Cibitung , sebuah Halte kecil yang setiap harinya tak kurang dari seratus pengguna jasa KA yang selalu mengandalkan ketepatan waktu , Dari tempat inilah ane mulai liputan perjalanan , sebuah dongeng kecil sebagai bahan belajar meliput , menulis , dan menyampaikan sekelumit informasi.
Halte seluas 1,5 x 1,5 meter ini sangat sempit sehingga hanya berfungsi sebagai loket penjualan tiket saja ,tapi lumayan ada alat pengeras suara yg bisa didengar dari jarak 30 meter.
Para penumpang yang rata2 pekerja ini menggunakan rel sebagai " Ruang Tunggu " karena biasanya warung pada tutup jika hari minggu dan mereka enjoy aja,
Tak lama kemusian tampak KA Pattas Ekonomi yang juga disebut KA Odong2 masuk dari arah timur dengan membwa penumpang yang padat dan beragam , pegawai , karyawan , buruh , pedagang dan beberapa kaum minoritas juga ada di dalam rangkaian KA Odong2 ini.
Para penumpang segera menyerbu dan berebut tempat duduk karena masih ada kemungkinan bangku kosong walaupun terlihat seperti KA " Double Decker " saat ka memasuki halte Cibitung.
Pintu perlintasan Cibitung ini dijaga 24 jam penuh oleh para " Relawan " karena sangat padat saat jam2 kerja dan dilintasi oleh ribuan orang , Di seberang sana banyak terdapat Perumahan seperti Cita Villa , Grama Puri , Kartika , Griya Yasa , Hasta Graha , Alam Pesona , Kirana , , Puri Nawala , Bekasi Regensi i & II , Villa Mutiara , dll juga merupakan Akses vital menuju beberapa kecamatan seperti Tambelang dll.
Di petak Cibitung -Tambun ini banyak sekali terdapai perlintasan yang tidak berpalang dan tak dijaga sehingga sangat berbahaya bagi pelintas dan rangkaian kereta api itu sendiri dan Bapak Masinispun harus sering memberikan Semboyan 35 sebagai peringatan kepada pelintas saat melintas di petak ini.
Tak sampai 5 menit setelah berangkat dari Cibitung , Ka Pattas Ekonomi memasuki areal stasiun Tambun dan setelah sampai di Wesel ternyata KA harus minggir memasuki sepur IV untuk memberi kesempatan kepada KA
yang berada dibelakangnya untuk jalan lebih dahulu
Nun jauh di sana mulai tampak bangunan setasiun Tambun dengan ratusan penumpangnya yang siap " menyerbu " KA Pattas Ekonomi ini yang dinantikan kedatangannya .