dan kadang malah nempel DI Turangga.
Mau ditambah Argo ? No Comment.
Nggak percaya kalau beberapa udah bulukan ? Bisa terbukti di gorden dan eksterior K2 tersebut. btw, yg saya maksud bukannya bakal mempengaruhi jumlah K1nya nanti, tapi bisa bisa K1 yang dibawanya nanti bakalan kotor dan bulukan.
kalo akan mengurangi jumlah k2 itu tergantung okupansi dan daya tarik lok
kalo weekend/lcb mungkin nantinya jika terealisasi bisa CC03xxxx + p+ 2K-1 + km2 + 7k2 + aling-aling
kalo harga karcis K1 SM diatas BK dan dibawah gajahyana sy kira tak akan mempengaruhi okupansi kedua ka perihal selisih waktu tempuh SM dan Gajay sekitar 2 jam lebih